Mohon tunggu...
Gaya Hidup

Kesantunan Bahasa Indonesia Mulai Pudar, Apa Penyebabnya?

5 Desember 2015   20:35 Diperbarui: 5 Desember 2015   20:59 737 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

 

Kesantunan bahasa Indonesia kian memudar seiring berjalannya waktu. Tidak dapat Bangsa Indonesia pungkiri bahasa- bahasa Indonesia mulai pudar seiring banyaknya Negara yang menasionalisasikan Bahasa Inggris. Bahasa-bahasa Indonesia yang baku sudah jarang digunakan didalam keseharian Bangsa Indonesia. Banyaknya bahasa yang baru digunakan di kalangan anak remaja terkadang mengubah kaidah dalam Bahasa Indonesia sendiri. Di sini penulis akan membahas apa saja yang membuat kaidah kesantunan Bahasa Indonesia menjadi kian pudar.

1. Perfilman 

    Perfilman yang ada di Indonesia maupun di dunia banyak yang mengajarkan kesantunan bahasa yang salah dan membuat kaidah bahasa baru yang membuat para penontonnya terpengaruh emosi dan menjadikannya mudah untuk diingat karena diulang berkali-kali.

2. Perkataan Sambungan

    Yaitu Perkataan yang mengandung unsur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Contoh : Sorry, ya Pak. Kaidah bahasa yang tidak baik dan menghilangkan unsur kesantunan dalam berbahasa Indonesia. Seharusnya Bahasa Indonesia yang baik tidak menyatukan berbagai bahasa.

3. Pesan Singkat

    Pesan singkat sekarang menjadi sangat fenomenal dalam menghilangkan unsur kesantunan bahasa. Disebabkan oleh banyaknya singkatan-singkatan yang membuat pembacanya terkadang menjadi rancu dalam mengartikan kata yang terdapat dalam pesan singkat tersebut. 

4. Cara Penyapaan 

    Cara menyapa anak muda sekarang sangatlah tidak santun. Contoh : Hai Bro(panggilan kepada abang laki-laki). Itu dikatakan tidak baik karena menghilangkan unsur kesopanan dalam bahasa. Seharusnya menyapa orang yang lebih tua harus dengan kata-kata yang tidak kasar seperti contoh : Hai, Apa kabar bang?

5. Kata Kasar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan