Mohon tunggu...
Andi Kurniawan
Andi Kurniawan Mohon Tunggu...

penjelajah hari, penjelajah hati

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Roro Fitria dan Hari Berkebalikan

16 Mei 2015   05:43 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:57 0 21 11 Mohon Tunggu...
Roro Fitria dan Hari Berkebalikan
1431266110391764890

Ini adalah sebuah late post yang lain. Sebenarnya saya sudah merasa terusik untuk menulis ini ketika melihat tayangan Hitam Putih di TV entah berapa hari yang lalu, tapi entah mengapa tulisan ini tidak terrealisasi juga, malah diselingi berbagai tulisan lain. Kemudian malahan saya keduluan oleh Mbak Ifani yang menayangkan tulisan berikut, yang meskipun tidak menyebut nama orang, tapi salah satunya saya yakin pasti Mbak Ifani membayangkan orang ini ketika menulis. Demikian juga teman-teman grup WA kuliah dulu juga sempat memperbincangkan artis ini, yang memiliki kekayaan luar biasa, sehingga menimbulkan tanya dari mana kekayaan itu berasal. [caption id="attachment_382984" align="aligncenter" width="227" caption="Perbincangan di Grup WA "][/caption] Untungnya saya sudah menyiapkan dokumentasi foto sekedarnya sebagai pengingat mungkin ada Kompasioner lain yang juga melihat tayangan itu. Berikut dokumentasinya: [caption id="attachment_382980" align="aligncenter" width="483" caption="Penampilan Roro Fitria dalam acara Hitam Putih"]

14312654441657050146
14312654441657050146
[/caption] [caption id="attachment_382981" align="aligncenter" width="485" caption="Kelompok Arisan Roro Fitria"]
1431265520471817853
1431265520471817853
[/caption] Dalam tayangan yang dipandu Deddy Corbuzier dan Nicta Gina itu, si penyanyi dangdut yang saya tidak pernah tahu apa lagunya itu menjawab pertanyaan dengan gaya (maunya) centil dan imut-imut mungkin semacam Barbie, tapi entah mengapa saya malah menangkapnya seperti orang yang (maaf) kurang normal. Sayang saya tidak mendokumentasikan dalam bentuk video, tetapi semoga penjelasan singkat dan dokumentasi foto di atas dapat membantu imajinasi pembaca tentang bagaimana cara artis itu berbicara. Bagaimana bisa saya menyimpulkan dengan sadis begitu. Di luar gaya bicara yang super dibuat-buat dan bikin risih itu, ada beberapa isi substansi wawancara yang membikin perut mules. Sebenarnya saya tidak mengikuti seluruh acara dari awal hingga akhir, namun hanya pada sesi ketika dia menjelaskan kekayaan yang dimilikinya, dalam bentuk perhiasan, mobil dan juga kegiatan arisan, namun itu cukuplah menggambarkan 'kenormalannya'. Beberapa perhiasan itu dibawanya, yang menurutnya satu item berharga sekitar Rp300 juta, sementara dia membawa kalau tidak salah 8 buah perhiasan (masih banyak lagi di rumah, satu lemari, katanya). Kemudian dia juga menceritakan membawa mobilnya yang BMW (jadi masih ada mobil mewah yang lain) seharga kalau tidak salah lagi Rp1,5 M, sehingga dihitung-hitung,  mungkin dia ke studio membawa harta sekitar Rp4 M. Sebuah jumlah yang sangat fantastis. Kemudian dia juga bercerita tentang pengeluarannya untuk arisan yang per bulan dapat mencapai Rp400 juta, atau seharga sebuah mobil kelas menengah. Ditunjukkan juga dalam foto itu kelompok arisannya yang menurut saya biasa-biasa saja. Ada yang membuat saya 'loro' atau merasa 'sakit' di sini, bukan karena saya tidak mampu memiliki harta sebagaimana yang dimiliki artis itu, tapi karena saya seolah sedang berada dalam sebuah episode Spongebob yang berjudul Hari Berkebalikan, yaitu hari ketika orang-orang melakukan hal-hal yang berkebalikan dengan yang dimaksudkannya. Umum kita dididik oleh orang tua dan para guru kita baik di sekolah maupun di pengajian dahulu, bahwa orang harus bersikap rendah hati, tidak pamer, riya maupun sombong. Kemudian harta yang paling berharga sebenarnya bukan mas picis rojo brono (kekayaan fisik), tapi kekayaan hati berupa budi pekerti dan sikap-sikap welas asih dan tepo seliro (toleransi) dengan orang lain. Dalam tayangan itu, kesemua nilai-nilai yang diajarkan sejak kecil itu seolah tidak berlaku. Orang seperti didorong untuk memiliki kekayaan sebesar-besarnya, memperlihatkannya kepada publik dengan tanpa rasa bersalah bahkan dengan bangga sebangga-bangganya. Bahkan dia juga tidak sadar sedang di-lulu (Jw) atau disindir dengan halus oleh presenter-presenter yang cerdas itu, bahwa yang dilakukannya sebenarnya tidak pantas. Misalnya dengan aksi Nicta Gina menunjukkan 'cincin permata' yang dimilikinya, yang sebenarnya hanya sebuah batu biasa. Orang itu bahkan tanpa risih dan sungkan dalam berita media yang lain menceritakan bahwa hartanya diperoleh selain dari warisan juga dari ritual Kejawen yang dilakukannya secara teratur, walaupun dia menolak dikatakan memiliki pesugihan. Demikianlah, saya merasa 'loro' karena sikap-sikap hidup yang saya pegang dan percayai sejak kecil itu ditabrak dengan semena-mena oleh artis tidak jelas itu. Tapi tidak apa, anggaplah episode itu sebagai salah satu episode Hari Berkebalikan dalam Spongebob, karena yang dimaksud  sebenarnya berkebalikan dari apa yang tertampil di layar TV. Semoga saja saya tidak salah duga.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x