Dadan Budi
Dadan Budi

dadanbudi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Bobsadinoisme

13 Oktober 2017   13:20 Diperbarui: 13 Oktober 2017   21:00 368 0 0

Pada postingan sebelumnya dibahas mengenai membangkitkan jiwa ksatria sukarelawan pendidikan, kali ini saya bagikan kutipan hasil wawancara orang lain dengan narasumber Bob Sadino. Kutipan ini syarat dengan pandangan Bob Sadino terhadap dunia usaha, sehingga saya menamainya Bobsadinoisme. Jika Anda belum mengetahui profil beliau tinggal cari saja di Wikipedia. Kalimat yang ditandai [ ... ] adalah pernyataan pewawancara. Langsung saja:

Bob Sadino berkata, "...Oleh karena dari semua a.. badan-badan atau kelompok-kelompok yang mengusahakan untuk mengembangkan entrepreneur tuh, saya kira cukup ya. Cukup Dalam arti kata ada Mas Budi, ada mas ... banyak lah yah. [ya] Tapi kesimpulan saya memang He.. mereka-mereka itu ketika saya mengada.. meng..hadiri seminar-seminar mereka itu, ya seolah-olah a.. untuk menjadi entrepreneur tuh buanyak sekali syaratnya sehingga ya ya ss.. mereka tuh sulit untuk menjadi.. untuk masuk entrepreneur onya.. ada orang-orang yang menulis buku-buku tentang entrepreneur dan sebagainya, dipaparkan buku-buku itu di papan tulis, saya pikir-pikir kalo begiini kapan orang mau jadi entrepreneur! Nah ironisnya mereka-mereka yang katanya bisa menjadi seorang menjadi entrepeneur dan lain dia sendiri bukan entrepreneur!!! Lha ironisnya ya ..mas ya ha [hahaha] dia sendiri bukan entrepreneur, Jadi bagaimana gak ada penghayatannya gimana dia bisa nulis buku-buku itu. Jadi saya kira ini yang salah adalah sesungguhnya kita harus mulai membebaskan diri kita dari tiga.. ini udah ada direkam ya? [sudah ada] udah ma.. masuknya bab sekarang. [bagus] oke, kita deketken aja sini, Jadi ada.. ada tiga hal sebetulnya tiga titik yang sebelum kita bergerak itu yang kita harus coba membebaskan diri dari.. dari itu. PERTAMA, ANDA HARUS BEBASKAN DIRI DULU DARI RASA TAKUT. ITU SATU. KEDUANYA ANDA BEBAS UNTUK MENGHARAP YA. [BEBAS..] BAIK KITA [BEBAS BERHARAP] ya BEBAS BERHARAP LAH YA. [YA] A.. KETIGANYA KITA BEBAS KITA PUNYA  KEBEBASAN M.. MEMBEBASKAN BELENGGU YANG ADA DI OTAK KITA YANG NAMANYA JALAN PIKIRAN. Jalan pikiran, the way of thinking itu, kenapa otak kita tuh dibelenggu? Oleh karena Anda mulai dari SD dulu sekolah. Terus ke SMP ke SMA ke tingkat akademis, itu yang Anda kumpulkan sebetulnya apa? Informasi-informasi ya! [ya] Ya betul? [ya] lha informasi ini adalah mencerita te.. menceritakan sesuatu atau menggambarkan sesuatu yang sudah terjadi kemaren kan? [ya ya] atau minggu lalu kan? [betul] atau bulan lalu kan? [ya ya] atau setaun lalu kan? [ya] atau kejadian yang sudah lama sekali. [ya] lha kalau diibaratkan roti, roti yang udah seminggu itu.. udah gimana? [ya] keadaannya? [hahaha] Udah agak [kadaluarsa ya?] Kadaluarsa ya. Kalau setaun, setahun yang lalu gimana? Roti busuk [busuk] ya kan? [haha] lha otak-otak kita nih isinya roti busuk gitu lho! Ya. Dan kalo.. kalo ibaratnya kita mengumpulkan informasi, itu nggak bedanya kita tuh menjadi pemulung. Pemulung apa, pemulung sampah. Sampah karena informasi tuh udah ke.. udah kejadian kemaren kan? Jadi ini otak kita adalah kita jadi pemulung. Pemulung apa, pemulung sampah. Apa artinya, otak kita isinya penuh sampah! Hahahaha. Sick off, sick off artinya bisa.. bisa berontak gitu