Mohon tunggu...
churmatin nasoichah
churmatin nasoichah Mohon Tunggu... Peneliti Balai Arkeologi Sumatera Utara

Tangkap ide-ide 'gila' mu dan ikatlah menjadi tulisan

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Ketika Perempuan Harus Masuk Hutan

5 Agustus 2020   19:30 Diperbarui: 5 Agustus 2020   19:28 12 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Perempuan Harus Masuk Hutan
Dok. Pribadi 2014

Sebagian besar perempuan tentunya ingin selalu tampil cantik dan menarik dengan kulit bersih berkilau. Ibarat pepatah sekarang mengatakan wajah harus glowing bak perempuan-perempuan Korea. Ya... sepertinya memang standar cantik terutama pada masyarakat Indonesia saat ini berkiblat pada tren di Korea Selatan dengan wajah yang putih licin nyaris terpeleset.

Ketika keinginan menjadi cantik 'berstandar' tersebut dapat didukung dengan berbagai produk kecantikan dan aktivitasnya, hal itu bisa berjalan beriringan. Namun ketika semuanya harus bertolak belakang maka harus ada pemakluman-pemakluman untuk masyarakat dengan kondisi tersebut.

Mungkin kalau untuk masalah 'produk kecantikan', semuanya bisa dicari karena saat ini banyak sekali beredar produk-produk kecantikan dengan berbagai kualitas dan tentunya bisa disesuaikan dengan kantong. Namun ketika berbicara tentang 'aktivitas' seorang perempuan tersebut, hal ini tentunya akan sulit untuk menyesuaikan.

Maksud saya dengan 'aktivitas' disini ketika seorang perempuan banyak melakukan aktivitasnya dalam ruangan apalagi ber-AC, setidaknya kulitnya akan lebih terlindungi dari paparan sinar UV yang menjadi penyebab utama kerusakan kulit terutama pada wajah.

Namun apabila seorang perempuan harus bekerja atau beraktivitas diluar ruangan, impian untuk menjadi glowing bak perempuan-perempuan Korea agaknya patut menjadi perhatian. Kalau hanya dilakukan sesekali mungkin tidak masalah, namun apabila dilakukan dengan terus-menerus tentunya pigmen dalam kulit kita akan lambat laun menggelap.

Berbagai produk kecantikan kembali menawarkan produk-produknya yang katanya mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV, namun kenyataannya itu semua hanya iklan. Ketika kita melakukan aktivitas misalnya berturut-turut selama sebulan, meskipun kita menggunakan skin care atau sunblock, tetap saja kulit akan tetap menggelap atau menghitam. Kering dan berjerawat? gak usah ditanya lagi. Itu suatu hal yang 85% bisa dikatakan akan terjadi pada kulit kita.

Ya... menjadi perempuan memang merepotkan ya. Banyak hal-hal kecil yang harus diperhatikan agar semuanya terlihat sempurna sesuai 'standar' kecantikan tersebut.

Perempuan masuk hutan? bahasanya sih 'masuk' tapi yang terjadi justru dia sudah jauh pergi keluar dari tempat ber-ACnya untuk mencari sesuatu yang menjadi tujuannya. Ketika para perempuan harus masuk hutan, maka teori-teori tentang produk-produk kecantikan dengan berbagai klaimnya tidak akan berpengaruh lagi.

Ya memang ketika para perempuan sudah berani memutuskan untuk banyak memilih beraktivitas di luar ruangan apalagi sampai harus berpetualang masuk-masuk hutan, maka mereka juga harus dapat menerima konsekuensi bahwa kulitnya tidak bisa lagi berstandar glowing mulus licin ala-ala Korea.

Meskipun demikian penggunaan skincare atau sunblock atau apapun itu tetaplah harus dilakukan, setidaknya untuk mengurangi kulit dari paparan sinar UV. Memang tidak menjadi atau tetap putih bersih dan glowing, namun setidaknya kulit kita tidak sampai terbakar apalagi mengelupas.

Pada intinya, maksud saya jangan salahkan produk-produk kecantikan tersebut jika tidak bisa membuat wajah kita menjadi putih glowing sedangkan kita masih saja bersenang-senang dengan aktivitas kita di luar ruangan apalagi masuk hutan.

Sekian.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x