Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Kefamenanu TTU Jurusan Pendidikan Agama Katholik

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Love Never Dies, (Renungan Kamis Putih, 01 April 2021)

1 April 2021   09:33 Diperbarui: 1 April 2021   10:28 754 15 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Love Never Dies, (Renungan Kamis Putih, 01 April 2021)
foto.dok.pribadi/Misa kamis putih di Gereja Katedral Atambua dengan penerapan protokol kesehatan

Mencintai itu tidak salah, karena cinta tak pernah salah. Tak selamanya cinta itu indah, karena cinta dan luka itu sepakat, siap mencintai harus siap patah hati, siap memiliki harus siap kehilangan, siap mendapatkan harus siap untuk berkorban. 

Esensi cinta adalah kebahagiaan. Dua hati bersatu, saling melengkapi untuk menggapai kebahagiaan.

Cinta pada prinsipnya baik tetapi, mengapa cinta Yesus di balas dengan ciuman pengkhianatan? Dalam cinta ada kehidupan tapi mengapa cinta Yesus dibalas dengan kematian? Kamu pasti mengatakan, kematian di salib mengakhiri kasih, tapi tidak untuk Yesus. Aku akan mati, tetapi cintaku untukmu tak pernah mati, my love never die.

Bila malam ini adalah malam terakhir, cintaku untukmu tak pernah mati meski ini adalah malam terakhir. Berjuta kata sudah ku ucapkan, sebanyak itu pula rasa cintaku untukmu. Tak pernah pudar walau usia menua, di setiap hembusan nafasku ada cinta untukmu. Walau butuh pengorbanan, itu semua tak berarti karena aku hanya mencintaimu, hanya tahu memberi tanpa batas. Waktu terus berjalan, tapi cintaku tak pernah redup, apa lagi padam.

Ada dua makna yang kita peringati malam ini yakni, Pemberian diri sebagai tanda cinta yang sempurna serta, sikap rendah hati yang ditunjukkan lewat pembasuhan kaki para rasul.

Pertama, pada malam ini, Yesus memecahkan roti seraya berkata; "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku."

Inilah momen pemberian diri yang total. Inilah cinta Tuhan yang paripurna, bagi kita manusia. Ada kehangatan dan cinta. Ada kebersamaan dan kekeluargaan. Ada keiklasan untuk berkorban.

Kedua, Perjamuan persaudaraan malam ini, menyadarkan kita untuk merendahkan diri dan melayani sesama. Yesus membasuh kaki para murid, Ia mengatakan, "Jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu. Kamu harus saling melayani satu sama lain."Sudah saatnya kita bersatu penuh keakraban, menikmati hidangan yang satu dan sama.

foto.dok.pribadi/Suasana di depan gereja saat perayaan kamis putih berlangsung
foto.dok.pribadi/Suasana di depan gereja saat perayaan kamis putih berlangsung
Hidup butuh pengorbanan. Perlu adanya pengorbanan dan pemberian diri di dalam kebersamaan. Hidup ini penuh persaingan. Kadang teman bisa menjadi lawan, teman makan teman, bilang keluarga tapi nyatanya, berada di pihak lawan. Di depan ya, tetapi di belakang tidak. Ada juga musuh dalam selimut. Ada juga yang namanya berada dipihak kita, tapi nyatanya menusuk dari belakang, mengutamakan diri dan mengorbankan kepentingan umum.

Hidup bukan soal, yang lemah melayani yang kuat. Yang berkuasa menindas yang lemah. Yang terhormat, semena-mena terhadap yang tidak diperhitungkan, tetapi hendaknya kita saling melayani. Hendaknya kita saling menghormati satu terhadap yang lain sebagi saudara dalam Tuhan.

Dalam hidup, anda boleh meninggalkan segala sesuatu untuk mencari Tuhan, tetapi jangan meninggalkan Tuhan hanya untuk segala sesuatu karena dalam hidupmu, Tuhan tak pernah meninggalkanmu. Selamat memasuki silentium agung. Semoga***

Atambua, 01.04.2021

VIDEO PILIHAN