Daniel H.T.
Daniel H.T. wiraswasta

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Berakhirnya Iklan Film Bioskop di Koran

14 Maret 2018   00:43 Diperbarui: 14 Maret 2018   01:01 1335 15 3
Berakhirnya Iklan Film Bioskop di Koran
Zaman dulu, iklan film bioskop juga beruapa poster kain ukuran besar yang dilukis khusus, digantung di depan gedung bioskop (detik.com)

Penayangan iklan film yang sedang diputar di bioskop (terutama dari Grup 21 Cineplex) yang selama puluhan tahun selalu tak pernah absen di setiap hari penerbitan koran-koran tertentu,  tampaknya akan segera berakhir, seiring dengan semakin maju dan memasyarakatnya teknologi (aplikasi) internet.

Sebelumnya, terutama bagi penggemar film, untuk mengetahui film apa saja yang sedang diputar di bioskop-bioskop kesayangannya, koran adalah sumber utamanya. Tak pernah absennya iklan film bioskop di koran-koran itu di setiap hari penerbitannya,  telah membuat seolah-olah iklan film bioskop itu sudah merupakan bagian, atau ciri khas dari koran itu sendiri.

Iklan film bioskop itu pun menjadi penghasilan pasti dan rutin selama puluhan tahun dari koran-koran itu.

Dahulu selain iklan film di koran, bioskop-bioskop milik Grup 21 Cineplex pun mengandalkan iklan film berupa poster kain yang dilukis oleh pelukis spesialis film yang digantung di depan gedung bioskop, atau di depan gedung mall, jika bioskopnya berada di mall (pada waktu itu gedung bioskop milik Grup 21 banyak juga berupa gedung tersendiri di luar mall), agar bisa dilihat oleh setiap orang yang lewat di sana.

Indikasi berakhirnya masa tayangan iklan film bioskop di koran-koran itu mulai terlihat pada koran Jawa Pos. Sejak sekitar tanggal 1 Maret 2018, iklan film bioskop di Jawa Pos sudah tidak ada lagi.

Saya menduga setelah masa kontrak iklan dengan Jawa Pos berakhir, Grup 21 Cineplex memutuskan tidak lagi memperpanjang masa kontrak itu. Pertimbangannya, iklan di koran sudah tidak diperlukan lagi, sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, alias mubazir.

Karena "di zaman now" ini, penggemar film bioskop yang sebagian besarnya anak-anak muda itu sudah tidak lagi melirik koran untuk mencari informasi tentang film apa saja yang sedang tayang di bioskop-bioskop favoritnya, tetapi dari media internet, persisnya dari aplikasi atau laman milik 21 Cineplex sendiri.

Selain jauh lebih praktis, informasi film di aplikasi/laman 21 Cineplex sangat jauh lebih menarik dengan berbagai kelebihannya yang tak mungkin bisa didapat dari koran.

Selain semuanya berwarna, informasi filmnya pun jauh lebih komprehensif, meliputi seluruh bioskop milik Grup 21 Cineplex di seluruh Indonesia, lengkap dengan sinopsis dan trailer untuk setiap filmnya. Selain film-film yang sedang tayang, ada pula informasi lengkap tentang film-film yang akan tayang berikutnya.

Kecuali untuk bioskop Premier, pembelian tiketnya pun bisa dilakukan secara daring, melalui keanggotaan M-Tix.

Masih ada lagi beberapa kelebihan iklan/informasi film tayang bioskop di laman/aplikasi 21 Cineplex yang kesemuanya membuat iklan film bioskop di koran menjadi sangat kuno, tak sesuai dengan selera dan kebutuhan zaman now.

Kalau di koran Jawa Pos, iklan film bioskop itu sudah berakhir, di koran Kompas belum. Sampai hari ini, kita masih melihat ada iklan film bioskop di koran Kompas,tetapi saya yakin bahwa iklan film di Kompas itu pun tinggal menunggu waktunya saja untuk berakhir selamanya.

Saya menduga, sampai sekarang iklan film itu masih ada, karena kontrak Grup 21 Cineplex dengan Kompas belum berakhir. Nanti, begitu kontraknya berakhir, tidak akan lagi diperpanjang. Begitu juga dengan koran-koran lainnya, yang selama ini selalu menayangkan iklan film bioskop dari Grup 21 Cineplex.

Lagi-lagi "korban" kemajuan teknologi internet pun berjatuhan. *****