Dean J
Dean J lainnya

Not A Bad Singer

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Ibu Pertiwi

13 Maret 2018   23:04 Diperbarui: 13 Maret 2018   23:10 140 0 0

Ringkih dia berjalan dalam getar bangsa yang porak poranda

Menangis pun tiada arti, sebab dia tak jua dihargai

Bagaimana putera - puteri saling menebar benci

Melupakan duka ibu pertiwi yang terkurung dalam sunyi


Masihkah ada cinta pada tanah ini

Tanah dimana darah tertumpah, air mata terjatuh pertama kali

Kenapa harus saling bergendang diatas anak bangsa yang tak berdaya lagi untuk menari

Mengapa jiwa haus kuasa demi tahta yang kelak ditinggal mati


Lihatlah kesana

Tatap dalam matanya

Ibu Pertiwi bagai wanita tua kehilangan anak - anaknya

Anak yang dibanggakan berharap kelak mengangkat drajatnya


Tidakkah kau malu

Ketika si asing mentertawakan perpecahanmu

Diam - diam mereka menyusup mencoba membunuh ibumu

Hingga akhirnya kau akan melihat satu lagi sejarah berlalu


Jangan!

Jangan kau sadar setelah nanti semua bubar

Jangan kau sedih setelah nanti bangsamu hanya jadi masa lalu yang sedih

Banyak sudah jadi bahan ajar

Agar kau putera - puteri bangsa, tidak tumbuh menjadi anak kurang ajar


Simpan!

Renungkan!

Gemetar suara pahlawanmu

Membebaskan tanah ini agar kau bisa saling melempar benci

Pekik sejarah itu; merdeka atau mati!

Tak ingin anak cucunya terpisah menjadi manusia tanpa hati


Lihat sekali lagi pada ibumu

Tanyakan pada hatimu

Haruskah kau terus menjadi pelacur kuasa

Atau sudah saatnya membunuh ego dan membangun bangsa