ya, dari Anda bekerja untuk orang lain sekarang jadi mandiri, itu kan Anda karena Anda membebaskan diri dari tiga titik ini kan? [ya] Anda tidak merasa takut, Anda tidak pernah mengharap, Anda juga tidak diatur oleh jalan pikiran otak Anda kan? [ya] Ya kan. Jadi kan kalo orang rata-rata lah ya, untuk menjadi Anda itu kan, saya punya tujuan dulu, udah tujuan [planning-planning] udah karena punya tujuan planning-planning-planning-planning. Anda punya pengalam dari rencana-rencana seluruh rencana yang Anda buat, seumur hidup Anda itu, tidak ada satu pun yang terjadi sesuai dengan rencana Anda, [ya] jadi Anda buang kan rencana itu. Udah pokoknya saya melangkah kemana jadinya kemana sampainya terserah. Kan gitu. Artinya apa? Anda tidak dibelenggu oleh jalan pikiran Anda ya, mesti ada tujuan, mesti ada planning, ya kan? Mesti segala macem itu buang, dan kembali lagi, Anda nggak takut miskin kan. Anda nggak takut rugi kan. Anda gak takut menghadapi resiko kan. Ini makanya tiga titik itu jadi penting sekali untuk dibuang. Dan Anda tidak mengharapkan apa-apa kan. [ya] mau sukses ke, mau jadi ke, mau nggak jadi ke, [ya] jalan aja kan. [betul] bener kan? [betul] udah. Kalo gitu saya udah telanjangin Anda kan? [haha] jalan pikiran Anda saya sudah telanjangi kan? Dan ini ternyata sama Anda cocok kan? Pas cocok bener kan gitu? [ya] ini udah jadi sesuatu yang bisa direkam jadinya gitu lho, untuk dibagi sama temen-temen lainnya gitu. [ya ya] wah temen-temen lainnya diajarkan sama yang gak tahu yang namanya lembaga-lembaga atau sekolah-sekolah kewiraswastaan itu, itu bohong gede menurut saya. Satu itu,  keduanya itu membikin sulit orrang lho! Saya mau jadi wiraswasta kok saya harus belajar begini, belajar begini, belajar begini. [iya bikin bussiness plan] Bikin.. Wah sulit gitu lho, sulit. [kenyataannya memang a.. unsur keberanian, tadi unsur] berulang kali mengatakan bahwa punya kemauan, kemauan aja tidak cukup harus punya tekad yang bulat atau komitmen, bahkan yang lebih berat lagi adalah yang namanya determination, determination itu wah ssak lebih kuat dari komitmen gitu ya. Nah pokoknya [semacam anu] semacam determine lahya. Pasti saya mau gitu kan. [haha] nah itu a.. yang saya katakan a.. ibarat bahwa kemauan itu mobilnya, terus tekad yang bulat atau determination itu adalah bensinnya, itu mobil itu belum bisa jalan. Nah ada faktor ketiga yang diperlukan adalah ada keberanian untuk mengambil peluang. Ada keberanian untuk mengambil peluang!! Nah kalo.. [karena peluang ini sebenarnya hadir disetiap orang?] berjuta-juta jangankan hadir, di badan Anda itu ada sejuta peluang [ya] yang dibawa kemana-mana. Apalagi yang di luar badan kita tuh udah berjuta-juta peluang. Tapi yah percuma kita ngomong peluang, kalau kita nggak berani mengambil salah satu gitu. Anda hanya.. hanya butuh mengambil satu peluang dari s.. berjuta-juta peluang itu dan Anda pertanyaan berani apa nggak gitu [ya] Nah sekarang saya kembali lagi pada Anda ketika Anda bekerja untuk orang lain, Anda punya keberanian, aass.. saya nggak mau bekerja ama dia saya mau mandiri itu kan yang Anda punyai kan? [iya] dan itu modal yang besar sekali kan [ya]. Nah jadi a.. itu udah bisa jalan, ya. Nah tapi belum masuk kategori atau klasifikasi entrepreneur, faktor ke empatlah yang menentukan bahwa Anda jadi entrepreneur, apa? Anda berani, Anda tidak cengeng, Anda tahan banting. Jadi faktornya adalah mau, determination, tekad, keberanian mengambil peluang tidak cengeng dan tahan banting, bener kan pada awal-awalnya Anda dibanting-banting kan? [hahahaha] bener kan? [bener] rremek kan? [rhemk] oke. Nah faktor penutup ini saya kira yang paling penting. Kenapa lalu kita saya mengatakan ah saya nggak pernah punya tujuan, dan tidak punya rencana? Saya ada yang Maha Perencana untuk saya kok,   Master Planner, saya punya Master Planner. Saya tinggal ngikuti apa yang dimau so.. oleh Master Planner ya. Tapi harus punya kendaraan untuk mengikuti itu, ikhlas. Ikhlas iya kan. Nah sebelum ikhlas kamu harus percaya dulu bahwa ada Master Planner kita yang namanya iman. Nah setelah kita iman, percaya bahwa Dialah yang membuat rencana buat kita, apapun jelek dan buruknya itu dia yang paling bagus. Yang paling tepat, yang Paling.. meng.. Maha Mengetahui. Yaitu harus kalau lagi ditimpa kejelekan dan a.. [kegagalan] kesulitan, kegagalan serba negatif, ya Anda harus terima itu sebagai bagian daripada hidup Anda yang sudah ditentukan dari sana. [Ya. Pak Bob, ini mungkin a.. yang sering mengapa tidak memulai dari] Pasti takut, kenapa, otaknya makin banyak sampahnya. [hm.. iya] ini yang saya katakan bahwa orang-orang itu dibelenggu oleh jalan pikirannya sendiri. Iya kan. Pasti takut oleh karena dia tidak bisa membebaskan diri dari belenggu itu. [ya] jadi saya kembali ke faktor pertama yang tiga titik tadi. Jangan takut dan jangan berharap dan harus bebas berpikir, tidak dibelenggu otak kita dengan jalan pikiran kita. Iya kan. Ya jadi kembali lagi ke.. ke tiga titik ini. Takut, berharap, dan a.. belenggu jalan pikiran kita. Pertanyaan Anda kan, makin tinggi orang belajar, makin takut [ya] karena di pelajaran itu semua sampah yang mengatakan, "oo kamu kalau mau begini harus beginian!" Ad.. terlalu banyak atau setiap kali mau apa-apa itu ada perkataan harus. Dari awal saya udah bilang kan, bebaskan diri dari segala tekanan selemah apapun. Jadi bagi kita entrepreneur tidak ada perkataan harus. Bebas mengalir gitu. Kalau sudah masuk unsur harus begini harus begini harus begini, gak jalan! [atau malah terbelenggu ya?] malah.. jadi terbelenggu. Karena kamu harus begitu, padahal saya gak bisa begitu, ya udah nggak jalan kan? Nah selain sesudah kita bebaskan dari itu dari semua-mua itu, yang terrpenting dan paling penting, untuk memulai, lupakan segala teori lupakan segala apa macem, bertindak! Artinya me-lang-kah! Ya sudah besok melangkah satu lagi gitu, besok melangkah satu lagi. Kenapa kita nggak berani melangkah? Kalo orang-orang yang belajar ekonomi ada yang namanya skala ekonomis, ya [hahahaha] kalau tidak sebesar itu ya buat apa usaha, ya kan? [ya] untungnya Cuma cu.. buat makan aja nggak cukup gitu ya. Wah itu namanya belenggunya masih tek itu.. masih bekerja itu. Dia masih terbelenggu. Ya kembali lagi jangan takut, namanya satu langkah kok. Atau silahkan pilih mau lima belas langkah tapi kaki patah-patah gitu, silahkan gitu lho. [hahaha] Iya kan? [ya ya] [berarti disini kalo.. ada kurikulum yang salah donk dalam perkuliahannya pak ya sekarang ada kuliah kewirausahaan gitu di setiap perguruan tinggi kurikulumnya itu.. ] Omong kosong yang namanya kuliah kewirausahaan ada sekolah kewirausahaan, omong kossong semuanya. Untuk menjadi wiraswas.. begitu gampangnya sehingga melangkahlah satu langkah! Nah yang gampang itu banyak orang nggak percaya, ya terserrah gitu. Karena banyak orang yang terbelenggu otaknya mau jadi wiraswasta harus begini harus begini harus begini, nah sekarang nggak ada keharusan kamu mau minum apa gitu aja.  [hh] [hahahaha] berkata harus itu wiraswasta, jadi pertanyaan kamu itu ya ada keso.. ada sekolah kewiraswasta.. itu omong kossong semuanya oleh karena itulah belenggu-belenggu yang makin erat gitu. Yang mengunci kita u.. tidak bergerak itu adalah informasi-informasi seperti itu gitu lho. Jadi orang-orang yang mencoba menulis buku tentang wirausaha and keuangan, yang.. ya ini majalah ya cuma.. Cuma [cupilikan-cupli..] cuplikan-cuplikan dan wadah aja gitu. Jadi wisa.. wirausaha ini tidak ada sekolahnya. Yang ada tindakan. Orang sepintar kayak apapun orang yang paling pinter gak bakalan dia jadi.. jadi wirausaha, malah cenderung orang yang pinterr gak akan jadi wiraswasta. Gak akan. Orang swisa.. wiraswasta yang asli itu adalah orang-orang yang gak pernah sekolah, yang goblok-goblok. [haha] bener, bener. Udah baca kan bukunya? Mau kaya? Buat apa sekolah. [hahaha][udah baca] sekarang saya balik, kamu sekolah? Kapan kayanya. [ya hahaha] kan gitu. Sederhana kok itu ya kan. Ya kamu punya pertanyaan apa lagi? [nggak tadi ada disini dikatakan bapak, ikhlas gitu ya. Ikhlas menerima apapun. Itu seperti apa pak? Apakah ditipu orang ataukah..] di dalam perjalanan, [hahaha] itu macem-macem, keluar air mata darah, [haha] keluar keringat, kekecewaan yang segunung, kendala yang macem-macem. Itu adalah bagian intgra.. integral dari kehidupan kita yang tidak bisa dilepaskan. Kenapa orang tidak mau menerima, kenapa orang tidak ikhlas mau menerima kekecewaan ya, a.. air mata darah dan.. kenapa? Karena te.. tidak illing. Illing apa? Didunia ini semuanya serba seimbang. Ada hitam ada putih, ada salah ada benar, ada siang ada malam, jadi kalau Anda terima ini, ada juga sebelah sananya donk. Anda kan tidak tahu, dibalik kekecewaan itu ada hikmah yang sangat besar. Itu nggak kelihatan. Jadi orang menghindar, kesulitan ya dia juga nggak dapat hikmah donk. Ini sebetulnya mudah saja menerangkannya sangat mudah. Jadi ama kendala yang namanya kesulitan, itu dipeluk dibelai-belai gitu. Jangan ditolak jangan dibuang. Itu bagian dari hidup yang kamu berdoa sama Yang Maha Kuasa, dari malam sampai pagi, sampai malam sampai pagi lagi untuk terhindar dari kendala, nggak bisa itu memang bagian dari kamu kok. Dia akan tetap memberikan, kenapa? Karena dibalik itu ada hikmah. [pak bob kalo pada titik tertentu, seseorang a.. punya modal usaha gagal habis modalnya itek sampe mentok-mento mento.. haha] karna orang inii [ya] menterjemahkan modaal, [ya] hanya dengan materi. Ajan.. ada meja tuliis, ada pena, ada pacul ya, ada tracktor ya, itu semua benda-benda yang bisa diliat, yang bisa diraba ya? Lha modal yang Anda harus punyai ya modal yang saya berikan tadi, yang lima tadi. KEMAUAN, TEKAD, ya kan KEBERANIAN MENGAMBIL PELUANG, TAHAN BANTING DAN TIDAK CENGENG, BERSYUKUR PADA TUHAN DAN BERGUNA BAGI ORANG BANYAK, inilah modal yang u dipunyai. Kalo Anda gak punya modal ini, saya kasi Anda 100.000.000.000,- besok Anda gendeng [hahahaha] gila, gitu lho, iya kan? Haha [haha] itu pasti gila Anda. [haha] jadi gila haha, karna gak tau mau apa. Ya sebetulnya ko.. di.. menterjemahkan modal, itu selallu kita mulai dengan modal yang bahasa Inggrisnya intangible. Intangible itu tidak keliatan. Nah tadi meja tulis, pena, pacul, tracktor, itu semua tangible! Yang bisa dihitung, yang bisa diraba, yang bisa diliat, itu tangible! Artinya apa semua itu, uang. Uang bukan yang pertama, dan juga bukan yang terpenting ya. Jadi Anda katakan tadi ada orang a.. melorot [melor..] iya kan? [habis.. kehabisan..] kehabisan, udah kempes dia. Karna dia nggak punya modal yang pertama. [ya ya] Kalo dia punya modal yang pertama habis-habisan, dia masih orang tahan banting. Saya jalan lagi, makanya menurut saya itu jangan dengan modal uang dulu, modal yang intangible tadi, itu modal yang utama. Nah orang ini banyak yang belum tahu bla.. banyak yang belum sadar, bahwa itu tuh modal gitu. Orang selalu menterjemahkan modal tuh duit itu yang paling salah. Ya [ya] apalagi? [selalu duit gitu] [ya] jadi modal itu bukan duit, yaitu yang tidak keliatan yang saya katakan tadi gitu. [Tapi selama ini kan kelu UMKM kan, para pengusaha-pengusaha itu selalu pemasaran dan permodalan nah itu gimana itu pak? Haha, mereka selalu mengeluarkan itu..] kan Anda datang ke saya, [haha]  nanya Bob Sadino, Bob Sadino jawabnya gini. Kalau orang lain tu mengajarkan wah u UKM apa segala macam modal beser.. pemasaran, nah itu jangan dibicarakan lho itu masuk kesulitan yang Anda harus ambiil gitu lho. [bagian dari.. ] bagian dari hidup Anda gak bisa jadi wiraswasta, kalo Anda tidak bisa menerima kesulitan itu, kutara nggak ada modal dia mulai tidak pake modal, saya mulai nggak pake modal, bahasa Betawi bilang modal keler [hahaha] [hahaha] hahaha, modal kan? Nah itu [hahahaha] dia saya usaha nggak pake modal kok,  dia berani [hhm] nah inilah saya kira kekeliruan yang saya katakan jalan pikiran dan informasi kan [ya ehhm] Orang itu dapat informasi, kamu kalo mau berusaha harus punya modal donk, iya kan. Kamu harus berusaha harus gak boleh rugi donk, itu informasi kan, nah itulah sampah, sampah. [ini masih ada satu hal yang sampah itu yang belum kita bersihkan itu Pak Bob, itu artinya..] sampah tidak harus selalu dibersihkan, tugas Anda bagaimana mengolah sampah itu jadi pupuk, atau Anda keluar dari celah-celah sampah-sampah tadi. Sampah itu mau tidak mau Anda dapat setiap detik Anda dapat sampah mau tidak mau. Tapi tadi kan saya katakan Anda harus bebas berpikir. [ya] Umpamanya sampah yang masuk ke otak Anda, kamu kalo ngomong di depan perusahaan, tujuan kamu apa harus jelas, karena tujuannya jelas rencana kamu mengarah ke tujuan itu apa harus jelas juga. Lha tadi saya bilang kan, saya manusia bebas untuk [ya] ber.. memilih kan, [menentukan apapun] ada orang yang semua terjebak dengan itu. Saya nggak milih itu, saya milih saya nggak, saya hidup nggak pake tujuan. Saya milih nggak pake rencana, ya bebas kan saya. Kalo semua orang mengikuti jalan pikiran, nah itu tadi, jalan pikiran itulah yang nama.. saya katakan sampah. [ya] saya bebas untuk tidak memilih punya tujuan, dan tidak memilih karena tidak punya tujuan, harus ada rencana. Saya milih yang itu gitu. [ya] Lha ini yang saya katakan kebebasan berpikir. Saya bebas dan jalan pikiran kita yang udah merupakan sampah dan kotoran. Lha kalo kita ngikut itu, ya kita ke.. ambles ke.. kecebur kotor."

Itulah yang bisa saya bagikan pada postingan kali ini. Semoga bermanfaat!