Mohon tunggu...
cipto lelono
cipto lelono Mohon Tunggu... Guru - Guru

Menulis sebaiknya menjadi hobi

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Mengurai PNS Bolos Kerja dari Peribahasa "Besar Pasak daripada Tiang"

26 September 2021   07:37 Diperbarui: 28 September 2021   07:31 1056 93 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN)(CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)

PNS adalah profesi yang sampai sekarang masih menjadi profesi pilihan bagi sebagian masyarakat. 

Pertimbangan status, kepastian masa tua menjadi bagian pertimbangan yang sering mengemuka dalam perbincangan di masyarakat.

Maka tidak mustahil di sebagian masyarakat kita, dahulu kala, pernah ada yang menghalalkan segenap cara agar bisa anaknya menjadi PNS. Dengan kata lain PNS menjadi profesi dambaan dan kebanggaan bagi sebagian masyarakat kita.

Namun realitanya, perjalanan PNS tak seindah dan linear dengan sikap masyarakat yang memberikan dambaan dan simbol kebanggaan. 

Hal ini disebabkan oleh sikap dan perilaku PNS yang kontraproduktif dengan kehendak indah masyarakat, salah satunya adalah "bolos kerja."

PNS bolos kerja mempunyai banyak dimensi penyebab dan faktor yang mendorongnya. Salah satunya adalah tidak mempunyai "kecerdasan sikap" dalam memosisikan gaya hidupnya dengan penghasilan yang diterima setiap bulan.

Seperti diketahui bahwa gaji PNS sudah dapat dihitung setiap bulannya. Sehingga setiap pribadi PNS tentu sudah mengerti berapa penghasilan yang diterima tiap bulannya.

Jumlah itulah yang semestinya dijadikan sebagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik untuk makan minum, sandang, pangan dan papan maupun biaya pendidikan anak-anaknya. 

Sikap "menjadi diri sendiri" adalah langkah bijak dalam mengarungi kehidupan di tengah perbedaan status yang dimiliki sesama PNS.

Pakaian PNS tentu yang sesuai kondisi penghasilan tiap bulannya. Makan untuk diri dan keluarga semestinya juga begitu. Apalagi tentang kepemilikan rumah, PNS juga menginginkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan primernya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Finansial Selengkapnya
Lihat Finansial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan