Mohon tunggu...
Cory Pramesti
Cory Pramesti Mohon Tunggu... Blogger

Penikmat Kopi. Tinggal di dua benua: lifeascory.com dan kampretstupid.com

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Sediakan Perisai Penangkal Fraud Cyber Crime Saat Ramadan

8 Mei 2019   22:19 Diperbarui: 8 Mei 2019   22:42 0 3 4 Mohon Tunggu...
Sediakan Perisai Penangkal Fraud Cyber Crime Saat Ramadan
pict. source: livehindustan.com

"Oh No, duit di atm gue tiba-tiba terkuras sehabis ikut nyumbang amal di mall kemarin." 

Begitulah curhatan saya beberapa waktu lalu. Waktu saya dan teman-teman kampus sedang mengerjakan tugas tata letak dan memilih untuk hangout di salah satu mall terbesar di Jakarta. Kita tidak pernah curiga sekalipun dengan kegiatan amal, ya namanya juga kegiatan membantu ngapain sih pakai mikir dua kali.

Selama kita bisa memberikan semampu kita ya kenapa tidak toh. Lha wong kegiatannya saja terlihat mulia di mata Allah kok. Tapi kalau sampai kejadian atm dibobol kayak saya kemarin ya nau'udzubillah lagi. 

Bukan masalah seberapa besar jumlahnya, tapi bagaimana perjuangan saya untuk mengisi rekening tabungan itu dengan susah payah, kerja keras, penuh keikhlasan, lha kok malah dimaling.

Untung waktu itu bukan bulan puasa, kalau tak? Mungkin udah saya acak-acak nama foundation yang waktu itu dengan rasa melas meminta sumbangan kepada kamiYa, ceritanya bukan saya saja yang menjadi korban. Tapi ketiga teman kuliah saya yang ikut nyumbang juga kena kejahatan siber.

Padahal kita hanya menggesek kartu debit kita loh, macam kita beli di minimarket yang bayarnya via debit gitu. Masukin pin, tekan enter, selesai deh. Tapi kenapa, setelah mengikuti kegiatan amal tersebut kami bertiga sama-sama dikuras isi rekeningnya. Kalau dijumlahin sih hampir 350 ribuan jumlahnya.

Jadi setiap transaksi keluarnya diambil pecahan 50 ribu dan 100 ribu. Anehnya kami sama sekali belum sadar kalau kita sedang jadi korban kejahatan siber di sektor keuangan. Setelah kami curiga, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk memblokir debit card kita. Sejak saat itu, kita jadi susah percaya kalau ada kegiatan amal semacam hari itu lagi.

Nah, bagaimana caranya agar kita bisa terhindar dari kasus Fraud Cyber Crime yang sedang marak saat ini?

pusing pala berbi (remembersegregation.org)
pusing pala berbi (remembersegregation.org)
Ada satu lagi kisah yang memilukan, datang dari tetangga kosan. Waktu itu saya dengar dia nangis parah sampai digampar suaminya karena terlilit hutang di salah satu aplikasi fintech yang masih belum terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia. Ia diteror sampai akhirnya ia bunuh diri dengan meninggalkan dua anak yang masih kecil dan suami yang pekerjaan sehari-harinya sebagai sopir angkot.

Ceritanya, hampir setiap jam di setiap hari, ibu Rohaya (samaran) ditelpon sama bagian penagihan dari aplikasi fintech tersebut bahkan diancam akan didatangi ke rumah dan kantornya jika tidak mampu membayar. Padahal ibu Rohaya menyatakan bahwa ia sudah membayar biaya perpanjangan sesuai permintaan, tapi ia masih saja diteror sampai akhirnya menemukan titik keputus asaan.

Setelah itu, suaminya juga sering ditelpon sama fintech-fintech yang lain untuk dimintain pertanggung jawaban. Padahal ia sama sekali tidak pernah meminjam di fintech lain selain yang dipakai ibu Rohaya tadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x