Mohon tunggu...
Cory Pramesti
Cory Pramesti Mohon Tunggu... Blogger

Penikmat Kopi. Tinggal di dua benua: lifeascory.com dan kampretstupid.com

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Beberapa Tradisi Unik yang Bisa Kalian Temui Saat Menikmati Bulan Ramadhan di Kota Gresik

10 Mei 2019   16:18 Diperbarui: 10 Mei 2019   16:35 0 6 5 Mohon Tunggu...
Beberapa Tradisi Unik yang Bisa Kalian Temui Saat Menikmati Bulan Ramadhan di Kota Gresik
kupat lepet beserta buah pisang siap dijadikan ambengan

Kalau ngomongin tradisi di Indonesia, tentunya akan banyak sekali sub topik yang bisa dijabarkan. Karena sesungguhnya, Indonesia kaya akan suku, budaya, adat-istiadat dan tradisi uniknya. Tak terkecuali di kota Gresik, tempat kelahiran saya. Sebelum bulan Ramadhan tiba saja sudah ada tradisi "Brahatan (read: beratan), riyoyo kupat" di pertengahan bulan sya'ban atau malam nisfu sya'ban. Dan biasanya orang-orang membuat ketupat, leppet, apem dan ambengan yang berisi nasi, opor ayam, bandeng pengetan, buah, juga jajanan lain untuk dibawa ke masjid atau musholla untuk tahlil bersama. 

Sebelum itu; sehabis sholat maghrib, kami semua terlebih dulu membaca Surat Yaasin sebanyak tiga kali beserta do'a malam nisfu sya'ban. Sebagaimana maksudnya adalah untuk memohon ampun kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala agar dalam memasuki bulan Ramadhan diri kita sudah dalam keadaan suci dan siap menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Nah, di dalam Ramadhan sendiri ada beberapa tradisi masyarakat Gresik yang bisa dinikmati di antaranya adalah:

Festival Damar Kurung
Festival Damar Kurung

1. Memasang Damar Kurung di Teras Rumah (Festival Damar Kurung)

Kalau kalian tahu lampion khas warga tiongkok dengan bentuk bulat agak lonjong ke samping atau ke bawah berwarna merah darah nan menggairahkan, damar kurung alias Andon ini justru berbentuk persegi dengan ukiran kayu tipis di atasnya yang mana seluruh sisinya dihiasi dengan lukisan persahabatan nan unyu-unyu. Kebanyang banget dong rasa damai, kalem dan keakrabannya. Menyusuri sejarah sendiri, makna dari damar kurung ini berasal dari dua kata yaitu damar dan kurung. Damar yang berarti lampu yang mengeluarkan cahaya dari api kecil, sedang Kurung diartikan seperti tempat hewan tinggal, misalnya burung (makanya nggak heran kalau bentuknya mirip seperti kurungan manuk/ burung). Jadi secara keseluruhan, Damar Kurung memiliki makna lentera berbentuk kurungan dengan cara digantung.  

Biasanya, damar kurung serentak dipasang warga kota Gresik di teras rumah ketika menyambut malam Lailatul Qadr pada bulan ramadhan. Jadi, hampir di seluruh kampung kota Gresik dihiasi damar kurung nan indah dengan segala coretan lucu berwarna-warni di sisinya. Tradisi unik ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2012. Dan yang paling rame dan konsisten menyemarakkan festival damar kurung ini adalah kampung Kebomas yang berada di Jalan Sunan Giri (makam salah satu walisongo Raden 'Ainul Yaqin alias Raden Paku yang terkenal dengan sebutan Sunan Giri)

Suasana pintu masuk makan Sunan Giri
Suasana pintu masuk makan Sunan Giri

2. Ziarah Makam Sunan Giri di Malam Selawe

Selain Festival Damar Kurung, tradisi malam selawe atau ziarah makam di malam menjelang tanggal 25 Ramadhan merupakan puncak bagi peziarah yang datang ke Makam Sunan Giri yang berlangsung ratusan tahun. Para peziarah yang terdiri dari anak kecil, remaja, orang tua, hingga lanjut usia dari berbagai kalangan  ini tak hanya datang dari daerah Gresik dan kota sekitarnya, akan tetapi dari luar daerah bahkan luar pulau maupun luar negeri. Nah biasanya, di malam selawe ini masyarakat banyak yang memusatkan ibadahnya mulai dari Sholat Sunnah, tadarus Al Qur'an, I'tikaf, maupun ibadah lainnya di Masjid Jamik Sunan Giri. Saya pun pernah diajak ibu saya merasakan betapa mbrebes milinya saat menikmati bulan Ramadhan bersama orang-orang yang sama-sama memiliki antusias untuk membersihkan diri dan meningkatkan amal kebajikannya hingga Hari Raya tiba.

Jangan heran pula, ketika kalian penasaran dengan tradisi ini dan akhirnya mengunjungi langsung lokasinya, suasana akan benar-benar padat dari pagi sampai malam. Jalan kaki pun akan terasa lama, karena saking banyaknya peziarah seperti lautan manusia. Di sana pun akan banyak pedagang kaki lima di sepanjang perjalanan menuju makam dan akan banyak pula pengemis-pengemis yang mengharap sedekahnya dari kalian semua. So, kalian tertarik buat menyaksikan langsung? Besok menjelang tanggal 25 Ramadhan silakan datang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3