Mohon tunggu...
Amakusa Shiro
Amakusa Shiro Mohon Tunggu... Engineer -

A masterless Samurai

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Menemukan Buatan Indonesia di Tengah Hiruk Pikuk Tokyo

15 Juli 2017   20:41 Diperbarui: 16 Juli 2017   08:05 2537
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hiruk Pikuk Rush Hour di Tokyo (dok.pribadi)

Sebagai insan yang hidup di negeri orang, terkadang rasa kangen akan kampung halaman tiba-tiba bisa muncul begitu saja. 

Penyebabnya ada berbagai macam. Salah satunya adalah kehidupan sehari-hari yang "keras" di lingkungan kerja. Ditambah interaksi sosial di lingkungan pergaulan di luar kantor dalam berbagai macam komunitas yang masing-masing anggotanya mempunyai latar belakang dan kebudayaan berbeda, ternyata memerlukan "energi" yang tidak sedikit. Plus, perasaan sebagai "tamu" di "rumah" orang lain, maka otomatis harus selalu berkonsentrasi tinggi dalam segala tingkah polah yang akan dilakukan. 

Akibatnya, kadang membuat badan kaku (terutama otot sekitar pundak) dan cepat capek. Rasa kaku ini nggak bisa disembuhkan kalau cuma diolesi balsem cap macan, ataupun ditempel koyo cabe yang paling pedes (kuat) sekalipun.

Nah, dalam keadaan semacam ini, jika saya bisa menemukan sesuatu yang "berbau" Indonesia yang langsung bisa dilihat, diusap dan kalau bisa dinikmati di sini, entah tulisan atau gambar atau apapun itu, cukup untuk bisa membuat otot-otot yang kaku ini kendur sejenak.

Lho? Kenapa bisa begitu?

Agak sulit sih untuk memberikan penjelasannya.

Tapi, untuk lebih memudahkan imajinasi, kira-kira rasanya seperti ketemu (yang tidak disengaja lho, alias tanpa janjian) mantan pacar pertama di kala SMA :) 

Sebenarnya cukup banyak hal-hal yang "berbau" Indonesia yang dapat ditemukan di Tokyo. Misalnya tulisan "Made in Indonesia" di produk garmen di Uniqlo, di sepatu Adidas maupun alat tulis. Lalu ada makanan impor dari Indonesia, restoran Indonesia atau restoran Jepang yang menyajikan juga masakan Indonesia, dan lain-lain.

Di sini saya ingin sharing kepada pembaca yang budiman, beberapa yang "berbau" Indonesia yang sempat saya temukan.

Kopi

Kopi kaleng Toraja (dok.pribadi)
Kopi kaleng Toraja (dok.pribadi)
Menurut data statistik ICO(International Coffee Organization), masyarakat Jepang mengonsumsi kopi sebanyak 472 ton di tahun 2016. Di tahun-tahun sebelumnya, kisarannya tidak begitu jauh yaitu sebesar 400 ton per tahunnya.

Jumlah konsumsi kopi per orang/tahun orang Jepang seperti terlihat di data ini, masih kalah jika dibanding dengan negara-negara Eropa. Namun Jepang adalah satu-satunya negara di Asia yang masuk dalam peringkat 30 besar di situ.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun