Mohon tunggu...
Daffa Ardhan
Daffa Ardhan Mohon Tunggu... Cerita, ide dan referensi

Menulis dalam berbagai medium. Tertarik dengan bacaan dan tulisan tentang sosial, politik, sastra, film, dan musik. Blog: http://daffaardhan.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sama-sama Tidak Tahu

15 Juni 2019   07:35 Diperbarui: 15 Juni 2019   07:39 0 2 0 Mohon Tunggu...
Sama-sama Tidak Tahu
sumber: steem.kr

Seseorang menjalani kehidupan yang kompleks. Tapi tak banyak orang yang menyadarinya. tiap individu nyatanya selalu punya rahasia yang di pendam. Di timbun dalam lubang yang terdalam. Tak ada seorangpun tahu kecuali dia dan Tuhannya.

Setiap orang tua mengetahui anaknya kuliah di luar kota, merantau, setahun kemudian pulang kampung. Anaknya tak pernah bercerita kesulitan-kesulitan apa yang ia hadapi semasa kuliah. 

Orang tuanya tidak tahu sedih, suka duka, marah, kecewa, lelah dan seribu perasaan yang ia rasakan. Yang mereka tahu anaknya kuliah seperti biasa seolah tak pernah menimpa hal buruk pada kondisi psikologisnya.

Begitu juga sebaliknya. Seorang anak belum tentu tahu semua masalah orang tuanya. Bahkan orang tua cenderung lebih tertutup dengan alasan tidak enak hati atau tidak mau membebankan sebuah masalah pada anak-anaknya. 

Cukup mereka sendiri yang tahu, anaknya sesekali menyadari kesedihan mereka, tapi tidak ada yang bisa dilakukan selain berdoa. Terkadang kesal juga jika tak mampu membantu. Tapi apa boleh buat? Posisi kita hanya seorang anak.

Ada seorang wanita menjalani hubungan dengan kekasihnya. Hubungan mereka terlihat baik, kemesraan di perlihatkan di media sosial, ucap sayang dan rindu di lontarkan sesering mungkin lewat mulut maupun jari-jemari di layar ponsel. Namun siapa yang tahu, salah satu diantara mereka (atau mungkin keduanya?) memiliki ketertarikan dengan orang lain.

Mereka menjaga rahasia ketertarikan itu sampai waktu yang tidak bisa di prediksi. Ada yang akhirnya hanya jadi pengagum karena tahu diri sudah punya pasangan, ada pula yang sampai memutus hubungan dengan yang lama lalu berpindah pada hati yang baru.

Dalam hidup ini kita sama-sama tidak tahu. Sama-sama menjaga rahasia untuk diri sendiri. Sama-sama menyembunyikan apa yang menurut kita harus disimpan dalam hati dan tidak ada satupun yang mesti mengetahuinya. Walaupun ada banyak orang yang senang curhat, senang bercerita tentang keluh-kesah hidupnya. Namun ada sebagian yang pasti dirahasiakan.

Terkadang kita tidak berhak tahu tentang masalah orang lain. Bukan berarti itu egois. Namun proses kehidupan yang dilalui seseorang memang harus dirasakan sendiri, dijalani sendiri, sesakit apapun itu. 

Sebab dari situ seseorang akan mengambil hikmah dan pembelajaran hidup lalu membawa mereka pada pendewasaan. Untuk apa? Agar mereka mengerti proses, agar mereka mengetahui pribadinya yang sekarang merupakan hasil dari tempaan keras di masa lalu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2