Mohon tunggu...
claudya agitabr
claudya agitabr Mohon Tunggu... claudya agita br bangun

giat dan semangat dalam kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Sampah Organik Ternyata Sangat Bermanfaat bagi Petani di Tanah Karo

12 Agustus 2020   22:42 Diperbarui: 12 Agustus 2020   22:48 60 1 0 Mohon Tunggu...

oleh: Claudya Agita Br Bangun 

Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau sengaja di buang dari sumber aktivitas Manusia, ataupun proses alam yang belum memiliki nilai Ekonomis, tetapi dapat dibuat menjadi daur ulang yang bermanfaat. Sampah organik adalah sampah yang dapat terurai maksudnya adalah sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. 

Sampah oraganik biasanya bisa dikatakan dengan sampah yang ramah lingkungan, Walaupun sampah organik ini menimbulkan bau yang tidak sedap karena proses pembusukan dari sampah organik tersebut sangat cepat. Namun sampah organik mempunyai banyak manfaat untuk tanah dan tanaman jika kita bisa mengolah sampah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.

sampah organik ini terbagi menjadi dua yaitu : sampah organik basah dan sampah organik kering. sampah organik basah adalah sampah yang banyak mengandung air,sampah ini yang biasanya menimbulkan bau yang tidak sedap. contohnya seperti : buah yang cepat membusuk, sisa sayur dari sampah rumah tangga, kotoran hewan dan lain sebagainya. sedangkan sampah organik kering adalah sampah yang sedikit mengandung air, contohnya yaitu : ranting pohon, kayu, daun-daun kering dan lain sebaginya. 

namun ternyata sampah organik ini sangat bermanfaat bagi para petani terlebih lagi pada saat pandemi Covid-19 saat ini, yang mana banyak para petani tidak sanggup membeli pupuk untuk tanaman yang mereka tanam, karena perekonomi masyarakat yang kini menurun serta hasil jual yang tidak memenuhi standart. sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga sangat sulit untuk dipenuhi. 

Jadi, sampah organik sangat membantu masyarakat, khususnya bagi para petani yang pusing memikirkan dari mana uang membeli pupuk untuk tanaman mereka seperti cabai, jeruk dan sayur-sayuran  yang menjadi sumber penghasilan untuk kehidupan keluarga dan sehari- hari mereka. Namun ada kepuasan tersendiri bagi para petani khususnya di daerah tanah karo karena masyarakat yang bertani di sana mampu menuai hasil yang cukup bagus dengan  menggunakan sampah organik basah (seperti kotoran ayam dan sapi) yang digunakan untuk tanaman tersebut. 

Tapi, tidak semua sampah organik basah yang digunakan untuk tanaman para petani, hanya sampah organik yang berupa sampah (kotoran) hewan saja yang dapat digunakan untuk tanaman petani. Petani menggunakan cara tersendiri untuk menggunakan kotoran hewan tersebut. Penggunaan kotoran-kotoran sapi dengan cara, petani mengumpulkan terlebih dahulu kotoran-kotoran sapi di suatu tempat, jika sudah banyak maka petani mulai menggunakan kotoran sapi itu sebagai tanah sebelum tanaman itu di tanam dan juga biasanya digunakan untuk pupuk dari tanaman jeruk. 

Sedangkan untuk pengguanaan kotoran ayam, petani menggunakan cara pengecoran tanaman yang sudah di tanam seperti pada tanaman cabai. yang mana biasanya dicampur dengan air supaya lebih mudah untuk melakukan pengecoran. Biasanya terdapat 3-4 kg kotoran ayam yang akan mulai dilarutkan dalam ember yang sudah disediakan. Setelah sekitar 4-5 hari kotoran ayam itu dilarutkan maka petani biasanya mulai melakukan pengecoran tersebut kepada tanaman-tanaman muda yang di tanam oleh petani tanah karo. Dan ternyata hasil yang didapat cukup memuaskan, seperti halnya tanaman cabai yang dilakukan pengecoran buahnya cukup besar dan panjang, serta tumbuh subur juga.

Namun pada saat proses penggunaan kotoran hewan tersebut tidak ada campuran apaun selain air yang digunakan. Menggunaka sampah organik( kotoran --kotoran hewan) menjadi pupuk untuk  tanaman- tanaman para petani yang ada di tanah karo sekarang ini banyak sudah diikuti oleh para petani yang juga bukan dari tanah karo. Karena selain mudah di dapat, juga mudah untuk digunakan tanpa harus melalui banyak proses atau tahapan untuk bisa digunakan dan juga tidak terlalu memerlukan banyak biaya. Tapi meskipun petani kini mendapat hasil yang bagus petani juga tetap tidak bisa menjual hasil tanaman karena pada saat masa Covid-19 ini harga jual juga sangat menurun derastis.

VIDEO PILIHAN