Mohon tunggu...
Cory Pramesti
Cory Pramesti Mohon Tunggu...

Penikmat Kopi. Tinggal di dua benua: lifeascory.com dan kampretstupid.com

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Rina Nose Lepas Hijab, Netizen Menghujat!

10 November 2017   12:30 Diperbarui: 29 April 2019   02:52 0 12 5 Mohon Tunggu...
Rina Nose Lepas Hijab, Netizen Menghujat!
7-5cc60100a8bc15708c202951.jpg

Sebagai warga Indonesia yang beragama, gue merasa malu ketika melihat orang yang ngakunya beragama tapi cara ngomongnya di sosial media tak menggambarkan dirinya beragama. Sungguh miris, ketika melihat darah daging sendiri dipermalukan dan dihujat habis-habisan hanya karena suatu hal yang sebenarnya bersifat personaliti.

Sekarang gini deh, lo siapa berani-beraninya ngehujat orang di sosial media yang notabennya lo belum kenal betul bagaimana orangnya, bagaimana kehidupan pribadinya, sampai-sampai lo bilang bahwa darahnya halal kalo dipancung, emang dia melucuti pakaiannya, melewati batas kesopanan? Beneran, gue bener-bener gak nyangka kalau orang Indonesia rata-rata 'doyan ngehujat'. Kayak anak kecil yang baru ngelihat permainan baru. Ketika sosial media disodorkan ke muka, bukannya mengambil sisi positif dari adanya media sosial tersebut malah asal nyeplos berkomentar pedas di akun orang lain. Dari sini gue jadi mempertanyakan sebenarnya dia beragama atau tidak. Belajar etika (sopan santun) atau tidak.

8-5cc601b1cc528363456ede16.jpg
8-5cc601b1cc528363456ede16.jpg
Wajar kalau manusia hatinya berubah-ubah, kita tidak tahu menahu menyoal pribadinya. Ada kalanya itu proses, bagaimana dirinya belajar dalam mencari jati dirinya, mencari kedamaian hatinya, memperoleh keridhaan Tuhannya. Kalo lo ngaku muslim, harusnya lo paham bagaimana kisah Nabi Ibrahim dalam memantapkan hatinya untuk percaya bahwa Allahlah Tuhannya. Kalau Nabi Ibrahim hidup di zaman now, mungkin sudah banyak netizen Indonesia yang menghujat, "Kalo lo ngaku Islam, ngapain lo nyembah matahari (ketika nabi Ibrahim masih labil (ragu-ragu), mencari siapa gerangan si pencipta alam semesta)", dan pasti banyak yang menyumpah serapah ketika nabi Ibrahim hendak menyembelih anaknya, "Lo ngaku Islam tapi lo bahkan mau menyembelih anak lo sendiri. Hei, membunuh orang itu dosa! (padahal itu perintah Tuhannya)".  Untung saja, Nabi Ibrahim nggak hidup di zaman now. Pernah berpikir sejauh itu nggak sih kalian? Pernah mikir nggak apa dampak dari ocehan kompor gas meledak kalian di sosial media?

Bayangin aja kalo seandainya Rina Nose itu lo hujat di saat dirinya terpuruk, padahal dia sedang berusaha menghibur dirinya sendiri, mencari jati dirinya sendiri, dan akhirnya dia sampai melakukan hal-hal yang buruk (na'udzubillah), lo mau bertanggung jawab atas perlakuan buruknya? Enggak kan? Harusnya lo mikir sebelum omongan lo itu berdampak buruk terhadap dirinya dan orang lain. Lo nggak tau bagaimana kehidupan pribadinya, bagaimana sikap dirinya ketika bertemu Tuhannya, asal-asal nggak tahunya kelakuan lo lebih bejat daripada hujatan lo di media sosial. Lo nggak lebih baik dari orang yang lo jatuhin harga dirinya di depan orang banyak.

10-5cc604543ba7f704dc3b8827.jpg
10-5cc604543ba7f704dc3b8827.jpg
Serius, yang bikin gue sakit hati di sini adalah omongan orang-orang yang mengatas namakan agama, seolah-olah dia yang paling tahu, dia yang paling benar. Kenapa sih lo suka menghakimi orang, malaikat pencabut nyawa aja nggak pernah senonoh cabut nyawa orang seenak jidat, semua bergantung perintah dari Tuhannya, kalo Tuhan bilang cabut ya cabut, Enggak ya diam aja.  Lo, manusia biasa yang baru tahu sedikit soal agama aja udah sombong main judgment seenak jidat. Sok pernah bertajalli sama Tuhan aja lo. Segala pakai 'menghalalkan darah orang', lo sendiri apa mau darah lo dihalalin buat dipancung? Harusnya lo belajar dulu, hukum qishash dalam Islam biar nggak asal nyeplos.

Hanya Tuhan yang berhak menilai dan menghakimi manusia secara personal, jadi kalau lo sok menghakimi sesama makhluknya, berarti secara tidak langsung lo sok menjadi Tuhan. Kalau lo ngaku belajar agama Islam, berarti lo tahu kisah Sahabat Umar bin Khattab yang secara manusiawi memberikan keringanan terhadap orang yang mencuri, bahwa dia tidak jadi dihukum potong tangan karena dia mencuri sebab kelaparan.  Nah ini, baru buka hijab aja dibilang halal darahnya dihukum pancung. Mending belajar agama dulu deh biar paham.

9-5cc60401a8bc15437c7b7c0e.jpg
9-5cc60401a8bc15437c7b7c0e.jpg
Jadi gini loh, kalau lo sendiri sekiranya nggak bisa ngasih masukan, kritik, dan saran yang membangun mental seseorang, lebih baik diam deh. Itu lebih baik! Karena ocehan lo itu nggak bakalan bikin orang semakin berubah menjadi lebih baik, tapi malah memperburuk keadaan. Toh setiap orang juga punya masa untuk berproses, mencerna bagaimana hidup dia kedepannya. Jadi, lebih baik urus hidup kita sendiri daripada menghujat orang lain. Bukannya menjatuhkan marwah orang lain di depan orang banyak itu tidak lebih baik daripada hanya sekedar buka hijab?

Memang sangat disayangkan, ketika ada seorang muslimah yang sudah istiqomah memakai hijab kemudian ia membukanya kembali dengan alasan yang memang kita tidak pernah tahu secara langsung problem dan kehidupan pribadinya. Ya, sebagai saudara sesama muslimah alangkah baiknya jika kita terus mendoakan, supaya ia bisa kembali bersinar dengan hijabnya. Dan segala problem yang diterimanya saat ini bisa menjadikannya pelajaran untuk kehidupannya yang lebih baik. Amin.

Cobalah untuk cerdas bermedia sosial, dengan menjadi warga netizen yang berbudi luhur. Bukankah kita menginginkan negeri yang aman, nyaman dan damai bukan?

Tabik,