Mohon tunggu...
Cindy Fernanda
Cindy Fernanda Mohon Tunggu... Seniman - a psych student

lots in my head.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Judgemental Society: Hakim di Mana-Mana dan Cara Menghadapinya

13 September 2021   07:55 Diperbarui: 13 September 2021   08:02 136 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Judgemental Society: Hakim di Mana-Mana dan Cara Menghadapinya
Dokumen pribadi

Setiap tahun beban di pundak bertambah saat meniup lilin ulang tahun. Tantangan hidup ada banyak di depan, menunggumu untuk lewat dan siap untuk menonjok dirimu. Rupanya hidup merasa itu tidak cukup sehingga ia memberikan bumbu lainnya yaitu 

JUDGEMENTAL SOCIETY (masyarakat/ dunia yang menghakimi).

Hidup di judgemental society memang tidak bisa dihindari, tidak akan, setidaknya sampai kamu meninggalkan dunia ini.

Terima saja fakta bahwa kamu dan diriku hidup di dunia dimana orang berhak berkomentar sepuasnya dan berhak menghakimi hidup orang lain. Terima saja jika semua penghakiman manusia membuat dunia memiliki standar kebahagiaannya sendiri, karena memang begitu adanya. Selamat datang di dunia. Walaupun tidak adil, tetapi memang begitu adanya. 

Hanya satu yang bisa kita lakukan, hadapi.

  1. Kontrol apa yang kamu bisa, sisanya biarkan

Setiap orang akan menilai segala hal yang kamu lakukan dan itu tidak apa-apa. Kamu tidak bisa mengontrol apa pikiran dan perkataan mereka, jadi biarkan saja. Tidak perlu peduli dengan hal yang diluar kontrol dirimu, itu hanya akan menghabiskan waktu. Hal yang bisa dirimu kontrol adalah tindakanmu terhadap perkataan mereka. 

Everyone has their own version of you in their minds. Seperti itu adanya dan itu bukan masalah.

  1. Jangan ambil semua ke hati

Jujur saja, sebenarnya manusia terlalu peduli dengan dirinya sendiri dan "tidak peduli" dengan orang lain. Jika mereka membicarakanmu, mereka mungkin akan lupa 5 menit ke depan atau keesokan harinya, paling tidak. Mereka tidak peduli dengan perasaanmu yang mungkin saja sakit mendengar perkataan mereka karena memang seperti itu sifat manusia, tidak benar-benar peduli dengan lainnya. Mereka saja tidak peduli, kenapa kamu harus menghabiskan malammu dengan pikiran-pikiran itu?

  1. Saling mengerti itu lebih baik

Setiap orang memiliki cerita yang berbeda dalam hidupnya. Ada orang yang suka ketinggian, ada yang trauma, dan mereka tidak bisa disamakan. Orang akan menilai dirimu berdasarkan konteks, pengalaman masa lalu mereka, dan faktor lainnya. Kamu tidak pernah bisa menghakimi cara berpikir orang yang berbeda denganmu, tetapi kamu selalu bisa saling berbagi, kalau orang itu mau menerima pendapatmu tentunya. 

  1. Jangan sampai tenggelam di perkataan hakim dunia

Saat seseorang menghakimi dirimu, sifat alami manusia akan defensif atau mungkin menghajarnya kembali dengan kata-katamu. Tetapi melakukan itu juga tidak membuatmu berbeda dengan mereka. Jika mereka mengejekmu, biarkan dan jangan sampai dirimu memberi kekuatan kepada mereka untuk mengubah dirimu. 

Baca Juga: Masalah Remaja Sekarang: Remaja dan Tekanan Sosial Media, Ada Apa?

Jangan biarkan perkataan mereka membuatmu tenggelam dan sulit untuk naik ke permukaan lagi. 

  1. Cari yang mendukung bukan menjatuhkan

Jika kamu dikelilingi dengan orang yang ingin menjatuhkanmu, kamu lama-lama akan tenggelam ke dasar yang paling bawah. Kamu butuh support, cari lingkungan teman yang bisa mendukungmu. Ingat, lingkunganmu adalah siapa dirimu. Pilihlah teman dengan bijak. 

Menilai seseorang boleh, itu memang dari naluri manusia tetapi menghakimi hidup seseorang itu tidak. Kamu tidak tahu apa yang mereka lalui sampai menjadi seseorang seperti itu. Mungkin juga secara sadar tak sadar, diri kita telah menjadi hakim dunia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
13 September 2021
LAPORKAN KONTEN
Alasan