Mohon tunggu...
Damanhuri Ahmad
Damanhuri Ahmad Mohon Tunggu... Penulis - Bekerja dan beramal

Ada sebuah kutipan yang terkenal dari Yus Arianto dalam bukunya yang berjudul Jurnalis Berkisah. “Jurnalis, bila melakukan pekerjaan dengan semestinya, memanglah penjaga gerbang kebenaran, moralitas, dan suara hati dunia,”. Kutipan tersebut benar-benar menggambarkan bagaimana seharusnya idealisme seorang jurnalis dalam mengamati dan mencatat. Lantas masih adakah seorang jurnalis dengan idealisme demikian?

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Servis di Bengkel Tak Resmi Hasilnya Memuaskan

3 September 2022   18:24 Diperbarui: 3 September 2022   18:33 98 8 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Motor saya ketika diservis di bengkel tak resmi. (foto dok damanhuri)

Pakai motor sejak tahun 1999, saya lebih suka servisnya di bengkel tak resmi. Ada kepuasan tersendiri, karena kerja tukangnya bersih dan pandai.

Motor saya sudah sekian kali pula berganti. Mulai pakai motor, Cup 70, terus Super Cup, dan kini Astrea Prima. Semuanya jenis Honda.

Punya bengkel langganan, tapi tak resmi. Tukang bengkel itu pintar. Baginya, selagi bisa diperbaiki, tak mesti diganti ketika diservis.

Kadang, saking banyak belanja saya dari penggantian peralatan, dia tak mengambil upah. Begitu rasa kekeluargaan yang saya bangun dengan tukang servis tersebut.

Dia juga seorang orang siak, sama dengan saya, sehingga tahu dengan kondisi kehidupan saya. Terbangunnya hubungan sosial yang cukup tinggi antara saya dengan tukang bengkel di Sungai Laban, Nagari Kurai Taji Timur tersebut akibat seringnya saya menyervis motor saya di tempat dia.

Di bengkel resmi motor saya pernah juga melakukan servis motor sebelumnya, tapi tak sering. Karena servis resmi itu banyak main ganti saja.

Sepertinya, di bengkel resmi honda tak ada istilah perbaiki. Yang rusak sedikit harus ganti dengan yang baru. Kalau pun kita suruh perbaiki, hasilnya tidak sesuai, sehingga kita harus ulang perbaiki ke bengkel tak resmi.

Itu yang saya rasakan. Pengalaman panjang saya, karena sampai sekarang saya masih pakai motor dalam keseharian.

Namun, tak pula bengkel tak resmi itu pintar semua. Banyak pula yang kurang pandainya, dan malah main bangkung segala dalam soal upah dan beli onderdil misalnya.

Sebagai orang lapangan yang hampir tiap hari berkeliling daerah, masuk kampung keluar kampung, saya cukup tahu semua bengkel servis motor mana yang pemahal, dan mana yang pemurah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan