Mohon tunggu...
Daffa Agung Narayana
Daffa Agung Narayana Mohon Tunggu... Mechanical Engineering Student

Mahasiswa Universitas Brawijaya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Permasalahan Handphone di Abad ke-21 dan Cara Mengatasinya

17 Desember 2020   15:21 Diperbarui: 17 Desember 2020   15:24 89 1 0 Mohon Tunggu...

Kenyataan yang ditolak kebanyakan orang adalah sulit menemukan sesorang atau sesuatu yang lebih menarik daripada handphone. Hampir kita semua menggunakannya dan sulit melepaskannya, namun kita semua sebenarnya sadar bahwa teknologi ini menuntut biaya yang tersembunyi.

Kecanduan HP bukan berarti bahwa kita terlalu sering menggunakannya, lebih tepatnya mengarah kepada kita yang memanfaatkannya untuk menghindari masalah. Karena HP mungkin kita akan merasa kesulitan untuk duduk di suatu ruangan dan membiarkan benak kita mengambang memikirkan tentang masa lalu, masa depan, dan membiarkan kita untuk merasakan rasa sakit, hasrat, penyesalan, dan kebahagiaan. Kita kecanduan HP bukan karena kita bergantung padanya, tetapi karena kita menggunakannya untuk hal yang lebih besar yaitu menghindari untuk memahami diri sendiri.

Tentu kita semua tahu bahwa kecanduan merupakan hal yang buruk. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan sebuah kebiasaan melarikan diri dari indah dan mengerikannya untuk memahami diri sendiri. Di abad 21 ini kita bisa mencari tahu banyak hal melalui HP kita. Kita bisa, jika ingin, mencari tahu berapa luas Indonesia atau siapa yang memenangkan Piala Dunia tahun 2010. Namun sumber informasi yang tak tebatas ini memiliki efek samping yang sangat disayangankan, yaitu kita lebih mengandalkan HP kita daripada diri kita sendiri. Yang perlu kita sadari adalah kita sebagai manusia bukannya tidak mampu untuk menyimpan banyak informasi, hanya saja ide dan pemikiran kita terkumpul dalam bentuk yang belum diasah yang dapat dikembangkan menjadi ide yang cemerlang, apabila kita memberinya cukup waktu dan perhatian.

Hampir dari permulaan waktu, manusia selalu menghargai kesempatan untuk berhenti dari urusan duniawi sejenak dan menenggelamkan diri dengan lingkungan sekitar. Kita ingin mendengarkan suara ombak menerpa karang atau menatap betapa luasnya langit, namun HP adalah musuh dari pengalaman-pengalaman semacam itu. HP selalu menganggu kita dengan menunjukkan dirinya di benak kita.

Kita mungkin sedang berada di puncak gunung atau di tepi pantai menikmati matahari terbenam, namun HP selalu mengingatkan kita untuk mengambil foto. Atau kita sedang berkumpul bersama keluarga di restoran, namun HP mengingatkan kita bahwa ada pesan dari teman yang belum dibalas. Tentu saja pengembangan HP tidak dimaksudkan untuk terjadinya hal tersebut, namun tanpa sadar mengambil manfaat yang dapat diberikan dari lingkungan sekitar kita.

Kita menggunakan HP secara konstan sebagai pengingat kita mengenai hal-hal tertentu. Namun jika kita renungkan lebih dalam, sebenarnya kita jadi lebih terikat mengenai hal-hal yang kita beri perhatian. Mungkin ada notifikasi untuk ulang tahun teman, janji temu untuk bermain bola, atau notifikasi pertemuan dengan sebuah komunitas. Tetapi ada hal yang harus selalu kita ingat, bahwa kita juga butuh waktu untuk merenungi diri sendiri. Kita perlu waktu untuk merenungi kekhawatiran kita sendiri daripada menderita rasa cemas yang disebabkannya.

Puncak dari segala hal di kehidupan ini adalah pertemuan kita dengan kematian. Kita tidak akan pernah tahu kapan hari tersebut akan datang. Bukan sisa waktu yang kita milikilah yang harus selalu kita ingat, melainkan fakta bahwa hari tersebut pasti datang. Oleh karena itu, perlu kita renungkan apakah seluruh hal yang kita lakukan setiap hari, termasuk bagaimana kita menggunakan HP, memiliki makna untuk menghadapi hari tersebut.

Handphone memang sangat menakjubkan, kecil namun memiliki banyak manfaat di abad yang sarat dengan kemajuan teknologi ini. Kita menganggapnya sangat canggih karena kita membandingkannya dengan masa lalu, bukan terhadap kemungkinan di masa depan. Memang HP adalah teknologi tercanggih yang dapat kita miliki bila kita hidup di abad ke-20, namun bila kita membandingkannya dengan masa depan yang ideal, HP merupakan teknologi yang sangat primitif. Kita masih jauh dari meciptakan teknologi yang sangat kita perlukan. Secara tidak sadar, HP telah mengaburkan pandangan kita mengenai hal yang sungguh kita butuhkan dengan kepuasan sekejap.

Mengenai hal tersebut, penulis bermaksud merefleksikan diri mengenai cara mengurangi kecanduan kita tehadap HP. Menurut buku Atomic Habits, ada 4 tahap dalam perubahan perilaku, yaitu cue, craving, response, dan reward.

- Menjadikannya tak terlihat (cue)

Pada 1971, masyarakat amerika dihebohkan dengan fakta bahwa 35% pasukan yang bertugas di Vietnam telah mencoba heroin. Lalu diciptakanlah Special Action Office of Drug Abuse Prevention  untuk melacak dan merehabilitasi pasukan yang pulang. Namun setelah penelitian lanjutan, didapati bahwa dalam satu tahun hanya 5% dari tentara yang pulang yang tetap kecanduan. Dengan kata lain, 9 dari 10 tentara tersebut bebas dari kecanduan secara seketika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN