Dean J
Dean J lainnya

Not A Bad Singer

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Drama dan Sensasi Ajang Pencarian Bakat

14 September 2018   01:11 Diperbarui: 19 September 2018   14:14 1188 3 1
Drama dan Sensasi Ajang Pencarian Bakat
Ilustrasi: www.jadiberita.com

Bahkan Hollywood yang penuh drama pun menyingkirkan drama itu sendiri demi kualitas!

Bicara tentang ajang pencarian bakat, tidak akan pernah ada habisnya. Belum lagi kalau kita harus membahas drama yang ditampilkan di layar kaca, lebih mirip sinetron daripada sebuah kontes-kontesan. Tentu saja, ajang putri-putrian dan stand up comedian tidak masuk dalam daftar ini. Sebab, harus diakui bahwa kedua ajang itu, biar bagaimanapun tetap harus mempertahankan kualitas pesertanya.

Untuk ajang lain, sebut saja ajang lomba menyanyi di televisi seakan mengutamakan drama daripada kualitas. Bagaimana tidak, di salah satu stasiun televisi setelah kontestan selesai bernyanyi, para pengisi acara yang lain lebih sibuk berkomentar mengenai kehidupan pribadi kontestan, atau bahkan berkomentar tentang hal yang tidak ada hubungannya sama sekali. 

Ibarat kata, demi memenuhi slot tayang acara tersebut dibungkus sedemikian rupa hingga akhirnya yang terjadi kontestan bernyanyi 3 menit, komentar dan lain-lain menghabiskan 30 menit. Hanya untuk satu peserta!

Hal ini sedikit mengingatkan saya pada American Idol 2018. Salah satu peserta punya drama yang unik dengan salah satu juri yang ada di sana. Namanya,Trevor Holmes. 

Pria yang sudah memiliki kekasih sekaligus mengidolakan Katy Perry yang adalah juri American Idol 2018. Entah disetting atau tidak, tapi dipertontonkan bahwa Katy juga tertarik dengan Trevor bahkan sejak awal audisi. 

Drama pun terjadi. Seandainya kejadian itu terjadi di Indonesia, bisa dipastikan Trevor Holmes akan lolos setidaknya sampai 6 besar. Demi rating yang menjadi dewa bagi kebanyakan stasiun televisi kita. 

Namun, di Amerika sana, Trevor bahkan terpental sebelum live show terjadi. Hal ini membuktikan, Amerika dan Hollywood yang dipenuhi drama pun tidak membutuhkan drama demi sebuah kualitas. Maka tidak heran, walau tidak sebesar nama Beyonce, tapi Kelly Clarkson dikenal dunia. Meski bukan seorang Michael Jackson, tapi nama Adam Lambert tidak terlalu asing setidaknya bagi kaum muda.

Memang benar, membandingkan Amerika dan Indonesia dari segi dunia hiburan bukanlah "apple to apple". Tapi sebagai kiblat dunia hiburan, bukankah seharusnya Indonesia mencontoh Paman Sam? Bukan konten, tapi konsep. Hingga akhirnya, masyarakat tidak terjebak pada hiburan yang meski tidak membosankan, tapi juga tidak benar-benar terhiburkan.