Dean J
Dean J lainnya

Not A Bad Singer

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mengapa Partai Demokrat Terang-terangan Bermain Dua Kaki?

11 September 2018   21:46 Diperbarui: 11 September 2018   21:57 590 0 0
Mengapa Partai Demokrat Terang-terangan Bermain Dua Kaki?
nasional.kompas.com

Ada resiko politik yang sangat besar bagi Partai Demokrat jika Prabowo -- Sandi menang pilpres 2019!

Yang harus dimengerti adalah, SBY merupakan seorang jendral dengan ahli strategi apik. Selain itu, kecuali pada pilpres 2004, tidak ada tokoh dengan jabatan setingkat mentri yang maju pilpres dan melenggang menjadi RI -- 1.

Artinya, kalaupun Prabowo menang pada pilpres kali ini, kalaupun Agus Harimurti di plot menjadi mentri nantinya, peluang merengkuh kembali kekuasaan pada 2024 sangat kecil. Bahkan, paling kecil dari semua tokoh yang akan berlaga disana kelak. Hal ini, mungkin yang membuat Demokrat mempersilakan kadernya mendukung calon manapun.

Bagaimanapun, kalau Prabowo menjadi RI -- 1 mengalahkan Joko Widodo sang petahana, bisa dipastikan PDI- Perjuangan akan kembali menjadi partai oposisi pemerintah. Sebagai oposan, besar kemungkinan Joko Widodo dan Puan Maharani adalah corong utama partai banteng untuk mengkritik pemerintah.

Maka, pada 2024 akan terjadi pertarungan yang sama. Jokowi melawan Prabowo, atau mungkin Sandiaga Uno jika Prabowo tidak mencalon lagi. Dimana posisi Demokrat dan AHY? Hilang!

Hal berbeda dipastikan terjadi, jika Jokowi kembali menjabat untuk periode ke -- 2. Maka pada 2024, dipastikan terjadi regenerasi kepemimpinan nasional.Prabowo mungkin tidak mungkin untuk mencalon lagi setelah kegagalan empat kali dideritanya.

Sandiaga Uno, namanya akan kembali ke daftar pengusaha terkaya di negri ini. Kecil kemungkinan Sandi akan bertaruh pada 2024 nanti. Akhirnya, hanya tersisa nama -- nama diluar Jokowi, Prabowo dan Sandiaga Uno.

Jika Prabowo menang pada pemilu presiden 2019, maka kemungkinan besar 2024 Jokowi kembali berlaga. Jika pada 2024 pun Jokowi kalah, masih ada 2029 yang benar -- benar bisa mengunci peluang AHY juga Demokrat sampai sepuluh tahun sejak pilpres 2019.

Kemenangan Joko Widodo pada 2019, akan membuka peluang pada Puan Maharani, Mahfud MD bahkan Agus Harimurti Yudhoyono untuk menjadi pemimpin selanjutnya. Siapapun pasti akan paham mengenai perhitungan politik seperti ini.

Tulisan ini bukan tanpa alasan. Terbukti, pada kekalahan Megawai pemilu 2004, membuatnya kembali bertarung pada 2009. Menutup peluang siapapun bahkan Prabowo saat itu. Bahkan lagi, pada 2014 kalau saja Jokowi tidak terlalu populer, besar kemungkinan Megawati lah terdorong untuk menjadi capres.

Selebihnya, dalam dua pemilu presiden tidak ada tokoh nasional menjabat setingkat mentri (selain SBY) yang menang. Jussuf Kalla yang adalah wakil presiden pada 2009 pun takluk dihadapan petahana. Hattarajasa yang adalah mentri pada 2014, kalah juga. Posisi mentri, tidak akan mampu menyelamatkan kiprah politik Demokrat.