Cristina Balqis
Cristina Balqis

What doesn't kill you only makes you stronger. Except for zombie bites

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Kenapa Saya Pilih Demokrat?

11 Januari 2019   13:42 Diperbarui: 11 Januari 2019   13:51 741 4 3
Kenapa Saya Pilih Demokrat?
sumber: kompas.com

Terserah orang mau bilang apa, buat saya Partai Demokrat adalah yang paling pro rakyat. Buktinya, ketika parpol-parpol yang lain sibuk dengan agenda-agenda politik kelas langit, Partai Demokrat muncul dengan 14 Prioritas Demokrat untuk Rakyat. Secara tegas, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan akan memperjuangkan habis-habisan 14 prioritas tersebut lima tahun mendatang.

Ada beberapa hal yang patut diapresiasi dari rumusan 14 prioritas Demokrat ini.

Pertama, rumusan ini lahir dari suatu proses yang panjang. Selama empat tahun terakhir, Partai Demokrat mendengar dan merangkum aspirasi masyarakat yang kemudian dirumuskan dalam prioritas tugas kadernya tersebut.

Kedua, rumusan ini tidak bermaksud menyalahkan pemerintah hari ini. Secara santun Partai Demokrat percaya kalau setiap presiden atau pemeritahan pasti akan memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. 

Tapi Partai Demokrat juga melihat ada persoalan-persoalan di tengah-tengah masyarakat, ada kesulitan rakyat. Ini yang menggerakan Partai Demokrat untuk membenahi apa-apa yang dinilai rakyat kurang atau lemah dari pemerintah hari ini.

Ketiga, rumusan ini tidak di awang-awang. Rumusan ini logis dan sangat mungkin dilakukan. Sebab Partai Demokrat sudah membuktikannya sepanjang pemerintahan SBY. Contohnya dalam hal pembangunan infrastruktur. Selama SBY memimpin Indonesia telah dibangun jalan raya sepanjang 130 ribu km, rel KA sepanjang 1.300 km, meningkatkan sarana KA dari 23 unit menjadi 637 unit, membangun sarana transportasi laut dan juga transportasi udara.

Sedangkan dalam hal kemiskinan, sepanjang 2004-2014 anagka kemiskinan turun dari 16,7 menjadi menjadi 10,9%. Sementara pada 2014-2017, angka kemiskinan hanya turun 1,1% menjadi 9,8%.

Demikian juga dalam hal hutang luar negeri. Selama 10 tahun pemerintahan SBY, hutang luar negeri berhasil diturunkan dari 56,6% PDB menjadi 23% PDB. Sementara sejak tahun 2014 hingga saat ini, hutang luar negeri justru meningkat menjadi 30% PDB.

Dalam hal penanganan pegawai dan guru honorer, selama 10 tahun pemerintahan SBY telah melakukan pengangkatan 1 juta pegawai/guru honorer menjadi PNS. Namun saat ini, sebanyak 500 ribu pegawai honorer K2 masih tidak jelas nasibnya.

Keempat, sampai hari ini saya tidak melihat parpol lain yang punya program semaju Partai Demokrat. Hanya Partai Demokrat yang meletakan rakyat di tempat terhormat, sebagai kalangan yang sesungguhnya memegang kekuasaan di Indonesia.

Lewat 14 Prioritas Demokrat untuk Rakyat, rakyat bisa tahu apa tugas Partai Demokrat pada periode pemerintahan lima tahun mendatang. Aneh rasanya saat masyarakat dipinta memilih parpol-parpol yang berlaga di Pemilu 2019, tapi tidak paham apa yang akan dilakukan parpol tersebut jika kelak terpilih.