Travel Pilihan

Tana Toraja, Destinasi Tepat untuk Para Pecinta Alam dan Budaya

9 November 2018   23:23 Diperbarui: 10 November 2018   00:04 212 0 0
Tana Toraja, Destinasi Tepat untuk Para Pecinta Alam dan Budaya
Tana Toraja | Dokumen Pribadi

Tana Toraja, atau lebih dikenal dengan Toraja, buat saya merupakan destinasi eksotik khas Sulawesi Selatan. Karena berada di perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Toraja jadi jarang sekali dikunjugi wisatawan. Padahal, tempat ini sangat cocok untuk para pecinta alam dan budaya, lho!

Bulan Agustus tahun lalu, saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di Tana Toraja. Sejauh yang saya tahu, ada 2 cara menuju tempat ini, yaitu dengan Pesawat Jakarta-Makassar-Toraja ataupun dengan pesawat Jakarta-Makassar dan dilanjutkan Bus ke Toraja. Saya dan partner waktu itu sepakat untuk menggunakan pesawat Jakarta-Makassar dan melanjutkan perjalanan kami dengan bus malam tujuan Toraja. 

Jika mau menggunakan cara ini, Kompasianers bisa dengan mudah memesan tiket pesawat di Aplikasi Pegipegi tujuan Jakarta-Makassar dengan harga mulai dari Rp740.000, setelah itu lanjut menggunakan Bus selama 8 jam ke Tana Toraja dengan harga tiket sekali jalan Rp160.000. 

Tak perlu khawatir, bus malam dari Makassar ke Tana Toraja tersedia setiap hari dan fasilitasnyapun nyaman sekali. Dijamin bisa tidur selonjoran kaki pakai selimut dan bangun-bangun sudah siap eksplor kota baru!

Budaya yang Masih Terjaga | Dokumen Pribadi
Budaya yang Masih Terjaga | Dokumen Pribadi
Sesampainya di perwakilan bus Toraja di daerah Rantepao, kami naik becak motor ke tempat penyewaan sepeda motor terdekat. Mungkin karena belum jadi tempat wisata seperti Bali, tempat penyewaan motor ataupun mobil di Toraja masih sedikit sekali. 

Bahkan kalau saya nggak salah, di Toraja hanya ada 3 penyewaan motor dan harganya bintang lima, deh! Satu hari sewa (12 jam) tarifnya  paling murah Rp100.000 dan kalau motor menginap di homestay / hotel tempat peminjam, dikenakan lagi biaya Rp25.000 - Rp50.000. 

Jadi sistem penyewaan motor disana adalah pinjam pagi kembali sore, kalau besok pagi mau pinjam lagi berarti harus ke penyewaan lagi. Agak rumit, ya?

Bagaimanapun, menurut saya, Toraja wajib banget dikunjungi! Justru karena masih susah ini dan itu, sensasi  eksplornya lebih berasa. Alamnya juga masih asri banget, banyak tumbuhan hijau dan udara yang sejuk. 

Selain itu, hal yang saya suka dari Toraja adalah budanya yang masih kental sekali seperti upacara pemakaman ataupun pernikahan, sampai bangunan rumah warga / gedung yang masih menggunakan atap tongkonan walaupun bagian bawahnya sudah menggunakan semen. 

Naik Motor Keliling Toraja! | Dokumen Pribadi
Naik Motor Keliling Toraja! | Dokumen Pribadi
Pemandangan Sepanjang Jalan | Dokumen Pribadi
Pemandangan Sepanjang Jalan | Dokumen Pribadi
Alam yang Memesona | Dokumen Pribadi
Alam yang Memesona | Dokumen Pribadi
Untuk mengetahui seluk beluk budaya Toraja, Kompasianers bisa datang langsung ke tempat wisata di Toraja yang sudah terkenal, namanya Ke'te Kesu. Disini, Kompasianers bisa langsung melihat bangunan tradisional asli Toraja dan juga membeli beberapa pernak pernik Toraja seperti patung ukiran, kalung dan gelang, perabotan rumah tangga dengan motif dan warna khas Toraja, sampai tenun ikat. 

Nah, hal yang menarik di Ke'te Kesu ini terletak pada kuburan warga di halaman belakang. Terlihat banyaknya batu-batu besar dan juga tulang belulang manusia yang diletakkan di tempat terbuka. 

