Mohon tunggu...
Cucu Siti Hodijah
Cucu Siti Hodijah Mohon Tunggu... Guru - Saya guru kimia di SMA Negeri 1 Ngamprah Kab. Bandung Barat

Saya berstatus menikah dengan tiga anak yang semuanya laki-laki. Hobi saya membaca dan menulis. Saya mulai mengajar pada tahun 1991 di SMAN Losarang Kab Indramayu, pada tahun 1997 saya pindah tugas ke SMAN i Lembang. Pada tahun 2009 saya pindah tugas kembali ke SMAN 1 Ngamprahsampai sekarang

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Awalnya Dipaksa, Akhirnya Ketagihan

4 Desember 2022   13:19 Diperbarui: 4 Desember 2022   13:24 299
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Saya seorang guru SMA yang bekerja dari tahun 1991, dengan lokasi sekolah yang sudah berpindah sebanyak tiga lokasi dikarenakan jarak dari rumah yang cukup jauh dengan dua sekolah sebelumnya. Alhamdulillah jarak sekolah saya yang sekarang dekat dari rumah.

Awal saya mengajar sampai awal tahun 2022 kegiatan mengajar saya hanya sebatas kegiatan di kelas, mengerjakan administrasi, dan kegiatan lain yang menunjang kemajuan karir saya. Tetapi di tahun 2022 kami para guru PNS di lingkup Provinsi Jawa Barat diwajibkan melaksanakan absensi secara online di aplikasi K-MOB, melaporkan aktivitas harian dan Indikator Kinerja Individu (IKI) dalam bentuk video yang harus diunggah di akun Youtube kemudian linknya dituliskan pada aplikasi TRK.

Ketika absensi di K-MOB dan aktivitas harian diperintahkan untuk dilaksanakan, kami para guru masih bisa menerima tugas tersebut meskipun yang malas mengerjakan tetap ada. Tetapi ketika kami diwajibkan untuk membual laporan IKI dalam bentuk video yang terdiri dari masalah pembelajaran dan media pembelajaran, banyak guru yang merasa keberatan dan tidak sanggup untuk melaksanakan tugas tersebut termasuk saya. 

Karena tidak senua guru mampu membuat video apalagi harus mengunggahnya di youtube, terutama untuk guru yang usianya di atas 50 tahun. Akan tetapi itu sudah merupakan kewajiban kita sebagai PNS dengan terpaksa saya pun melaksanakan tugas tersebut.

Pertama saya membuat video pembelajaran dan permaslahan pembelajaran, saya meminta bantuan siswa untuk merekam ketika saya sedang  mengajar dan menjelaskan permasalahan pembelajaran. Kadanga saya menyampaikannya dalam bentuk Power Point. Media yang saya buat merupakan tampilan yang standar saja karena baru tahap itu yang saya bisa, untuk mengunggah video ke Youtube Alhamdulillah saya pernah mengikuti diklat yang dilaksanakan oleh PT. Telkom sehingga tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Pada saat saya ditugaskan oleh kepala sekolah menjadi koordinator TRK dan harus memvalidasi video IKI dari rekan sejawat, saya banyak melihat Power Point yang menarik dalam tampilan video tersebut terutama video dari guru-guru muda. Saya merasa tertantang untuk bisa membuat media yang menarik seperti yang di lihat, tidak peduli seberapa susah pembuatannya.

Kemudian saya mencari tutorial pembuatan Power Point yang menarik di Youtube, dan saya mengikuti tutorial tersebut dengan cara  menonton video sambil mempraktikkan pembuatannya. 

Awal mengikuti tutorial sangat sulit,perlu ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi. Bahkan sampai tutorial tersebut saya ulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang sama. 

Saya terus berusaha untuk membuat media yang menarik sampai akhirnya berhasil membuatnya. Setelah satu kali saya dapatl membuat media yang menarik, saya menjadi ketagihan dan terus mencari lagi tutorial pembuatan Power Point. Sampai jumlah power Point yang saya buat cukup banyak dengan tampilan yang bervariasi.

Ternyata segala sesuatu kalau kita lakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh tidak akan terasa sulit, kita akan melakukannya dengan gembira. Contohnya saya yang awalnya merasa terpaksa, bahkan seolah-olah dipaksa membuat video laporan untuk memenuhi kewajiban sebagai PNS akhirnya menjadi senang membuat video tersebut. Yang awalnya saya meminta bantuan siswa untuk merekam video tersebut, akhirnya bisa merekam sendiri dengan menggunakan aplikasi yang didapat dari Google secara gratis. 

Dari keterpaksaan ini saya menjadi terbiasa mencari media yang menarik untuk ditampilkan kepadasiswa ketika saya mengajar, agar siswa tidak jenuh mengikuti pembelajaran. Bahkan seolah-olah saya ketagihan untuk mencari media baru yang dapat meningkatkan kemampuan saya untuk menyampaikan materi pembelajaran. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun