Mohon tunggu...
Christine Gloriani
Christine Gloriani Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Pembaca yang belajar menulis

Pembaca yang belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Eksperimen Cinta 7, Malaria Tropika

7 Januari 2019   05:02 Diperbarui: 7 Januari 2019   05:05 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
belajarpsikologi.com

Keringat membasahi wajah saat akhirnya aku bisa sampai di lantai empat. Ini pertama kalinya aku merasa tersiksa karena naik tangga. Aku membersihkan wajah memakai tisu. Nggak mungkin dong ikut praktikum dalam kondisi yang kacau seperti ini.

"Masuk yuk, Lok." Ambar melingkarkan tangan di lengan dan menyeretku masuk.

"Lok, lenganmu kok panas begini." Ambar melepaskan tangan.

"Kamu sakit?" Fahmi mendekat, tangannya terulur hendak menyentuh dahiku tapi hanya menggantung di udara karena Elang sudah menarikku.

"Buruan duduk." 

Aku tidak yakin kalau hasil pretestku baik dan boleh ikut praktikum. Aku malah berharap dapat nilai jelek saja trus disuruh pulang. Kuletakkan kepala di meja praktikum setelah menggeser mikroskop mendekati lampu yang menjadi sumber cahaya.

Aku hampir tertidur saat merasakan tepukan di pundak. Fahmi tersenyum melihatku menegakkan badan. "Ini preparatnya." Dia menyerahkan dua buah preparat padaku.

"Topik pembahasan kita kali ini adalah Demam rimba (jungle fever ) atau disebut juga Malaria tropika disebabkan oleh Plasmodium falciparum yg merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria karena parasit ini dpt menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian. Ciri-ciri Stadium gametosit dari Plasmodium faciparum adalah : eritrosit tidak membesar, bentuk parasit seperti bentuk pisang agak lonjong atau seperti sosis (mikrogametosit), plasma biru atau merah muda (mikrogametosit), inti padat (kalau mikrogametosit tdk padat), pigmen di sekitar inti atau tersebar (mikrogametosit)." Pak Setyo menjelaskan sambil sesekali menunjukkan gambar yang dimaksud.

"Silakan kalian lihat di mikroskop masing-masing. Laporkan bila menemukan gametosit! Khusus hari ini tidak ada post test jadi yang sudah selesai dan benar boleh langsung pulang." Sebagian mahasiswa bersorak pelan mendengar pengumuman ini. Bahkan ada yang terang-terangan membuat rencana kalau mereka bisa pulang lebih awal.

"Lebih cepat lebih baik jadi jangan gunakan mulut untuk bekerja tapi pertajam mata kalian," ujar pak Setyo sambil senyum-senyum melihat tingkah mahasiswanya.

Beginilah kondisi kuliah D3, mahasiswa berasa seperti anak SMA karena kami belajar seperti anak SMA. Kuliah memakai seragam, jam mulainya juga sama seperti anak sekolahan, dan jadwalnya teratur. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun