Mohon tunggu...
Daffa Annafi
Daffa Annafi Mohon Tunggu... Lainnya - -.-

-.-

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sidoarjo dengan Kebudayaannya

9 Mei 2020   12:32 Diperbarui: 9 Mei 2020   12:29 1678
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Mungkin kalau mendengar nama Sidoarjo ini kalian pasti langsung teringat dengan Bencana Lumpur Lapindo. Bagaimana tidak, Lumpur lapindo yang memakan banyak korban, baik gedung bangunan dan rumah penduduk dan juga nyawa manusia. Tapi kalian jangan mengira Sidoarjo hanya terkenal dengan Lumpur Lapindo. Sidoarjo terkenal juga dengan kebudayaannya juga lo... :p

Berbicara tentang kebudayaan, pasti di setiap daerah pasti memiliki kebudayaan mereka masing-masing dengan ciri khas yang berbeda. Seperti halnya di Sidoarjo yang juga memiliki kebudayaan dan juga keunikan tersendiri. Berikut beberapa kebudayaan yang ada di Sidoarjo :

1. Bahasa 

Nah bahasa yang berkembang di Sidoarjo ini adalah Bahasa Arek. Dimana Bahasa Arek ini menjadi bahasa keseharian di daerah Sidoarjo dan sekitarnya juga seperti Surabaya, Gresik, dan juga Mojokerto.

2. Tradisi 

a.) Lelang bandeng 

Nah lelang bandeng disini diadakan setiap setahun sekali, karena diadakannya tepat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tujuan diadakannya lelang bandeng disini selain menjunjung tinggi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga bermaksud untuk meningkatkan produksi ikan bandeng dengan pengembangan motivasi dan promosi agar petani tambak lebih meningkatkan kesejahteraannya.

Lelang bandeng di daerah Sidoarjo ini merupakan usaha dengan tujuan mulia, karena hasil bersih uang seluruhnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan melalui yayasan amal Bhakti Muslim Sidoarjo. Tradisi ini biasanya bersamaan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti Pasar Murah, berbagai macam hiburan tanpa dipungut biaya antara lain Band, Orkes Melayu, Ludruk, Samroh dan lomba MTQ tingkat Kabupaten. Nah Bandeng yang dilelang, dinamakan Bandeng Kawakan yang dipelihara khusus antara 5 - 10 tahun dan beratnya mencapai 7 Kg sampai 10 Kg per ekor.

b.) Nyadran

Di Indonesia khususnya di daerah Jawa pada bulan Ruwah ( Kalender Jawa ) ada tradisi yang dinamakan Ruwatan. Dimana bentuk-bentuk Ruwatan ini dapat berupa bersih Desa ,Ruwah desa atau lainnya. Di Sidoarjo, tepatnya di Ds. Balongdowo Kec. Candi ada tradisi masyarakat yang dilakukan setiap bulan Ruwah saat bulan purnama. Pada tahun 1994, tradisi ini jatuh pada tanggal 21 Januari.

Tradisi tersebut dinamakan Nyadran, Nyadran ini merupakan suatu adat bagi para nelayan kupang desa Balongdowo sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk kegiatan Nyadran berupa Pesta peragaan, dimana kegiatannya memperagakan cara mengambil kupang di tengah laut selat Madura.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun