Mohon tunggu...
Chusnul Chotimah
Chusnul Chotimah Mohon Tunggu... The explorer

Travels and Books

Selanjutnya

Tutup

Travel

Kura-kura Bukan Odong-Odong yah! Jangan Ditunggangin Guys!

12 Juli 2019   08:48 Diperbarui: 13 Juli 2019   04:50 0 0 0 Mohon Tunggu...

Dear Bapak Jokowi, ibu Susi  dan Ibu Siti Nurbaya..

Ini ceritanya saya ikut-ikutan bikin surat terbuka buat Bapak dan Ibu-ibu tersayang yang sangat saya hormati... well karena apa? Karena saya peduli sama Negeri tercinta kita ini.. dan berharap untuk suatu perubahan walaupun cuma setitik perubahan itu..
Bapak barusan jalan jalan nggeh? Ke Sulawesi sama Labuan Bajo. 

Alam Indonesia kita indah banget nggeh Pak? Potensinya Gede banget.. sumber Devisa negara yang menjanjikan banget...  dan bisa menjadikan nama Indonesia makin tersohor di Dunia. Kaya semisal orang bilang "Hawaii" semua tahu Hawaii itu di mana. 

Tapi ketika saya bilang saya dari Indonesia ke beberapa orang asing, mereka bakal bertanya itu di mana? Then I would say tahu "Bali" oh ya yaaa I know Bali. Yup Bali adalah bagian dari Indonesia yang membuat nama kita tersohor di kancah Dunia.

Saya bangga Pak, Bu dengan kemajuan kita .. dan langkah langkah Bapak untuk membangun infrastruktur demi menunjang kemajuan pariwisata kita. Namun... saya pun juga sangat khawatir kalau kesadaran ini tak di dukung kesiapan mental rakyat teman teman kita.

Pagi ini saya melihat video yang sudah viral lebih dari 2 millions views dari Unilad , judulnya locals are torturing an endangered turtle species in Asukweri beach. Terlihat beberapa orang bergantian sambil ketawa tawa naik di atas punggung kura kura. 

Apakah saya marah? Iya. Sedih ? Banget. Tapi apakah saya terkejut? Ga sama sekali. Dan saya tak lantas langsung menghujat mereka biadab tega menyakiti kura kura langka seperti itu. Menurut pribadi saya, mereka bukannya sengaja mau menyakiti atau membahayakan? Tapi mereka tak menyadari implikasi perbuatan yang mereka lakukan. Boro boro tahu kura kuranya langka. 

Dan ini , sayangnya, saya menyaksikan ini di banyak tempat di Indonesia. Saya 2 kali berkunjung di Laboan Bajo, 7 tahun lalu dan 4 tahun lalu. Dalam jangka waktu 3 tahun telah terjadi banyak perubahan di sana, makin ramai dan makin popular oleh turis lokal. 

Namun sayangnya perkembangan pariwisata yang harusnya menggembirakan ini, malah bikin saya jadi sedih. Coral-coral ga seindah dulu lagi, dan puncaknya, sedih banget saya waktu lagi berkunjung di Pulau Kelor, pulau yang lumayan popular di kalangan turis lokal untuk piknik makan siang, sampah di mana mana men!! Terutama bekas aqua gelas dan bekas bungkus Indomie. 

Ini cuma salah satu contoh hal yang perlu kita tingkatkan kesadarannya akan kecintaan terhadap alam ;  Tinggalkan jejak kaki saja di sini, jangan tinggalkan sampahmu. Hal kedua yang selalu bikin saya prihatin : coral! Entah kenapa saya sayang banget sama coral terumbu karang yang berwarna warni itu. 

Terumbu karang itu bukan batu karang, tapi makhluk hidup juga yang butuh puluhan tahun untuk berkembang. Namun sayangnya juga, masyarakat Indonesia pun tak menyadari itu , terumbu karang ya cuma sekedar batu yang boleh di injak injak dan di bawa pulang sebagai suvenir .

Well... saya ga sepenuhnya menyalahkan teman teman kita , banyak dari mereka yang tak tahu dan tak teredukasi. Maka dari itu, ga usah nuding nuding, menghujat, atau mengutuk, bisa saja mereka cuma ga tahu implikasi perbuatan mereka. Tapi marilah bersama sama mengedukasi cinta lingkungan dan mengembangkan pariwisata yang selaras dengan menjaga alam.
Bagaimana?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x