Chaerul Sabara
Chaerul Sabara pegawai negeri

Suka nulis suka-suka____

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Roger Federer Masih Perkasa

17 Juli 2017   06:49 Diperbarui: 17 Juli 2017   06:55 230 8 0

Final tunggal putra Wimbledon 2017 yang mempertemukan unggulan 3 Roger Federer (Swiss) menghadapi Marin Cilic (Croatia) unggulan 7 sepertinya berlangsung anti klimaks, partai yang diharapkan menjadi partai yang menarik dan ketat antara kekuatan serangan dengan semangat muda dari Marin Cilic menghadapi pengalaman yang sarat dari The Fed, namun sayangnya partai ini sepertinya menjadi anti klimaks dari Cilic, sementara Roger masih tetap on fire, meraih gelar ke 8 Turnamen Wimbeldonnya, dengan cukup mudah 6 -- 3, 6 -- 1, dan 6 -- 4.

Set pertama dibuka dengan serve ditangan Cilic, pertandingan sepertinya akan berlangsung seru, kejar mengejar angka terjadi sampai game ke 4, memasuki game kelima4, kedudukan 2 -- 2, dari sebuah permainan yang cukup seru Federer berhasil mematahkan servis Cilic dan unggul 3 -- 2, Cilic nampaknya sedikit mengalami cedera. Setelah masing masing mempertahankan serve dikedudukan 5 -- 3, Federer kembali mematahkan servis Cilic di game ke 9 set pertama ini, Federer menutup set ini dengan kemenangan mudah 6 -- 3 dalam durasi 36 menit.

Memasuki game kedua Federer langsung tancap gas full, setelah di game pertama direbutnya dengan love game, game kedua pun Roger berhasil mematahkan servis Marin, dan unggul cepat 3 -- 0. Diakhir game ketiga ini Marin meminta medical time, karena cedera yang dialaminya. Game ke 4 Marin mempertahankan servisnya, begitu pula Roger kedudukan 4 -- 1. Game keenam sepertinya akan direbut oleh Cilic, setelah sempat break point 40 -- 15 namun Federer berhasil memaksa deuce, setelah 2 kali deuce Federer behasil mematahkan servis Cilic di game ini, dan akhirnya game ini pun ditutup Federer dengan amat mudahnya, dengan love game dan servis ace. Game ini hanya berlangsung 25 menit, dan Cilic pun kembali mendapatkan perawatan medis, nampaknya telapak kakinya harus dibalut karena cederanya cukup menyulitkannya.

Game ke 3 nampaknya bakalan seru, setelah mendapatkan perawatan saat medical time, cedera yang dirasakan Cilic sepertinya agak mendingan, permainan berlangsung ketat keduanya saling mempertahankan servis masing masing hingga kedudukan 3 -- 3 dimana pada game ke 6 ini Federer berhasil merebutnya dengan love game, dan ambang kekalahan Cilic pun akhirnya hadir setelah servisnya pada game ke 7 berhasil dipatahkan oleh Federer, 4 -- 3 Federer unggul. Setelah masing masing mempertahankan servisnya pada kedudukan 5 -4, Game kesepuluh pun direbut dan ditutup oleh Roger dengan servis Ace yang hanya dilihat saja oleh Cilic tanpa bereaksi apa apa, championship point 6 -- 4 ini direbut oleh RF dalam durasi permainan 40 menit, gelar Wimbeldon ke 8 yang mengukir sejarah Federe sebagai raja lapangan rumput Wimbeldon.  Dari statistik dalam pertandingan ini Federer mencatat 8 kali servis ace, Cilic 5. Double fault Federer tercatat melakukannya 2 kali Cilic 3 kali, unforced error Federer hanya 8 kali sementara Cilic sebanyak 23 kali, nampaknya factor cedera menjadi penghalang bagi Marin Cilic untuk menampilkan permainan terbaiknya, namun bagaimanapun Federer memang sangat perkasa meski di usia yang bisa terbilang uzur serangan serangannya masih bertenaga pukulan groundstrokenya ciamik banget, apalagi pukulan backhand strokenya dengan gaya khasnya sangat sangat indah, meski kurang seru partai ini tetap memberi hiburan bagi pecinta tenis.