Mohon tunggu...
Citra Andita
Citra Andita Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP UMJ

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

6 Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui sebagai MC Formal

14 Juli 2022   11:48 Diperbarui: 14 Juli 2022   13:08 636 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Contoh MC mengenakan busana nasional (batik). Sumber : https://id.berita.yahoo.com/ 

Untuk kalian para MC yang sering membawakan acara-acara formal, ada beberapa hal penting yang harus kalian ketahui agar acara yang kalian bawakan ketika menjadi MC formal dapat berjalan dengan lancar dan sukses!

Pasti beda dong bagaimana pembawaan MC formal dan non formal, MC formal ini biasanya sih yang membawakan acara-acara yang bersifat resmi, seperti conference, meeting, acara kenegaraan, pelantikan, atau peresmian, dan lain sebagainya yang dihadiri para pejabat negara atau pejabat daerah.

Ini dia 6 hal penting yang harus kamu tahu!

  • Tanyakan Dress Code

Kita sebagai pembawa acara harus tahu penampilan seperti apa yang diharapkan oleh client. Karena acaranya bersifat formal, maka penampilan kita harus resmi. Tanyakan pakaian apa yang harus kita gunakan, apakah busana nasional? seperti menggunakan kebaya atau batik serta kain tenun daerah. Apakah mungkin memakai blazer atau jas? Selain itu, tanyakan adakah warna-warna tertentu yang sebaiknya dihindari.

Contoh MC mengenakan jas & blazer. Sumber: https://bp-guide.id/AXiLm1IQ
Contoh MC mengenakan jas & blazer. Sumber: https://bp-guide.id/AXiLm1IQ

Contoh MC mengenakan busana nasional (kebaya). Sumber : https://www.grid.id/ 
Contoh MC mengenakan busana nasional (kebaya). Sumber : https://www.grid.id/ 

Minta susunan acara kepada client, dari sana kita bisa tahu siapa saja tamu undangan yang hadir dan mengetahui kategori tamu undangan VIP. Dalam acara formal, MC menyebutkan nama tamu undangan VIP, gelar, dan jabatan ketika di opening.

  • Cara Penyebutan Tamu VIP

Ketika menyebutkan nama tamu undangan VIP dalam suatu acara, undangan dengan jabatan paling tinggi itu hanya ada satu. Jadi penyebutan kita untuk undangan 'yang terhormat' itu hanya untuk satu orang dengan jabatan tertinggi, misalnya "Yang terhormat, Presiden Republik Indonesia". Untuk penyebutan tamu undangan VIP yang lain menggunakan kalimat 'Yang kami hormati', misalnya "Yang kami hormati, para Menteri Kabinet Indonesia Maju".

  • Cara Penyebutan Nama, Gelar, dan Jabatan

Ketika kita mengundang seseorang untuk maju ke depan untuk menyampaikan sambutan, yang harus kita cari tahu adalah nama, gelar, dan jabatan. Contoh pengucapannya adalah "Sambutan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, dengan hormat Bapak Dr. Mamun Murod, M.Si dipersilahkan". Jadi penyebutannya ada jabatan dan diikuti oleh nama beliau. Untuk jabatan tidak perlu diawali dengan kata 'Bapak/Ibu', kata 'Bapak/Ibu' disebutkan saat kita akan menyebutkan nama orang yang bersangkutan.

  • Cara Membacakan Susunan Acara

Dalam membawakan acara formal, apakah kita harus membacakan susunan acaranya? Jawabannya, tidak harus. Namun, jika ingin disebutkan sangat diperbolehkan dan dengan cara penyampaian secara garis besar, tidak perlu terlalu detail, dan penyebutannya tidak terlalu kaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan