Mohon tunggu...
Cristina Balqis
Cristina Balqis Mohon Tunggu... Freelancer - What doesn't kill you only makes you stronger. Except for zombie bites

IRT yang punya prinsip : What doesn't kill you only makes you stronger. Except for zombie bites

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Di Balik Upaya "Membunuh" Andi Arief

14 Januari 2019   14:02 Diperbarui: 14 Januari 2019   14:06 497
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Saya meringis waktu PSI menghadiahkan Andi Arief award kebohongan. Juga munculnya pahlawan kesiangan yang coba-coba mempolisikan Wasekjen Partai Demokrat itu. Bahkan ada pula kalangan yang mendesak agar Partai Demokrat memberi sanksi untuk Andi Arief.

Ketiga kelakuan ini membuktikan bahwa demokrasi Indonesia masih diisi oleh kaum oportunis yang hobi mengail di air keruh. Demokrasi di Indonesia masih dihuni oleh kalangan yang mendaku sebagai pengawal demokrasi tetapi berkelakukan sebaliknya.

Lewat ketiga manuver ini saya membaca adanya gerakan membunuh karakter Andi Arief, bahkan kriminalisasi aktivis 1998 itu.

Apakah Andi Arief gentar? Tentu tidak. Andi Arief sudah banyak makan asam garam dalam panggung demokrasi Indonesia. Ia sudah sering mengalami tekanan yang jauh lebih berbahaya ketimbang ini.

Tapi kita tidak sedang bicara keberanian Andi Arief. Kita sedang bicara tentang subtansi teks yang dikebiri demi kepentingan politik sesaat.

Ingat Andi Arief bukan pembuat konten hoaks tersebut. Cuitan Andi Arief sudah sangat tepat. Menelisik isi cuitannya, jelas-jelas bahasannya adalah pertanyaan bukan pernyataan. Andi Arief mempertanyakan perihal isu 7 kontainer surat suara yang sudah viral di Twitter dan WA group.

Justru lewat cuitannya Andi Arief berikhtiar untuk meragukan konten itu, mencari kebenaran di balik konten itu, dan tentu saja mendorong segenap pihak terkait untuk memberi perhatian lebih. Siapa pihak-pihak tersebut? Mereka adalah penyelenggara pemilu, aparat hukum dan media massa yang berkewajiban untuk mengkros-cek informasi itu.

Jadi apa yang dilakukan Andi Arief sejatinya adalah partisipasi seorang politikus untuk mengawal demokrasi Indonesia. Andi Arief ibarat whistleblower alias peniup peluit yang menyadarkan masyarakat.

Substansi cuitan Andi secara tegas berorientasi untuk mendorong semua pihak untuk bergerak menuntaskan desas-desus yang beredar itu. Dengan pemahaman ini Andi Arief bisa disebut tengah menjalankan apa yang disebut politik yang beradab.

Jadi kalangan yang mendesak Partai Demokrat memberi sanksi untuk Andi Arief, terang punya pikiran keliru. Atau jangan-jangan, mereka punya kepentingan terselubung untuk memastikan Andi Arief dilabeli sebagai tukang bikin gaduh?

Maklum Andi Arief mashyur sebagai politikus Partai Demokrat yang gemar mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang melenceng dari jalan pro rakyat. Ada upaya menghancurkan Partai Demokrat dengan menyerang Andi Arief habis-habisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun