Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Kefamenanu TTU Jurusan Pendidikan Agama Katholik

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Menjadi Tua Itu Pasti, tapi Menjadi Dewasa adalah Pilihan

11 Mei 2021   15:20 Diperbarui: 11 Mei 2021   16:40 204 25 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjadi Tua Itu Pasti, tapi Menjadi Dewasa adalah Pilihan
Foto: dokumen pribadi

Chili Davis, seorang pelatih bisbol Amerika Serikat, pernah mengatakan, "Growing old is mandatory; growing up is optional." Dalam bahasa Indonesia ungkapan ini dapat diterjemahkan demikian, "Bertambah umur sudah seharusnya terjadi. Namun menjadi dewasa adalah pilihan." (depoedu.com)

Harus diakui bahwa hidup manusia terbingkai dalam waktu, dan waktu adalah batas akhir dari kehidupan seseorang. Kita lahir dalam waktu, kita menjalani hidup dalam rentang waktu tertentu dan waktu adalah batas akhir dari hidup manusia.

Waktu saya masih kecil, dunia saya adalah dunia ceria, bermain, tanpa berpikir tentang masalah hidup, tetapi saat menginjak usia 25 tahun, peralihan dari remaja menuju dewasa, saya tidak lagi berpikir soal bermain dan bercanda tetapi lebih pada masa depan.

Kadang, saya cemas, gelisah, dan bimbang seperti apa saya kelak? Saat melihat teman--teman seangkatan, teman bermain dulu, mulai bekerja, mulai meraih cita--cita, saya pun dirundung kecemasan. Bagaimana dengan saya kelak? Seperti apa hidup saya nanti?

Ketika saya melihat orang--orang di sekitar saya mulai jatuh, gagal, dan meninggal, saya pun mulai belajar, bahwa hidup harus begini dan tidak boleh seperti itu. Saya mulai belajar membentengi diri agar tidak digilas oleh zaman.

Sering saya terbawa oleh tantangan dan perjuangan hidup. Saya mulai belajar apa itu tantangan? Bagaimana harus menghadapi tantangan? Mana yang penting yang harus diusahakan, mana yang harus ditinggalkan atau dilepaskan.

Di lain sisi, saya mulai menata kepribadian, mulai belajar untuk bersikap dewasa, belajar mandiri, mulai menata diri, pokoknya mulai berpikir seperti orang dewasa. Semuanya serba tanda tanya dan butuh jawaban.

Memang tidaklah mudah menjalani hidup dalam rentang usia tertentu karena kita belum mampu mengambil keputusan secara bijak.  Banyak hal dalam hidup, masih membuat kita bergantung pada orang tua.

Seiring berjalannya waktu, perlahan--lahan saya makin sadar tentang hidup dan perjuangan untuk menata masa depan. Pada akhirnya kita menerima bahwa menjadi tua itu pasti dalam hidup, tetapi menjadi dewasa itu soal pilihan, bukan sebatas bertambahnya usia, tetapi soal pembawaan diri, dan keputusan kita menyikapi semua tantangan dan tuntutan hidup.

Atambua, 11.05.2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x