Mohon tunggu...
Corry LauraJunita
Corry LauraJunita Mohon Tunggu... Tsundoku-Cat Slave

-

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Bahasa Blog dan Cinta Bahasa Indonesia

13 Oktober 2020   13:08 Diperbarui: 13 Oktober 2020   13:10 32 11 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bahasa Blog dan Cinta Bahasa Indonesia
Ilustrasi Blogger |Sumber : bilingua.io

Ada banyak tujuan orang dalam menulis dan mempublikasikannya di dalam sebuah blog. Ada yang bertujuan menyalurkan hobi, sebagai sumber pendapatan, atau sekedar menuangkan apa yang sedang ada di dalam pikirannya. Bagi saya sendiri, menulis adalah sebagai media untuk mengungkapkan perasaan dan pendapat. Blog adalah salah satu tempat untuk menampung tulisan-tulisan tersebut.

Pada masa pandemi ini, jumlah orang yang bisa saya temui dan ajak bicara mengenai suatu topik tertentu sangat terbatas jadi menulis adalah salah satu cara untuk refreshing dengan cara mengeluarkan apa yang ada di kepala saya. Jadi saat saya punya pendapat, ingin curhat, atau kadang marah, saya tumpahkan dalam tulisan. 

Tidak semua tulisan patut ditayangkan di blog, mungkin ada yang sifatnya begitu privat sehingga cukup disimpan sendiri, atau langsung diserahkan kepada yang dituju. Kebanyakan tulisan-tulisan saya terhenti pada tahap free writing. Tulisan-tulisan tersebut benar-benar seperti bahasa lisan, bentuknya nyaris seperti kata-kata dalam percakapan, tanda baca tidak semestinya, dan jika pembaca bukan orang yang mengenal saya dan kebiasaan berbicara saya sehari-hari, mungkin ada beberapa bagian yang tidak akan dimengerti.

Tulisan yang saya publish adalah tulisan yang sifatnya umum, kira-kira tidak menyinggung orang di sekitar saya yang mengenal saya, dan yang memiliki potensi untuk membantu orang lain, atau saya sendiri (sebagai pengingat di masa datang). Tulisan di blog biasanya tetap disunting dan dirapikan demi kemudahan dalam memahami isinya. 

Jika ada yang mengatakan bahasa blog itu adalah bahasa lisan yang dituliskan, sepertinya hal itu kurang tepat. Bahasa lisan membutuhkan penekanan-penekanan intonasi untuk bisa dimengerti dengan jelas oleh pendengarnya. Bahasa tulisan, walaupun tidak baku, butuh pemilihan kata yang sesuai dan tanda baca yang tepat untuk bisa dimengerti oleh pembacanya.

Apakah bahasa blog itu merusak tatanan bahasa Indonesia? Mungkin ada yang akan mengatakan "ya". Hal ini karena bahasa blog banyak yang menggunakan kata yang tidak baku, bahasa prokem, atau justru kata-kata yang artinya berbeda dari makna sebenarnya. Tetapi bagi saya, menulis di blog itu adalah hal yang menyenangkan karena membuat saya bebas menyampaikan apa yang sedang saya pikirkan. Apakah dengan menulis bebas di blog lalu saya tidak cinta dengan Bahasa Indonesia? Saya sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan ini karena tolak ukur cinta dan kebanggaan terhadap sesuatu itu memiliki standar masing-masing.

Saya merasa menulis dengan kaidah tata bahasa yang baik dan benar cukup saya lakukan di lomba blog yang sudah ditentukan aturan bakunya,  media jurnal, proposal, paper kuliah, atau laporan kepada atasan. Jika saya harus menulis blog sehari-hari dengan aturan2 tersebut, di mana lagi kesenangannya? Saya juga sering membaca blog yang membahas sesuai dengan apa yang sedang menjadi minat saya pada saat tertentu. 

Saat memilih artikel untuk saya baca, saya memilih yang penyampaiannya ringan dan tidak terlalu baku, karena lebih membuat saya relaks dan betah saat memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Jika diharapkan selalu menulis dengan tata bahasa yang sesuai EYD dalam tiap tulisan di blog, mungkin secara otomatis saya akan berhenti karena tidak ada bedanya dengan saya diminta bekerja di masa saya waktunya santai. Jadi, menulis dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan menulis bebas bagi saya ada media dan tempatnya masing-masing.

Semua hal diatas adalah alasan saya menggunakan Bahasa Indonesia yang bebas dalam tulisan blog. Bukan karena tidak menghargai atau tidak mencintai Bahasa Indonesia, tetapi karena saya lebih mengutamakan kesenangan dalam menulis itu sendiri.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x