Mohon tunggu...
Cucum Suminar
Cucum Suminar Mohon Tunggu... Kompasianer

Belajar dari menulis dan membaca. Twitter: @cu2m_suminar

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

[Sepucuk Surat] Maaf, Lagi-lagi Kami Tak Bisa Pulang

9 Mei 2021   12:31 Diperbarui: 9 Mei 2021   12:36 342 14 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
[Sepucuk Surat] Maaf, Lagi-lagi Kami Tak Bisa Pulang
Sepucuk surat. | Dokumentasi Shutterstock diambil dari kompas.com

Assalamualaikum Bah,

Ini Cucum. Maaf ya lagi-lagi lebaran ini gak bisa pulang, gak bisa berlebaran di sana. Maaaaaf banget.

Oiya, bagaimana kabar Bah Aji sekeluarga di sana? Semoga selalu sehat ya dan dilindungi oleh Allah SWT.

Sebenarnya lebaran tahun ini kami berencana mudik. Awal tahun lalu kami sudah mengecek-ngecek harga tiket pesawat Batam-Jakarta, mengkalkulasi  berapa biaya yang dibutuhkan untuk kami pulang berempat. Kami juga sempat melihat-lihat tiket kapal laut. Berjaga-jaga, khawatir harga tiket pesawat melonjak terlalu tinggi.

Kami ingin pulang, berlebaran di sana. Mengunjungi Enin untuk bercerita tanpa jeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Walaupun mungkin sekarang berceritanya hanya satu arah, dan harus sambil mencabuti rumput liar yang biasanya tumbuh subur di atas setiap pusara di musim penghujan seperti saat ini.

Kami merasa bersalah karena tidak bisa mengantar kepergian Enin untuk terakhir kali. Ramadan tahun lalu, saat Enin meninggal, kami sebenarnya ingin pulang. Namun, kondisi belum memungkinkan. Kami tidak siap menghadapi Covid-19 di sepanjang perjalanan. Kami khawatir terpapar.

Apalagi sewaktu masih hidup, Enin selalu bilang, berulang-ulang, "saat Enin meninggal, kalau kondisinya tidak memungkinkan, tidak usah memaksakan pulang. Doakan saja, Insya Allah sampai."

Kami ingin pulang, berlebaran di sana karena sekarang kami semakin sadar, kampung halaman tidak lagi berarti saat keluarga dan kerabat tidak lagi ada. Kampung halaman hanya akan menjadi sebatas kota tempat kita lahir dan tumbuh besar.

Saat masih ada kesempatan, kami ingin bercengkrama dengan sanak saudara. Menikmati setiap tradisi yang ada yang tidak bisa kami dapat di perantauan. Kami juga ingin mengenalkan anak-anak kami dengan daerah tempat orang tuanya tumbuh. Apalagi saat lebaran ada banyak kebiasaan yang tidak bisa kami nikmati di hari-hari lain.

Namun, ternyata Ramadan tahun ini juga kondisinya masih sama. Pandemi Covid-19 masih juga belum reda. Kasus yang terinfeksi Covid-19 di Batam malah semakin banyak. Mudik dilarang. Jangankan ke luar provinsi yang harus menggunakan pesawat dan kapal laut, mudik antar kota/kabupaten di seputaran Kepulauan Riau juga tidak diizinkan.

Kami sempat sedih. Namun, mungkin ini yang terbaik. Hal utama yang harus kita jaga saat ini adalah kesehatan. Kita harus sama-sama saling menjaga diri agar selalu sehat. Agar nanti, saat sudah ada kesempatan untuk bertemu di kampung halaman kita bisa lebih leluasa menghabiskan waktu bersama seluruh keluarga besar. Memupus kebersamaan yang hilang karena terpisah jarak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN