Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Kefamenanu TTU Jurusan Pendidikan Agama Katholik

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kita Hanyalah Ranting pada Pokok Anggur (Renungan Minggu 02 Mei 2021)

1 Mei 2021   20:53 Diperbarui: 1 Mei 2021   21:02 151 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kita Hanyalah Ranting pada Pokok Anggur (Renungan Minggu 02 Mei 2021)
Gambar.dok.pri./Puncak Gereja Katedral Atambua

Ada dua hal yang menjadi pegangan hidup manusia di dunia adalah:

Pertama; beriman. Mengapa kita harus beriman? Kita sadari bahwa hidup merupakan anugerah Tuhan yang berharga. Tuhanlah yang menganugerahkan kehidupan bagi kita manusia. Ia memberikan-Nya secara gratis. Kita mensyukurinya dengan bertaqwa kepadaNya.

Kedua adalah kesetiaan. Kesetiaan pada iman menjadi perjuangan hidup yang terus-menerus. Perjuangan untuk mempertahankan iman, itulah yang dikatakan sebagai kesaksian iman yang nyata. 

Tidak mudah memperjuangkan kesetiaan di tengah tantangan dan godaan hidup dewasa ini. Pertanyaan yang kedua adalah mengapa kita harus setia? Karena kepadaNyalah kita akan kembali.

Injil hari ini berkisah tentang pokok anggur. Yesus berkata, Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Ranting hanya bisa berbuah, bila bersatu dengan pokok anggur, demikian pula barang siapa tinggal dalam Aku,  ia akan berbuah banyak.

Atas sabda Tuhan ini, kita menemukan ada dua hal yakni:

1. Ranting bergantung sepenuhnya pada pohon atau pokok anggur.

2. Setiap ranting yang berbuah diberihkannya, tetapi setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong.

Hubungan manusia dengan Allah itu, ibarat ranting dan pokok anggur. Kita hanyala ranting pada pohon anggur. Kita hanya bisa hidup, bila kita menyatukan diri dengan pokok anggur yakni Allah sendiri. Hidup tanpa Allah, hanyalah kematian.

Orang yang menyatukan diri dengan allah, hidupnya akan tenang dan damai. Orang yang bersandar pada Tuhan, ia ibarat pohon yang tumbuh di tepih aliran sungai, tetap segar dan selalu menghasilkan buah. Kuncinya adalah beriman dan setia pada iman.

Gambar.smol.id/buah anggur
Gambar.smol.id/buah anggur
Bagi mereka yang hidup dalam terang iman, hidupnya dikeliling dengan kasih. Kata Rasul Yohanes, "anak-anak-Ku, marilah kita mengasihi, bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dalam kebenaran."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN