Hijau

Ledakan Kependudukan: "Tragedy of The Common" (Garret Hardin)

8 November 2017   00:00 Diperbarui: 8 November 2017   00:07 1047 0 0

Seorang penulis sekaligus American Ecologist and Microbiologist bernama Garret Hardin mempublikasikan tulisannya berjudul "The Tragedy Of The Commons" pada tahun 1968. Berawal dari sejarah dimana ledakan penduduk membuat suatu negara menjadi tidak sejahtera, munculnya kelaparan, dan juga membuat negara tidak maju. Perang nuklir disebut-sebut sebagai solusi dari masalah tersebut.

Hardin menuliskan bahwa ledakan kependudukan adalah masalah yang serius dan perlu untuk dipikirkan. Adanya ancaman kebebasan karena jumlah populasi manusia yang meledak tidak bisa diseimbangi dengan lapangan pekerjaan yang ada, kemudian menimbulkan masalah pada wilayah geografis yang semakin menipis karena dipenuhi oleh sekumpulan manusia dan dapat menimbulkan masalah yang besar bagi suatu negara.

Hardin mengibaratkannya seperti sekumpulan sapi yang kemudian bertambah banyak di suatu ladang dan membuat sumber makanan mereka menipis. Begitulah kira-kira hal yang ingin digambarkan Hardin mengenai ledakan penduduk. Masalah yang akan dihadapi oleh suatu negara dengan masalah ledakan penduduk antara lain; populasi udara, darat, dan air, pemancingan ilegal, polusi udara, kurangnya makanan, sumber energi, dan standar hidup. Ledakan populasi kini mengancam seluruh belahan dunia karena adanya pemikiran bahwa mempunya anak yang banyak merupakan suatu hal yang baik namun tidak menyadari bahwa biaya yang akan dia keluarkan lebih besar dari apa yang dipikirkan mereka.

Oleh karena itu, muncullah berbagai kebijakan seperti salah satu contoh adalah kebijakan satu anak cukup bagi masyarakat di Cina dan diikuti oleh berbagai negara lainnya seperti United Kingdom, France, Italy, Germany, Vietnam, Brazil, Cuba, Kazakhstan, Brunei, Russia, Japan, China, Thailand, Macaodan Hong Kong. Menurut hasil survei, ledakan penduduk terbanyak terdapat pada negara Mali, Niger, Uganda, Somalia, Afganistan, Yemen, Burundi, Burkina Faso, the Congo, Angola, dan Sierra Leone dengan perkiraan 6 anak perkeluarga. Jika diperhatikan dengan seksama, masalah ledakan penduduk yang paling banyak adalah dibelahan Afrika karena masih dikuasai dengan paradoks-paradoks lama yang mengatakan bahwa memiliki banyak keturunan adalah hal yang baik.

Hardin kemudian mengemukakan solusi yang sekiranya dapat menahal jumlah ledakan populas yaitu dengan cara mengandalkan regulasi pemerintah. Di Indonesia, regulasi yang nyata untuk mengatasi permasalahan itu adalah program Keluarga Berencana yang dijalankan oleh masyarakat Indonesia. Dengan mempertimbangkan sumber daya dan penghasilan, keluarga dapat menekan ledakan populasi.