Mohon tunggu...
Christofer Michael
Christofer Michael Mohon Tunggu... Mahasiswa pencari kebebasan

Cinta yang paling jauh adalah berbeda keyakinan

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Ekspektasi Kuliah Online Tidak Sesuai Realita

25 April 2021   02:00 Diperbarui: 25 April 2021   04:22 166 2 0 Mohon Tunggu...

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengumumkan dua warga negara  Indonesia terjangkit virus Corona di Depok, Jawa Barat, (2/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia untuk menjaga kebersihan dan memulai hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Selain itu, Pemerintah meminta masyarakat mulai melakukan Social Distancing dan Pyshical Distancing untuk mencegah penyebaran virus corona. Setelah pengumuman tersebut, banyak Universitas atau pihak sekolah mengumumkan bahwa akan menggunakan metode pembelajaran secara online atau biasa disebut daring selama dua minggu untuk melihat situasi dan kondisi di negara Indonesia yang sudah diserang oleh Corona virus. Hal ini membuat mahasiswa menjadi senang dan gembira ketika mendapatkan pemberitahuan tersebut

Pengumuman pembelajaran secara online atau daring sontak membuat para mahasiswa menjadi senang karena dengan daring, mahasiswa tidak perlu pergi ke kampus dan pulang dari kampus. Dengan adanya daring membuat mahasiswa bisa hemat dari biaya transportasi. Sebelum pengumuman daring, pihak kampus mengumumkan aplikasi yang akan digunakan mahasiswa untuk melakukan proses daring yaitu Zoom dan Google Meet. Daring ini dinilai efektif sebagai langkah solutif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan pendidikan. Para dosen dan para guru harus mempelajari metode baru untuk melakukan pembelajaran secara online, seperti menguasai aplikasi daring sebagai pembelajaran dan google classroom sebagai platform untuk memberikan tugas. Di hari pertama mahasiswa menikmati pembelajaran online dikarenakan mahasiswa dapat merasakan kuliah sambil rebahan atau sambil sarapan, tapi itu tergantung oleh dosen itu sendiri untuk mewajibkan mahasiswa untuk open camera dan open mic, dan bagi dosen yang tidak memberlakukan hal tersebut, banyak mahasiswa melakukan hal-hal lain tanpa diketahui oleh dosen. Banyak mahasiswa yang cuma absen terus tinggal tidur sampe daring selesai. Hal ini terbukti ketika daring telah selesai banyak mahasiswa yang belum meninggalkan aplikasi daring karena ketiduran. Setelah satu minggu kemudian, mahasiswa sudah merasa muak melakukan pembelajaran online ini, karena mereka merasa ini kurang efektif untuk dilakukan. Mahasiswa juga merasa bahwa ilmu yang diberikan dosen itu tidak masuk di kepala dan susah dipahami karena disebabkan oleh faktor dan kendala. Ketidakefektifan yang mahasiswa dapat seperti dosen yang kurang jelas memberikan materi dan mahasiswa yang terlalu susah memahami perkataan dosen, ada juga dosen yang tidak bisa melakukan daring karena kendala, sehingga dosen tersebut hanya memberi materi untuk kita pelajari sendiri. Tidak bisa dipungkiri bahwa pembelajaran secara online ini mengalami jenuh dan tidak efektif bagi dosen dan mahasiswa sekalipun. Masalah teknis menjadi salah satu kendala dari sekian banyak kendala dan problem dalam daring ini. Contoh masalah teknis adalah dari kendala kuota atau habis nya kuota karena penggunaan aplikasi daring yang sangat banyak menguras data internet, Sinyal juga sangat mempengaruhi mahasiswa dan dosen. Tanpa sinyal yang stabil, menghambat mahasiswa dan dosen dalam melakukan daring. Banyak mahasiswa yang muak dan mengeluh karena gagal mendapatkan atau memahami materi yang diberikan dosen. Hal ini dinilai wajar karena kita tidak terbiasa melakukan pembelajaran secara online baik dosen atau mahasiswa.

Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembelajaran secara online, yakni faktor internal, faktor eksternal, dan faktor kontekstual. Faktor internal sendiri adalah berkaitan dengan fisik dan mental kita sendiri, seperti kita mengatur waktu untuk bangun dari tidur, dan siap untuk disiplin dalam fokus belajar online. Faktor eksternalnya adalah habis nya kuota karena daring, kendala waktu dan tekanan keluarga, dan kendala disetiap keluarga mahasiswa itu berbeda beda. Lingkungan tidak mendukung juga mempengaruhi mahasiswa dalam pembelajaran online, dikarenakan mahasiswa juga membutuhkan dukungan agar bisa fokus belajar secara maximal. Hal ini juga berkaitan dengan mahasiswa yang mendapatkan kendala dan tuntutan tugas yang diberikan dosen. Sementara faktor kontekstual itu adalah media aplikasi yang tidak support pada device yang dimiliki, Contohnya adalah aplikasi untuk presensi yang dimana hanya tersedia pada Android, sehingga pengguna Apple atau IOS harus melakukan presensi secara manual. Hal ini tentunya sangat merepotkan para pengguna IOS karena tidak bisa melakukan presensi yang lebih mudah. Banyak mahasiswa yang mengeluh kepada dosen yang melakukan presensi diakhir pembelajaran karena biasanya waktu presensi diakhir sangatlah terbatas. Hal ini terjadi ketika mahasiswa yang sudah mengikuti daring dari awal hingga akhir mengeluh karena terlambat presensi dikarenakan dosen yang terlalu buru buru menutup presensi. Pihak kampus harusnya meningkatkan kualitas dari aplikasi tersebut sehingga setiap pengguna device yang berbeda beda tidak memiliki kendala dalam melakukan presensi. Terkait pembelajaran secara online, kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menguasai teknologi juga mempengaruhi mahasiswa dalam melakukan daring. Jadi sebelum itu, mahasiswa harus bisa menguasai teknologi dan mencari cara untuk menghilangkan kendala kecil yang bisa menjadi masalah besar agar tidak menghambat mahasiswa itu sendiri dalam melakukan pembelajaran secara online.

Sekitar sebulan melakukan daring, akhirnya pihak kampus pun memberi kuota untuk mahasiswa secara gratis. Hal ini meringankan kendala mahasiswa yamg tidak memiliki kuota untuk melakukan pembelajaran secara online. Pembagian kuota ini dibagi rata untuk setiap pengguna provider yang ada di Indonesia ini, namun banyak mahasiswa menyalahgunakan kuota tersebut untuk kepentingan lain, sehingga kuota untuk daring pun habis sebelum pembagian kuota selanjutnya. Pada akhirnya pemerintah juga mengumumkan akan membagikan kuota secara merata kepada seluruh pelajar yang ada di Indonesia. Hal ini sangat berguna bagi kita sebagai pelajar yang hanya mengandalkan kuota karena tidak memakai wifi di rumah.

Kita sebagai pelajar sadar kalau daring atau pembelajaran secara online ini sangat tidak efektif dan sebagai pelajar maupun dosen harus siap beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran baru yang disebabkan oleh Covid-19. Oleh karena itu, keefektifan pembelajaran ini tidak ditinjau dari tingkat prestasi belajar,  melainkan ditinjau dari proses dan sarana yang digunakan. Mahasiswa  harus belajar menggunakan teknologi agar mempermudah kita untuk kedepannya. Menguasai teknologi secara daring ini penting agar tidak menimbulkan masalah dalam pembelajaran kita. Keluhan dan kekesalan mahasiswa harus bisa dipendam dan mulai beradaptasi, agar dalam penerapan metode pembelajaran baru bisa mempengaruhi kemampuan kita dalam memahami materi yang diberikan oleh dosen. Kita bisa berekspetasi tinggi namun kita harus juga bisa menerima realitanya. Situasi yang tidak mendukung ini mau tidak mau kita harus siap menerima dan memulai pola hidup baru. Dengan adanya bantuan pemerintah kita harusnya bisa memanfaatkannya dengan baik, karena bantuan pemerintah sendiri sudah meringankan beban kita sebagai mahasiswa yang tidak menggunakan wifi. Kepuasan dan kenyamanan mempengaruhi proses pembelajaran secara online karena juga berdampak kepada kemampuan mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang sudah muak dengan daring ini, tetaplah berdoa kepada Tuhan agar pandemi ini cepat selesai dan masyarakat tetap mengikuti protokol yang ada agar mencegah penyebaran virus Corona. Pandemi berakhir daring pun berakhir.

VIDEO PILIHAN