Selain itu, masyarakat Toraja juga masih menjunjung tinggi nilai budaya pemakaman, dimana mereka merayakan pemakaman dengan memotong kerbau, meletakkan peti jenazah di dalam gua batu atau pohon, mengukir patung yang dinamakan Tau Tau dan ditaruh di depan makam serta diberi pakaian atau kain khas Toraja. Coba pikirkan, daerah mana lagi yang menjadikan makam sebagai tempat wisata?

Tulang Manusia di Ke'te Kesu | Dokumen Pribadi
Tulang Manusia di Ke'te Kesu | Dokumen Pribadi
Makam di Ke'te Kesu | Dokumen Pribadi
Makam di Ke'te Kesu | Dokumen Pribadi
Selain Ke'te Kesu, Kompasianers juga wajib mengunjungi desa khusus penenun, namanya Tongkonan To'Barana. Disini, saya bertemu dengan Oma pengrajin kain tenun. Semua dilakukan beliau dari mulai proses pengumpulan kapas, membuatnya menjadi benang, sampai menenun kain hingga tercipta ragam kain dengan motif yang indah. 

Namun, diusianya yang sudah menginjak kepala 9, beliau sekarang hanya aktif membuat benang untuk kain dan menjual kain tenun bikinan anak serta cucunya di toko sederhana ini. Setiap hari, oma bekerja ditemani dua kucing lucu miliknya. Gemas banget, ya!

Oma Pengerajin Kain Tenun | Dokumen Pribadi
Oma Pengerajin Kain Tenun | Dokumen Pribadi
Tempat wisata di Toraja lainnya yang berkesan untuk saya adalah Lolai, atau lebih dikenal dengan Negeri di Atas Awan. Lolai ini lokasinya agak jauh dari kota pusat Rantepao, tepatnya ada di Toraja Utara. Ada beberapa alternatif jalan dari pusat Rantepao kesini, kira-kira jaraknya sekitar 16-23km. 

Jangan dibayangin jalanan Jakarta yang cuma lurus kanan kiri ya, karena jalan ke Lolai nanjak terus keatas. Jadi walaupun nggak macet, butuh waktu lumayan lama untuk sampai kesana. Saya dan partner berangkat dari hotel yang kami pesan di Aplikasi PegiPegi jam 04:00 subuh. Jalannya gelap dan lumayan licin, jadi harus ekstra hati-hati.

Lolai, Negeri di Atas Awan | Dokumen Pribadi
Lolai, Negeri di Atas Awan | Dokumen Pribadi
Lolai dinamakan Negeri di Atas Awan karena memang daerah ini lebih tinggi daripada awan. Jadi kalau Kompasianers menginjakkan kaki disini, kalian lebih tinggi dari awan, lho! Dan jika hari sudah mulai siang, Kompasianers bisa melihat kota Rantepao dari ketinggian ini!

Untuk Kompasianers yang masih bingung menentukan destinasi saat libur akhir tahun sampai libur tahun baru nanti, saya sangat merekomendasikan untuk pergi ke Toraja! Mau pergi sendiri, bersama pasangan ataupun ramai-ramai dengan teman, destinasi ini cocok banget untuk menambah pengetahuan budaya dan juga menyegarkan pikiran dengan alamnya. Oh ya, berikut beberapa tips dari saya jika mau mengunjungi wisata Indonesia yang terletak di Sulawesi ini:

  • Siapkan uang yang cukup karena ATM lumayan sulit dicari.
  • Sebelum sampai Toraja, usahakan sudah dapat sewa motor ataupun mobil. Bisa cari referensi penyewaan motor atau mobil di internet.
  • Lebih baik pilih penginapan yang sudah menyediakan breakfast. Kompasianers bisa melihat beberapa pilihan di Aplikasi Pegipegi dan melunasi langsung dengan metode pembayaran yang tersedia. Sampai Toraja sudah nggak perlu pikirin penginapan dan makan pagi lagi!
  • Bawa pakaian tebal, udara malam di Toraja cukup dingin.

Yuk, mulai siapkan budget dan bikin list tempat wisata dari sekarang. Jangan lupa download dan pantengin Aplikasi Pegipegi kamu juga ya, karena pasti bakalan ada promo dan diskon yang pastinya bikin budget bepergianmu makin aman!