daniel lopulalan
daniel lopulalan Profesional

Belajar berbagi. Belajar untuk terus belajar.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Dampak Perang Dagang Indonesia dengan Amerika

8 Agustus 2018   18:21 Diperbarui: 8 Agustus 2018   18:40 441 0 0

Amerika meminta WTO menjatuhkan sanksi kepada Indonesia senilai US$ 350 juta atas pembatasan impor untuk produk hortikultura dan produk hewani. Sanksi ini hanya sekitar 1,5% persen saja dari total transaksi perdagangan Indonesia dan Amerika senilai US$ 20 miliar per tahun.

Tindakan Amerika atas Indonesia inipun sebetulnya merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya Amerika berencana untuk mengkaji penghapusan bea masuk (Generalized System Preferences) atas 124 produk asal Indonesia yang masuk ke pasar Amerika.

Kebijakan ekonomi presiden Trump yang pro Amerika memang perlahan memberikan perbaikan ekonomi bagi masyarakat Amerika. Beberapa indikator ekonomi seperti menguatnya nilai tukar dolar terhadap mata uang negara lain, menurunnya Pengangguran di level 6,5% dengan nilai inflasi yang terjaga cukup rendah di level 2,5% semua itu menunjukkan bahwa ekonomi dalam negeri Amerika sedang menguat. Tujuan jangka pendek Presiden Trump telah tercapai.

Namun di sisi lain, Amerika telah menciptakan banyak perang dagang dengan negara lain seperti China, Uni Eropa dan terakhir Indonesia. Apakah dampak perang dagang Amerika terhadap perekonomian Indonesia ? dan Apakah yang harus dilakukan Indonesia untuk menyikapi hal tersebut?

Telah disebutkan diatas bahwa dampak perang dagang yang dipicu oleh AS tidaklah berdampak serius untuk Indonesia mengingat volume perdagangan kedua negara yang tidak terlalu besar. Hanya secara chemistry, perang dagang ini dapat memunculkan dampak pada bidang lain seperti politik dan pendidikan.

Dampak politik dapat dicermati dari sisi momentum munculnya perang dagang ini. Secara kebetulan momen masalah perdagangan ini muncul pada saat Indonesia sedang mempersiapkan suksesi kepemimpinan nasional, sehingga bila momentum perang dagang berayun kearah yang negatif, pasti hal inipun berpengaruh pada raport calon petahana. Apakah hal ini kebetulan saja berhubungan? 

Bisa saja. Mengingat suhu politik Indonesia-Amerika sudah menghangat sejak kritik keras pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Amerika terkait pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Dampak pada bidang pendidikan juga tidak kecil. Bukanlah sebuah hal yang baru jika dikatakan Amerika merupakan tempat kuliah favorit bagi sebagian warga negara Indonesia. 

Ada sekitar 9000 orang Indonesia dari sekitar 1 juta mahasiswa international yang menempuh pendidikan di sana. Ketegangan hubungan bilateral yang diakibatkan oleh perang dagang ini dapat memberikan situasi kalah-kalah bagi kedua negara karena di satu sisi Indonesia kehilangan salah satu tempat terbaik untuk bersekolah dan Amerika kehilangan devisa dari berkurangnya mahasiswa asing yang studi disana.

Secara umum dapat dikatakan bahwa sepanjang sejarah peradaban manusia, perselisihan antar negara atau kerajaan sering kali dimulai dari motif ekonomi. Semoga untuk kali ini Perang dagang hanyalah sebuah alat propaganda politis Trump yang bakal menghilang secepat kemunculannya. Easy come, easy go.