Mohon tunggu...
Cintia Gita Pramesi
Cintia Gita Pramesi Mohon Tunggu... Penulis - Communication Student'19 | Script Writer | Instagram: gitaaa.c

❝Manusia terhebat dengan ide terhebat sekalipun bisa dijatuhkan oleh orang terkecil dengan pola pikir tersempit—tetaplah berpikir besar.❞ (John Maxwell)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Langit dan Pahlawan

20 Juli 2021   13:27 Diperbarui: 20 Juli 2021   14:55 78 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Langit dan Pahlawan
ilustrasi pribadi

2008

"Ayah, ayo kita lihat sapi!" seru gadis kecil bernama Aresha, "Adek mau lihat sapi!"

Ayah tersenyum, ia meletakkan koran di atas meja, melepaskan kacamatanya dan menggendong anaknya yang masih berusia 7 tahun. "Iya, Dek. Nanti sore kita ke lapangan ya untuk melihat sapi. Besok sapinya dipotong, adek sedih, nggak?"

Aresha tersenyum, ia menggelengkan kepalanya hingga rambutnya yang dikuncir dua itu bergerak menepis pipi gembilnya. "Enggak dong. Kata ayah kan tahun depan ada lagi."

2010

"Adek, ayo ke lapangan. Katanya mau lihat sapi dan kambing? Hari ini ada Nana juga lho." Ayah membangungkan Aresha yang masih terlelap pada pukul 8 pagi. Aresha membuka matanya perlahan, ia hanya membuka matanya dan memandang wajah ayahnya. 

Ayah menggendong Aresha. "Yuk, beres-beres. Nanti sore ayah kerja, jadi kita lihat sapinya pagi saja ya."

2015

"Ayaaaaah."

"Ayoooo lihat sapiiiiiii."

Aresha terus menarik ayahnya yang masih tertidur lelap. "Kata ayah sore ayah pergi kerja, ayo kita lihat sapi pagi-pagi."

Ayah terbangun.

2019 

"Halo, Aresha. Kamu pulang jam berapa? Ayah hari ini pergi kerja sore hari, ayo kita jalan-jalan lihat sapi."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x