Mohon tunggu...
Cucum Suminar
Cucum Suminar Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer

Belajar dari menulis dan membaca. Twitter: @cu2m_suminar

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Menjelajah Sejarah di Pulau Penyengat

11 Oktober 2017   14:07 Diperbarui: 11 Oktober 2017   15:32 2704
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu situs yang banyak dikunjungi wisatawan di Pulau Penyengat. | Dokumentasi Pribadi

Ada juga makam Raja Ali Haji yang dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar Bahasa Melayu. Beliau menuangkan dasar-dasar Bahasa Melayu tersebut melalui Kitab Pengetahuan Bahasa, yang kemudian menjadi standar Bahasa Melayu, dan akhirnya berkembang serta ditetapkan sebagai Bahasa Nasional Indonesia pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928.

Makam Raja Ali Haji dan Engku Putri berada di satu areal pemakaman, agak sedikit berjauhan dengan Komplek Makam Raja Abdurrahman. Makam Raja Ali Haji dan Engku Putri cukup dekat dari pintu masuk utama Pulau Penyengat. Sehingga, bila hanya bertujuan untuk berziarah ke makam tersebut, cukup berjalan kaki saja, tidak perlu menyewa bentor yang harga sewanya Rp30.000/jam.

Masjid Sultan Riau. | Dokumentasi Pribadi
Masjid Sultan Riau. | Dokumentasi Pribadi
Berkunjung ke Masjid Sultan Riau

Masjid ini merupakan destinasi favorit para pelancong. Setiap pengunjung Pulau Penyengat, umumnya mengabadikan diri di depan Masjid Sultan Riau. Pengunjung yang beragama muslim bahkan selalu menyempatkan diri untuk shalat di masjid yang katanya sudah dibangun sejak 1832 tersebut.

Masjid itu sebenarnya tidak terlalu besar hanya berukuran 18x20 meter, namun memiliki halaman yang cukup luas. Pada bagian depan masjid, ada dua pendopo yang bisa digunakan pengunjung untuk duduk-duduk, tentu dengan memperhatikan adab. Biar bagaimanapun, itu adalah tempat beribadah umat muslim. Sementara pada kiri dan kanan masjid ada tempat untuk berwudhu.

Menurut Marbot Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat, Hambali, masjid tersebut sebenarnya sudah dibangun pada 1803 oleh Sultan Mahmud. Namun karena belum permanen, pada 1832 masjid itu direnovasi oleh Raja Abdurrahman. Sehingga, bangunannya kokoh seperti yang terlihat saat ini.

Alquran tulis tangan yang berusia sekitar 150 tahun. | Dokumentasi Pribadi
Alquran tulis tangan yang berusia sekitar 150 tahun. | Dokumentasi Pribadi
Ia melanjutkan, berbeda dengan masjid lain pada umumnya, Masjid Sultan Riau dibuat dari campuran putih telur, kapur dan tanah liat. Selain itu, memiliki 17 kubah dan menara yang melambangkan jumlah rakaat shalat wajib lima waktu yang harus dijalankan umat muslim setiap hari.

Selain arsitektur masjid yang unik, hal lain yang menarik perhatian pengunjung di masjid tersebut adalah sebuah mushaf Al-Quran yang ditulis tangan oleh salah satu penduduk Pulau Penyengat yang sempat menuntut ilmu di Mesir, Abdurrahman Stambul. Al-Quran tersebut diperkirakan sudah berusia 150 tahun.

Saat ini Al-Quran itu disimpan di sebuah kotak kaca di Masjid Sultan Riau. Siapapun bisa melihatnya, namun memang tidak diperkenankan menyentuh karena khawatir kertasnya akan rapuh. Hambali mengatakan, 2015 lalu ada dari Arsip Nasional yang memberi obat agar Al-Quran tersebut bisa bertahan hingga 100 tahun ke depan.

Balai Adat Melayu. | Dokumentasi Pribadi
Balai Adat Melayu. | Dokumentasi Pribadi
Mencoba Jadi Pengantin Melayu di Balai Adat

Selain berziarah dan wisata sejarah, di Pulau Penyengat juga kita bisa berswa foto, ada banyak lokasi-lokasi unik yang akan membuat laman instagram kita lebih menarik --mulai dari bangunan yang ditumbuhi akar, hingga Istana Kantor yang sempat menjadi kediaman Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun