Mohon tunggu...
PRIADARSINI (DESSY)
PRIADARSINI (DESSY) Mohon Tunggu... Karyawan Biasa

penikmat jengQ, pemerhati jamban, penggila serial Supernatural, pengagum Jensen Ackles, penyuka novel John Grisham, pecinta lagu Iwan Fals, pendukung garis keras Manchester United ....................................................................................................................... member of @KoplakYoBand

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Biodiesel B100 adalah Solusi Biar Tak Impor Lagi

15 April 2019   20:35 Diperbarui: 16 April 2019   10:13 0 10 7 Mohon Tunggu...
Biodiesel B100 adalah Solusi Biar Tak Impor Lagi
Menteri Pertanian sedang mengisi bahan bakar traktor | dok pribadi

Hari ini aku berkesempatan hadir dalam satu acara keren. Acara yang menampilkan inovasi yang menakjubkan agar kelak Indonesia bisa tak perlu lagi impor bahan bakar diesel, bahkan malah bisa ekspor.

Terus terang aku selama acara ini takjub, ternyata ada bahkan mungkin banyak orang Indonesia yang punya kemampuan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia yang sangat kaya.

Peresmian Biodiesel B100 | dok pribadi
Peresmian Biodiesel B100 | dok pribadi
Biodiesel B100 ini merupakan bahan bakar masa depan, dengan bahan baku CPO (Crude Palm Oil) atau minyak kelapa sawit mentah. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia merupakan penghasil CPO terbesar di dunia dan memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di dunia. Menurut data tahun 2018 luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah 14.327.093 ha. Semoga nggak pada dibakar-bakarin dan semoga makin banyak lagi perkebunan kelapa sawit di Indonesia, mengingat potensinya.

Kementerian Pertanian sebagai pengembang dari teknologi ini, telah melalui penelitian yang panjang. Kepala Litbang Kementerian Pertanian mengatakan untuk pengembangan kelapa sawit sendiri, Kementerian Pertanian sudah mempunyai 3 paten, sekarang akan menjadi paten yang ke-4. Menurut Menteri Pertanian, pengembangan energi baru terbarukan ini, sesuai dengan permintaan Bapak Presiden Joko Widodo.

Bapak Menteri Kementan saat mengisi bahan bakar B100 pada kendaraan | dok pribadi
Bapak Menteri Kementan saat mengisi bahan bakar B100 pada kendaraan | dok pribadi
Dalam tahap penelitian, Biodiesel B100 ini sudah diujicoba yang sudah dilaksanakan selama 2 tahun pada 50 kendaraan dan juga traktor. Beberapa mobil sudah memiliki jarak tempuh sekitar 6.000 KM. Dan selama ini aman dipakai.

Hari ini Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, meresmikan Ujicoba Biodiesel B100. Ujicoba ini rencananya akan dilaksanakan selama 1-2 tahun ke depan. Jadi sementara digunakan untuk semua mobil dinas Kementerian Pertanian juga untuk traktor-traktor petani. Sebelum nantinya akan diproduksi massal. Yang selanjutnya akan bekerjasama dengan Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dan Kementerian Perindustrian. 

Sedikit info tentang Biodiesel B100 | dok pribadi
Sedikit info tentang Biodiesel B100 | dok pribadi
Bapak Menteri juga mengatakan Biodiesel B100 ini adalah mimpi Indonesia, karena kelak bila sudah diproduksi massal dan mencukupi kebutuhan bahan bakar dalam negeri, maka Indonesia bisa menghemat devisa hingga 150 triliyun rupiah. Emejing kaaan...

Biodiesel B100 ini bisa dikatakan sangat menjanjikan, sebuah inovasi masa depan. Mengapa? Karena B100 ini ramah lingkungan, tadi pas diujicoba pada traktor, tak mengeluarkan asap dong. Selain itu lebih hemat biaya dan efisien. Kalau kita pakai bahan bakar solar jarak tempuh 9,6 KM per liter, sedangkan kalau kita pakai Biodiesel B100 jarak tempuhnya 13.1 KM per liter.

Saat berbincang santai dengan Bapak Menteri | dok pribadi
Saat berbincang santai dengan Bapak Menteri | dok pribadi
Nantinya tentu produsen-produsen traktor harus menyesuaikan mesinnya dengan Biodiesel B100. Agar berkesinambungan. Dan pihak Kementerian Pertanian juga sudah berkordinasi dengan pihak produsen tentang hal tersebut, dan untuk sekarang pihak produsen mengatakan penggunaan Biodiesel B100 tidak akan menggugurkan garansinya. Tentu kedepannya akan ada pengembangan-pengembangan lagi secara bertahap, agar menjadi maksimal pemanfaatannya.

Dan dengan pengembangan Biodiesel B100 ini, meningkatkan kesejahteraan dan kinerja perkebunan kelapa sawit. Asosiasi Petani Kelapa sawit melaporkan sekitar 20 juta orang menggantungkan hidupnya pada perkebunan kelapa sawit di tahun 2019. Itu artinya menurut Kementan, penurunan angka kemiskinan mencapai 0,6% dari total petani sawit. Dan juga berarti sejak kebijakan peningkatan produksi biodiesel, penurunan angka kemiskinan mencapai 1,5 kali lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional. Hal ini tentu berdampak positif secara sosial dan ekonomi negara.

Aku jadi optimis dengan masa depan Indonesia, salah satunya ya inovasi yang Biodiesel B100 ini. Dan aku yakin, pasti banyak lagi inovasi-inovasi lain, yang akan membuat Indonesia jadi negara yang akan diperhitungkan nantinya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2