Mohon tunggu...
Daniel H.T.
Daniel H.T. Mohon Tunggu...

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Selanjutnya

Tutup

Politik

Ada Indikasi Nazaruddin dan Nunung Sesungguhnya Berada di Indonesia!

2 Juli 2011   04:24 Diperbarui: 26 Juni 2015   04:00 0 3 0 Mohon Tunggu...
Ada Indikasi Nazaruddin dan Nunung Sesungguhnya Berada di Indonesia!
1309580531615684990

[caption id="attachment_117263" align="alignleft" width="300" caption="Nunun dan Nazaruddin"][/caption] Salah satu topik yang ramai dibicarakan saat ini adalah berbagai upaya untuk memulangkan Nazaruddin dari Singapore. Perkembangan terakhir, setelah lebih dari satu bulan kemudian paska kepergiannya ke Singapore, adalah penetapan dia sebagai tersangka oleh KPK dan pencabutan paspor RI-nya. Kemudian Presiden SBY memberi perintah kepada Kapolri dan KPK untuk segera menangkap dan memulangkan bekas bendahara umum DPP Partai Demokrat itu ke Indonesia.

Namun segala macam upaya tersebut diperkirakan akan mengalami gagal total. Sebagaimana upaya yang sama terhadap Nunun Nurbaeti, terkait kasus dugaan suap paska pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom.

Saat ini Nunun benar-benar sudah nyaris mustahil ditemukan. Padahal paspornya sudah dicabut, dan sudah masuk dalam daftar buronan interpol. Dia seolah-olah sudah hilang ditelan bumi. Entah dalam arti kiasan, ataukah benar-benar ditelan bumi alias sudah almarhum dan dikebumikan.

Status Nazaruddin pun kelihatannya secara bertahap sedang menuju ke arah sana. Semakin misterius, sampai hilang juga bak ditelan bumi.

Semua orang memusatkan perhatian ke Singapura, ketika para petinggi Demokrat menyebarkan berita bahwa yang bersangkutan kini berada di Singapore, tetapi mereka sendiri tidak tahu dia tinggal di mana.

Demikian juga dengan status Nunun, pusat perhatian orang semula ke Singapore. Tempat awal dia dikabarkan menghilang. Kemudian tersebar berita dia berada di Thailand, kemudian katanya sekarang ada di Kamboja. Padahal paspornya sudah dicabut.

Kenapa bisa paspornya sudah dicabut, tetapi dia masih bisa bepergian ke beberapa negara? Apakah benar dia menggunakan paspor palsu, atau menggunakan paspor orang lain?

Dalam statusnya seperti ini apakah mungkin hal itu terjadi? Mungkinkah pengamanan di Imigrasi Singapore, Thailand dan Kamboja sedemikian lemahnya sehingga Nunun bisa masuk keluar seenaknya dengan “paspor palsu” itu? Lalu, apa kerjanya interpol?

Kejanggalan lain juga sebetulnya terlihat dari sikap KPK yang tidak mengusik suaminya, Adang Daradjatun, yang bersikeras tidak mau diajak kerjasama untuk memberitahu keberadaan sesungguhnya istrinya itu. Bahkan berkali-kali dia membela Nunun, dengan mengatakan istrinya itu tidak bersalah dan tidak seharusnya dipanggil KPK.

Padahal sebagai seorang mantan Wakapolri, dan sekarang duduk di Komisi Hukum DPR lagi, dia seharusnya lebih dari tahu bahwa sikapnya tidak patut, bahkan bisa termasuk kategori perbuatan melanggar hukum. Sedangkan untuk bisa membuktikan salah-tidaknya istrinya itu, justru harus dengan kehadirannya di KPK.

Sikap KPK pun tidak kalah janggalnya, seperti yang saya katakan, aneh, KPK berupaya terus mencari keberadaan Nunun, bahkan KPK kemudian menyatakan dia sebagai buronan dan memasukkannya ke dalam daftar buronan interpol, tapi kenapa tidak mau memanggil juga Adang, minimal untuk diminta keterangannya karena tidak mau mengungkapkan keberadaan istrinya itu? Bukankah menyembunyikan, atau tidak mau memberitahu keberadaan seorang buronan juga adalah suatu tindak pidana tersendiri?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x