Mohon tunggu...
Danang Tri H
Danang Tri H Mohon Tunggu... Mahasiswa UMM

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Apakah Anda Tahu tentang Ponorogo? Ada Apa di Ponorogo?

7 November 2020   10:41 Diperbarui: 7 November 2020   20:05 403 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Anda Tahu tentang Ponorogo? Ada Apa di Ponorogo?
SUmber gambar: belatimerah87 on Pinterest

Danang Tri H

              Kabupaten Ponorogo dikenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog. Ponorogo juga dikenal sebagai Kota Santri karena memiliki banyak pondok pesantren. Salah satu yang terkenal adalah Pondok Modern Darussalam Gontor.

              Setiap tahun pada bulan Suro, Kabupaten Ponorogo mengadakan suatu rangkaian acara berupa pesta rakyat yaitu Grebeg Suro. Pada pesta rakyat ini ditampilkan berbagai macam seni dan tradisi. Diantaranya Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.

              Kabupaten Ponorogo terletak di wilayah barat Propinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 1.371,78 km2 yang secara administratif terbagi ke dalam 21 Kecamatan dan 305 desa/ kelurahan. Secara administratif wilayah Kabupaten Ponorogo terbagi menjadi, 21 Kecamatan serta 305 Kelurahan dan Desa, 947 Dusun/ Lingkungan, 2.272 Rukun warga (RW) dan 6.842 Rukun Tetangga (RT). Untuk menjalankan roda pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo didukung oleh segenap pegawai ditingkat Kabupaten, Kecamatan sampai Desa/Kelurahan, yang berada di Kantor, lembaga teknis, BUMD, Dinas, Badan serta unit unit pelaksanan teknis lainnya. Jumlah Pegawai Negeri Sipil dari tahun ke tahun akan mengalami peningkatan seiring dengan meningkat dan berkembangnya organisasi serta kebijakan Pemerintah Pusat.

              Di Kabupaten Ponorogo terdapat 14 sungai dengan panjang sungai antara 4 sampai 58 km. Luas wilayah Kabupaten Ponorogo 1.371,78 km2 terdiri atas tanah sawah seluas 348,67 km2 dan tanah kering seluas 1.023,11 km2. Sebagian besar wilayah Kabupaten Ponorogo terdiri atas area hutan, tegal dan sawah. Untuk area hutan jumlah produksi hutan dan ikutannya meliputi: kayu untuk pertukangan dari kayu jati 864 m2, kayu non jati 7.940 m2, kayu untuk bahan bakar dari kayu jati 170 sm, kayu non jati 2.889 ;bahan terpenting 1.354 ton, bahan gondorukem 6.750 ton, minyak kayu putih 38.476 kg, dan getah pinus10.286 ton, disamping potensi hutan, Kabupaten Ponorogo juga memiliki kandungan bahan tambang. Berdasarkan wilayah kecamatan jenis bahan tambang adalah: Kecamatan Ngrayun memiliki kandungan mangaan; oker,dan tras (17.792 m2); kecamatan Slahung memiliki kandungan seng, mangaan, batu gamping (6.273 m2); kaolin, bentonit (437 m2), zeolit (797 m2), gypsum (26.000 ton), tras (1.305 m2).

wisata-hits-ponorogo-5fa697e0d541df37544b8d03.jpg
wisata-hits-ponorogo-5fa697e0d541df37544b8d03.jpg
Potensi Kabupaten Ponorogo

Potensi unggulan Kabupaten Ponorogo merupakan potensi yang dapat dikembangkan dan mempunyai daya saing di pasaran, baik karena ciri-cirinya yang khas, kualitasnya, maupun harganya yang kompetitif. Disamping itu juga, potensi unggulan tersebut berasal dari pemanfaatan potensi yang berasal dari sumber daya alam dan kekayaan budaya lokal yang potensial untuk ditumbuhkembangkan. Potensi unggulan Kabupaten Ponorogo mencakup berbagai sektor antara lain:

1. Pertanian

Potensi unggulan disektor pertanian tahun meliputi berbagai komoditas yang patut dijadikan unggulan karena mempunyai peran yang cukup besar terhadap perekonomian daerah, produksi komoditas tersebut terdiri dari padi, jagung, kacang hijau, kedelai, tebu serta masih banyak komoditi yang lain.

2. Perkebunan

Sektor perkebunan unggulannya adalah kakao, tebu, kopi, kelapa, cengkih, dan jambu mete. Sektor Pertanian komoditas yang diunggulkan adalah tembakau. Beberapa komoditas pertanian dan perkebunan lainnya adalah padi, ubi kayu, jagung, kacang kedelai, dan kacang tanah. Komoditas sektor perkebunan tahun 2009 menghasilkan tebu 12.985 ton, kelapa 3.915 ton, dan kopi 167 ton. Ketersediaan lahan perkebunan pada tahun 2011 yang sudah digunakan untuk cengkih seluas 2.876 ha, jambu Mete seluas 1.340 ha, kakao seluas 1.723 ha, kelapa seluas 6.108 ha, kopi seluas 580 ha, dan tebu seluas 2.466 ha.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x