Mohon tunggu...
Christopher Suciatmaja
Christopher Suciatmaja Mohon Tunggu... Siswa

Saya adalah siswa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Berjaya Lalu Jatuh, Kesultanan Mataram yang Sangat Berkuasa

5 September 2019   20:59 Diperbarui: 5 September 2019   21:10 399 3 10 Mohon Tunggu...
Berjaya Lalu Jatuh, Kesultanan Mataram yang Sangat Berkuasa
Wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram/sumber: http://4.bp.blogspot.com 

Kesultanan Mataram merupakan kesultanan yang berdiri pada tahun 1586 dikarenakan pemindahan pusat pemerintahan dari Pajang ke Mataram, tidak memiliki hubungan dengan Kesultanan Mataram Hindu, hanya kebetulan memiliki nama yang sama. Kemungkinan pemakaian nama ini didorong keinginan untuk menjadi besar seperti Kesultanan Mataram Kuno. Pusat pemerintahan berada di antara Kali Opak dan Kali Progo.

Para sultan Kesultanan Mataram memiliki semangat untuk memperluas dan mengislamkan para penduduk daerah kekuasaannya, dalam usahanya untuk memperluass wilayah Terdapat beberapa daerah yg menentang upaya Senapati didalam memperluas wilayah kekuasaannya. 

Hal tesebut disebabkan Panembahan Senapati melaksanakan perluasan kekuasaannya sampai ke Surabaya, Madiun, Pasuruan, Ponorogo, Blambangan, Panarukan, Galuh dan Cirebon. Meskipun dengan susah payahnya, Panembahan terus melakukan usaha dalam menundukkan bupati-bupati yg selalu berniat untuk menentangnya. 

Pada akhir dr masa kepemimpinan Panembahan Senapati, Mataram berhasil dlm meletakkan landasan kekuasaanya yg dimulai dr Pasuruan yg ada di Jawa Timur sampai ke Galuh yg ada di Jawa Barat.

Putranya bernama Mas Jolang atau sering disebut Pangeran Sedo Krapyak karena meningggal di Krapyak, gagal memperluas wilayah kekuasaan mataram sampai ia wafat pada tahun 1613. Ia lalu digantikan oleh Sultan Agung (1613).

Sumber perekonomian dari Kesultanan Mataram adalah dari adanya sektor pertanian, dengan komoditas utamanya yaitu beras. Di abad ke-17, Mataram adalah pengekspor beras terbesar di Nusantara. Mataram Islam juga menganut sistem feudal yang berdasar atas sistem agraris, sistem ini merupakan sistem dimana para bangsawan dan pejabat diberikan imbalan berupa tanah lungguh untuk menjadi sumber ekonomi.

Kehidupan Masyarakat di Kesultanan Mataram berdasarkan hukum islam dengan norma-norma yang sudah ada sejak dulu. Dalam pemerintahan Kesultanan Mataram, Raja merupakan pemegegang kekuasaan tertinggi, kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat kerajaan. Di bidang keagamaan terdapat penghulu, khotib, naid, dan surantana yang bertugas memimpin upacara-upacara keagamaan. 

Di bidang pengadilan, dalam istana terdapat jabatan jaksa yang bertugas menjalankan pengadilan istana. Untuk menciptakan ketertiban di seluruh kerajaan, diciptakan peraturan yang dinamakan "anger-anger" yang harus dipatuhi oleh seluruh penduduk.

Kesultana Mataram bukan merupakan kerajaan Islam yang memiliki corak maritim, melainkan lebih bercorak agraris. Pada masa kepemimpinan Sultan Agung telah terjadi perhitungan Jawa Hindu atau Saka menjadi penanggalan Islam atau Hijriah. 

Pada perhitungan tahun Islam tersebut berdasar dari adanya peredaran bulan dan telah dimulai sejak tahun 1633. Selain itu, Sultan Agung juga telah menyusun karya sastra yg sangat terkenal disebut sebagai "Kitab Sastra Gending" dan menyusun adanya kitab undang-undang baru yg telah menjadi panduan yg berasal dr hukum Islam dgn Hukum Adat Jawa yg dikenal sebagai "Hukum Surya Alam".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x