Mohon tunggu...
Christophorus ManuelHeryanto
Christophorus ManuelHeryanto Mohon Tunggu... Hehe

Lalalala

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Murahnya Harga Sebuah Nyawa

16 Mei 2019   22:18 Diperbarui: 16 Mei 2019   23:10 0 0 0 Mohon Tunggu...

PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan berkat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan sukses. Makalah yang berjudul "Murahnya Harga Sebuah Nyawa" ini disusun sebagai tugas PKn yang juga merupakan projek akhir tahun kelas X.

Menulis makalah berjudul "Murahnya Harga Sebuah Nyawa" merupakan kesempatan yang berharga bagi penulis. Dalam mengumpulkan data untuk makalah ini, penulis mendapat banyak pelajaran baru yang belum penulis ketahui sebelumnya. Penulis ingin berterima kasih kepada Frater Antonius Bagas SJ. yang telah memberikan penulis untuk menyusun makalah ini, dan kepada semua pihak yang telah membantu selama proses pembuatan makalah ini.

Dengan makalah ini, penulis ingin membahas tentang parahnya masalah kemanusiaan di dunia saat ini, terutama terorisme yang makin merajalela. Manusia merupakan mahkluk ciptaan Tuhan yang memiliki martabat dan hak asasi yang sama, yaitu hak untuk hidup. Itulah hak yang paling dasar yang telah diberikan Tuhan kepada manusia. 

Tetapi ironisnya, masih banyak oknum yang tidak menyadari hal itu. Nyawa manusia bagaikan sebuah benda yang bisa diambil begitu saja hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Apakah sebegitu rendahnya manusia zaman sekarang sampai-sampai tega mencabut banyak nyawa untuk suatu angan-angan belaka? Mahkluk yang dikatakan paling sempurna , malah bertindak seperti binatang liar tak beradab.

Tidak ada hal yang sempurna di dunia ini, sama seperti makalah ini. Penulis sadar bahwa mungkin makalah yang telah disusun ini masih memiliki beberapa kesalahan dan ketidaksempurnaan. Maka penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya jika ada hal yang kurang berkenan di hati para pembaca. Penulis sangat berharap makalah ini bisa menambah pengetahuan dan kesadaran pembaca dalam isu-isu terorisme yang masih memprihatinkan dan kurang diperhatikan oleh masyarakat luas.

Semarang, 13 Mei 2019

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

I.Latar Belakang
Hak untuk hidup adalah hak yang paling dasar untuk semua manusia tanpa pandang bulu. Tidak ada seorangpun yang berhak untuk mengambil nyawa sesamanya. Tapi pada zaman sekarang, terorisme makin merajalela dimana-mana, pengeboman, teror, dan pembunuhan kerap terjadi. Ini berdampak sangat signifikan terhadap perkembangan umat manusia.

II.Rumusan Masalah
a.Apa itu terorisme?
b.Apa pemicu terjadinya terorisme?
c.Apa saja dampak terorisme?
d.Bagaimana dengan terorisme di Indonesia?
e.Apa yang harus kita lakukan?

III.Tujuan Penelitian
Untuk lebih mengenal terrorisme beserta bentuk-bentuknya yang masih menjadi masalah pelik di zaman sekarang.

BAB II
PEMBAHASAN

Pada zaman sekarang semua bidang kehidupan manusia berkembang sangat pesat. Pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi, dan pemikiran manusia juga makin maju. Tetapi ada satu persoalan yang smenjadi ancaman kemanusiaan, yaitu terrorisme. 

Menurut KBBI terorisme diartikan sebagai penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror. Kelompok-kelompok teroris bermunculan dimana-mana menyebarkan ketakutan kepada masyarakat bahkan sampai melakukan pengeboman dan pembunuhan hanya untuk kepentingan mereka sendiri. 

Murahnya nyawa orang bisa dilihat dari tindakanmereka yang seakan menganggap orang lain bagai binatang. Bukankah seharusnya seiring dengan perkembangan zaman, kemanusiaan juga akan lebih dijunjung?
Saat kita berbicara tentang terorisme, lebih dahulu kita harus membahas radikalisme, yaitu paham yang menyebabkan banyak gerakan terorisme. Menurut KBBI, radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. 

Ada banyak faktor penyebab paham radikalisme antara lain, faktor sosial-politik yaitu keinginan untuk melepaskan diri dari suatu kekuatan yang mendominasi, faktor emosi keagamaan yang disebabkan oleh sentimen agama, faktor kultural yaitu usaha melepaskan diri dari budaya yang dianggap tidak cocok, faktor ideologis, dan faktor kebijakan pemerintah yang diakibatkan ketidakpuasan terhadap suatu pemerintahan. Paham radikalisme sangat mudah mempengaruhi anak-anak muda yang masih dilanda krisis identitas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3