Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Kefamenanu TTU Jurusan Pendidikan Agama Katholik

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Menulis di Kompasiana Saat Pandemi, Mengubah Tantangan Menjadi Peluang

28 Desember 2020   12:22 Diperbarui: 28 Desember 2020   12:48 158 13 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menulis di Kompasiana Saat Pandemi, Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
foto.dok.pribadi/Para pembaca buku Jalan Pulang

Semenjak Maret 2020, kita menghadapi musibah yang medunia yakni penyebaran Covid-19. Wabah penyakit yang begitu cepat menular dan bisa menyerang siapa saja, memaksa kita untuk tetap di rumah. Slogannya adalah, 'Stay at home', 'tinggal di rumah' saja. Supaya selamat harus diam di rumah. Berkumpul itu berbahaya, sedangkan diam di rumah kita selamat.

Masa pandemi yang tak kunjung berakhir memksa kita lebih lama lagi di rumah. Suasana seperti ini tentu sangat membosankan, bingung apa yang harus dikerjakan. Bila kita tidak menemukan peluang untuk mengatasi tantangan di depan mata, kita akan stres berkepanjangan.

Saya sendiri mengalami suasana demikian. Awalnya stres, bingung tidak tahu apa yang harus saya kerjakan. Aktivitas yang sama, bangun tidur, merayakan ekaristi, makan, tidur kembali cukup membosankan. Saya mencoba mengusir rasa bosan dengan menulis di kompasiana. Lama kelamaan solusi ini makin mengasikan, bahkan saya lebih memilih di kamar dan menulis daripada sekedar basa-basi dengan anggota komunitas.

Saya yang tadinya tidak rutin menulis akhirnya jadi rutin, bahkan 'one day one article' satu hari satu artikel. Awalnya cuman menulis puisi saja, akhirnya melebar ke motivasi hidup dan juga politik dan pemerintahan, meski beberapa kali diperingatkan oleh admin kompasiana karena mengutip berlebihan dan juga menyertkan foto tanpa keterangan dari mana foto atau gambar diambil.

Terlepas dari semuanya itu, saya mau mengatakan bahwa, letak kepuasan seorang penulis adalah ketika tulisannya dibaca, di like, lebih lagi kalau dikomentari dan diberi saran, bukan soal bayarannya.

Tantangan pandemi covid-19, ternyata menjadi peluang bagi saya untuk mengungkapkan ide, gagasan, mengedukasi masyarakat lewat tulisan. Hasil dari lebih banyak waktu di kamar karena masa pandemi yang entah kapan berakhir menjadi peluang bagi saya. Saya pun berhasil menerbitkan buku perdana dengan judul 'Jalan Pulang.'

Buku yang berisikan motivasi, dan refleksi iman ini, sudah dicetak dan diedarkan. Lumayan, bisa menghasilkan satu dua rupiah. Bahkan sekarang saya sudah mempersiapkan buku kedua dengan judul, 'Separuh Waktu'. 

Terimakasi kepada kompasiana, terimakasih kepada teman-teman kompasiana, juga terimakasih kepada teman-teman facebook, jasamu sungguh besar bagi saya. Hadirmu menjadi motivasi tersendiri. 

Tantangan wabah virus corona menjadi peluang tersendiri bagi saya untuk terus eksis dalam menulis.

Atambua, 28.12.2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x