Edukasi Pilihan

Mahasiswa Berperan Ganda : Antara "Part Time" dan Prestasi (BINUS)

7 Desember 2018   02:14 Diperbarui: 7 Desember 2018   22:03 274 0 0
Mahasiswa Berperan Ganda :  Antara "Part Time" dan Prestasi (BINUS)
Dokpri

"Pagi mengejar prestasi,  sore mencari kompensasi"

Bila selama ini mahasiswa dideskripsikan dengan jadwal kelas yang padat dan tugas yang tiada akhir,  ada pula jenis mahasiswa yang dikenal berperan ganda, mahasiswa yang berprofesi sebagai part timer, Pagi mengejar prestasi, sore mencari kompensasi.

Kebanyakan diantara-nya bisa menjadi orang yang berbeda saat bekerja dan berkuliah. Bila dikelas biasanya tidak terdeteksi,  sore hari bisa berpakaian rapi siap bertemu Customer, ada yang mulai membuka laptop dan menyusun administrasi, ada yang bekerja diruangan bersama telefon dan catatan,  ada juga yang mulai menghitung target penjualan. 

"Berbagai jenis pekerjaan part time menuntut profesionalitas dan integritas,  mau tidak mau, kuliah harus dinomor duakan saat berada di lingkungan kerja",ungkap Ardianta salah satu part timer team promotion Binus, saat ditanya mengenai pekerjaan dan perkuliahannya. 

Hal tersebut sering menjadi dilema para mahasiswa yang berperan ganda, dihadapkan pada pilihan antara pekerjaan dan prestasi, pasti semua sama pentingnya! Maka keputusan untuk menjalankan keduanya sekaligus akan memberikan tanggung jawab dan konsekuensi yang lebih besar. Tentu cepat atau lambat, perasaan jenuh akan menghampiri ditengah rutinitas yang membutuhkan tenaga ekstra,  Namun rasa lelah tersebut terbayar ketika menerima hasil kerja dan nilai yang memuaskan.

Bagaimana cara menyeimbangkan antara kuliah dan pekerjaan?


Yang pertama, menentukan prioritas. Mengetahui mana prioritas utama kita sangat penting,  setiap orang memiliki pilihannya sendiri,  ada baiknya bila pilihan tersebut sudah melalui pertimbangan yang matang,  akan ada waktu dimana kita harus fokus pada salah satu bidang, maka ketika saat itu tiba, kita sudah mengetahui mana yang menjadi prioritas kita.

Kedua, berkomitmen. Tanpa komitmen yang benar, seluruh usaha yang sudah dibangun akan hancur ketika diterpa masalah, setelah memutuskan menjadi part timer,  sadarlah terlebih dahulu akan kewajiban sebagai mahasiswa, dengan begitu,  kita akan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal tanpa melupakan prioritas utama kita.

Ketiga, manajemen waktu. Rasanya 24 jam sehari tidak cukup ketika memiliki 2 peran sekaligus. Waktu memang tidak akan menyesuaikan dengan kita,  tapi kita bisa mengatur waktu! 24 jam sehari akan cukup bila kita mampu menggunakannya dengan bijaksana,  buat daftar kegiatan sehari-hari dengan tabel waktu serta mengurutkannya, akan membuat kegiatan kita lebih terorganisir dan efisien!