Mohon tunggu...
Chy Cici
Chy Cici Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Wanita biasa

“Tak perlu menjelaskan tentang dirimu pada siapapun, karena yang mecintaimu tidak membutuhkan itu dan yang membencimu tidak akan mempercayai itu” – Ali bin Abi Talib RA –

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Nak, Maafkan Ibu

25 Juli 2022   05:01 Diperbarui: 25 Juli 2022   05:11 98 19 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Dengan bantuan info dari seorang temannya yang memergoki suaminya bersama wanita lain di sebuah hotel yang tak jauh dari kediamannya. Akhirnya Lala pergi untuk menemui suaminya. Sudah beberapa kali ia menerima kabar burung itu,setiap ada kabar miring tentang suaminya ia menepisnya. Namun kali ini ia ingin membuktikannya sendiri. Bagai mendapat tamparan keras, wanita berkulit putih itu mendapati Revaldy suaminya sedang bercumbu di sebuah kamar hotel dengan Dara, seorang wanita yang memang ia tahu sangat menyukai suaminya. 

"Mas, tega ya sama aku. Bisa-bisanya kamu bercumbu dengan wanita jalang ini disini! Ternyata kabar yang aku dapat selama ini bener. Ku kira hubungan kalian sudah berakhir, ternyata bohong! Kita cerai!" Ucapnya emosi, pada suaminya yang tengah berduaan dengan wanita yang dikenalnya.

"Tunggu La, biar kujelaskan!" Pria bermata sipit itu segera mengenakan pakaiannya, tapi tak bisa mengejar istrinya yang pergi lebih dahulu sambil diiringi isak tangis.

Wanita keturunan arab itu tersenyum, merasa dirinya menang. "Cerailah biar kugantikan posisimu." Ucapnya dalam hati. 

"Gara-gara lu sih Dar, ngapain ngajak cek in disini. Biasanya kita kan gak disini! Siapa juga yang kasih tau Lala kalau kita disini! Aaah...sial!" Keluh pria usia 43 tahun itu.

Wanita bertubuh sintal itu hanya menjawab. "Ya, maaf!" Sambil merasa senang karena telah sukses menjalankan rencananya.

***

Sesampainya di rumah Lala memeluk erat bayinya yang baru berusia lima bulan. Sambil berderai air mata. Bi Sumi pembantu rumah tangganya terheran melihat majikkannya menangis.

"Ibu kenapa?" Tanyanya heran.

"Gak, apa-apa Bi. Bibi bisa pulang sekrang ya, saya pengen sendiri dulu."

"Tapi Bu, beneran ibu gak kenapa-napa?" Tanya wanita paruh baya memastikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan