Mohon tunggu...
Wahyu Tanoto
Wahyu Tanoto Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Menuangkan gagasan melalui tulisan

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Menyambangi Istana Ratu Boko

11 November 2022   15:04 Diperbarui: 11 November 2022   15:13 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Padang rumput di komplek istana boko. Dokumentasi pribadi

Cuaca mendung yang semenjak pagi menyapa, tidak mengecilkan niat saya sekeluarga untuk mengunjungi Candi Ratu Boko, salah satu peninggalan peradaban masa lalu yang megah di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Berjarak sekitar 16 km dari tempat tinggal kami, Potorono, Banguntapan, Bantul. Kami berangkat bertiga; istri, anak dan saya sendiri pada pukul 10.30 WIB.

Berboncengan mengedarai sepeda motor matic suzuki address warna putih tahun 2016. Jalanan aspal mulus dan ramainya lalu lintas di sepanjang jalan wonosari, Piyungan, Bantul hingga lokasi, membuat waktu tempuh tidak sesuai prediksi. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB lewat 10 menit.

Selama di perjalanan, anak saya, Zeea Astungkara ternyata tertidur lelap. Mungkin karena efek mengantuk setelah makan bubur ayam kesukaannya.

Oiya, kebetulan ini adalah kunjungan ketiga kami ke Candi Ratu Boko. Kunjungan pertama seingat saya ketika usia Zeea masih usia sekitar 3 tahun, kunjungan kedua berumur 4 tahunan dan hari ini Sabtu 22 Oktober Zeea berusia 5 tahun 7 bulan.

Jalanan di Bokoharjo menuju candi berupa aspal dan beton, dan ada yang berlubang serta retak-retak tipis, namun inilah seni mbolang dan bukan kesulitan berarti. Bagi saya, yang agak ngeri sebenarnya jalan cor curam ketika mendekati parkiran.

Jantung kami sempat berdegup lebih kencang dari biasanya. Memang ada papan peringatan jalan curam dari pihak pengelola candi, yakni Taman Wisata Candi atau TWC.

Area timur pembelian loket. Dokumentasi pribadi
Area timur pembelian loket. Dokumentasi pribadi

Dari area parkir yang ditunggui satpam, kami dapat mengedarkan pandangan ke sekeliling. Semuanya serba hijau. Kecuali bebatuan yang memenuhi tembok pondasi bangunan parkir dan sekretariat TWC.

Lalu kami bertiga ke loket untuk membeli 3 buah tiket masuk candi. Dengan ramah penjaga loket menyapa kami dengan ramah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun