Mohon tunggu...
Nur Terbit
Nur Terbit Mohon Tunggu... Jurnalis - Pers, Lawyer, Author, Blogger

Penulis buku Wartawan Bangkotan (YPTD), Lika-Liku Kisah Wartawan (PWI Pusat), Mati Ketawa Ala Netizen (YPTD), Editor Harian Terbit (1984-2014), Owner www.nurterbit.com, Twitter @Nurterbit, @IniWisataKulin1, FB - IG : @Nur Terbit, @Wartawan Bangkotan, @IniWisataKuliner Email: nurdaeng@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Pasien BPJS (2) -- Antrean Daftarnya yang Gak Tahan

7 Januari 2015   19:03 Diperbarui: 17 Juni 2015   13:37 5198
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_345162" align="aligncenter" width="700" caption="Foto: Nur Terbit -- Bagian informasi di RSUD Kota Bekasi"][/caption]

PAGI masih gelap saat berangkat menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk tujuan kontrol dan ganti perban pasca operasi putriku. Meski sudah berangkat pagi-pagi dari rumah, pasien yang menunggu antrean untuk berobat dan konsultasi dengan dokter sudah ratusan orang.

Mereka adalah pasien umum termasuk yang terbanyak adalah pasien dengan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial alias BPJS. Saya dapat nomor pendaftaran antrean yang ke-860.

Usai mendaftar, saya, istri dan anak yang mau kontrol ikut bergabung di deretan bangku ruang tunggu. Saya berdiri bersama pasien dan calon pasien yang tidak kebagian tempat duduk.

Biasanya kalau antrean pendaftaran sudah di posisi angka 800-an, besar kemungkinan akan mendapat giliran konsultasi dengan dokter antara pukul 13.00 - 14.00 WIB siang. Itu artinya harus menunggu hingga sore di RS. Fasilitas ruang tunggu dan bangku pasien yang terbatas, membuat mereka yang suddh sakit akan tambah sakit. Banyak pasien termasuk kakek-nenek terpaksa harus duduk di lantai.

Pihak RSUD harus buka mata buka telinga. Itu sebabnya sahabat saya: Abdullah Lahay menyemangati saya dengan kalimat, "Sabar Bang Nur Terbit, anggap saja sedang mengikuti ujian mental. Semoga Bang Nur dan putrinya diberi kekuatan dan ketabahan," katanya, meninggalkan komentar di status saya di facebook.

Saya hanya bisa menjawab, "Terma kasih pak Lahay," sambil berjanji akan terus mengirim laporan secara bersambung dari rumah sakit untuk publik dunia maya demi pertangungjawaban saya sebagai facebooker, blogger dan peserta BPJS (cieh...cieh...).

Demikian juga dengan Firdaus Pagagan yang prihatin dalam memberikan komentar. "Menyeridihkan, maka itu, saya mundur maju untuk masuk BPJS". Ngesti Setyo Murni juga mengakui, "Sudah sakit tetep harus diuji kesabaran ya bung Bang Nur Terbit ... Sabar.. sabar". R Gaper Fadli juga menimpali, " ... ulas terus".

Sahabat facebook lainnya, El Lite dan Fidia Wati, menimpali dengan komentar, "Ditunggu sambungannya pak". Sementara Mas Bengbeng menyindir dengan komentar,  "repotnya wartawan masuk RS, semua ditulisnya,,,hehehe".

Saya ahirnya setuju dengan pendapat Abu Bagus. "Mengapa ya semua fasilitas layanan publik selalu keleleran, amburadul dan berantakan. Mengapa ya?" Lalu Ali Label memperkirakan, "mungkin 5 tahun lagi baru lebih baik, masalah utamanya ada di jumlah orang sakit tidak sebanding dengan tempat pelayanan kesehatannya".

Usamah Kadir dari Makassar mulai meragukan pelayanan kesehatan dengan fasilitas BPJS. "Kayaknya memang BPJS hanya melayani pasien yang punya penyakit direncanakan, bukan penyakit dadakan hahaha..."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun