Mohon tunggu...
Juli Nugroho
Juli Nugroho Mohon Tunggu...

Experienced Advertising, Sales & Marketing Professional. Consultant, Trainer & Coach

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Menjadi Produktif dan Kreatif di Era Digital bersama Perpustakaan

30 November 2017   07:22 Diperbarui: 30 November 2017   09:13 1237 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjadi Produktif dan Kreatif di Era Digital bersama Perpustakaan
dispusip.jakarta.go.id/

Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta yang digelar di perpustakaan Cikini kemarin tanggal 28 November 2017, saya mendapatkan amanah untuk bertindak sebagai moderator dalam talkshow dengan tema Menjadi Produktif dan Kreatif di Era Digital bersama Perpustakaan.

Talkshow tersebut menghadirkan Ismail Fahmi, PhD alumni ITB dan Universitas Groningen yang juga seorang pakar IT dan sosial media serta Ridwan Hanif Rahmadi, seorang influencer media sosial dan juga founder dari autonetmagz, sebuah portal berita otomtif.

Talkshow  ini merupakan Program Perpustakaan Nasional yang didelegasikan ke Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan penguatan komitmen pencanangan Provinsi DKI Jakarta sebagai Provinsi Literasi. Program ini juga dimaksudkan untuk memberikan penyegaran bagi para undangan yang terdiri  para pejabat Struktural di lingkungan Dispusip, Para Pustakawan, Para Pengelola Perpustakaan Sekolah, Universitas, dan dari unsur Ikatan Abang dan None Buku (Ikanobu) di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Acara ini juga menjadi ajang penyerahan penghargaan dalam berbagai lomba yang digelar oleh Dispusip yang berkaitan dengan perpustakaan dan pustakawan.

Pada kesempatan ini  Ismail Fahmi membuka paparannya dengan menampilkan kisah Jack Andraka, seorang anak muda Amerika Serikat yang berhasil menemukan alat pendeteksi dini penyakit kanker Pankreas berbiaya rendah. Jack memulai penelitiannya dengan membaca berbagai literatur yang tersedia di internet. 

Saat ini Ismail Fahmi bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional tengah mengembangkan Onesearch.id, suatu instrumen pencari yang didalamnya terdapat hampir 5 juta entri yang dikumpulkan dari berbagai repositori milik organisasi mitra yang berasal dari berbagai sektor.  Jumlah entri ini nantiny akan terus berkembang sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah mitra yang bergabung.

One Search diklaimnya sebagai mesin pencari yang lebih canggih dibandingkan dengan google karena mampu menginformasikan berbagai buku, jurnal imliah atau karya tulis yang terdapat di berbagai perpustakaan di Indonesia yang mungkin tidak akan muncul bila dicari dengan google, sehingga mesin pencari ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa atau peneliti di Indonesia.  

Sementara itu  Ridwan Hanif memaparkan pengalamannya yang  sejak kecil  akrab dengan dunia perpustakaan yang secara tidak langsung membentuk jiwa kreatifnya. Perpustakaan baginya adalah seperti rumah kedua. Saat itu perpustakaan yang sangat sering dikunjunginya adalah perpustakaan British Council, yang waktu itu bisa dibilang memiliki koleksi yang lengkap. 

Bukan hanya memiliki koleksi berupa buku buku tetapi juga audiovisual. Era digital sesungguhnya bisa memudahkan semua orang untuk bisa mengembangkan diri, seperti dirinya ia banyak belajar via internet tentang berbagai hal yang dibutuhkan profesinya. Sejak mahasiswapun, Hanif sudah gemar berkarya melalui blog yang memuat catatan perkuliahannya.

Kedua narasumber mendorong agar para pustakawan dan pengelola perpustakaan untuk menjadi produsen dari pesan pesan positif yang mungkin bisa membantu mengatasi "Hoax" yang saat ini sedang marak di negeri ini.

Para pengelola perpustakaan juga bisa membantu dalam mempromosikan perpustakaan atau buku buku yang tersedia di perpustakaannya melalui sosial media sehingga terjadi interaksi antara perpustakaan dan peminat buku. Sehingga di era digital ini, sangatlah memungkinkan bagi para pustakawan ataupun pengelola untuk dapat berperan sebagai seorang inspirator ataupun influencer, karena banyaknya materi yang bisa mereka sampaikan ke publik.

Mau produktif dan kreatif ? Mari ke Perpustakaan dan Ayo Gemar Membaca ! (Oleh Juli Nugroho, founder dari gerakan "Ayo Gemar Membaca", sebuah gerkan literasi yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali minta baca di Jabodetabek dan Indonesia).

VIDEO PILIHAN