Mohon tunggu...
Christina Angelita
Christina Angelita Mohon Tunggu... Mahasiswa - -

-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Mahasiswa UKDC Dukung SDGs dengan Terapkan Urban Farming Melalui Budidaya Hidroponik, Serta Lakukan Sosialisasi Pengelolaan Taman di Taman Rivera Regency

14 Juni 2021   13:48 Diperbarui: 16 Juni 2021   22:19 172
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mahasiswa UKDC Dukung SDGs Lewat Program Kerja Budidaya Hidroponik, di Taman Rivera Regency, Surabaya

Surabaya-Munculnya Pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup masyarakat, sebagian besar kegiatan masyarakat sekarang ini dilaksanakan dirumah untuk mencegah terjadinya penularan virus tersebut. Hal ini menyebabkan beberapa masyarakat mengalami kenaikan berat badan dikarenakan kurangnya aktivitas, dan pola makan yang tak beraturan.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, obesitas pada dewasa naik tinggi sekali bila dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013. Pada tahun 2013 proporsi obesitas pada orang dewasa berada di angka 14,8 dan pada tahun 2018 naik menjadi 21,8.

Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga pola makan, Sayuran mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan dapat menghalau tubuh kita dari berbagai penyakit. Pada umumnya harga sayuran berlabel hidroponik lebih mahal dibandingkan dengan sayur-sayuran biasa. Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, dari segi nutrisi, sayuran hidroponik tidak berbeda dengan yang ditanam secara konvensional, namun dari segi kebersihan serta efisien sayuran hidroponik lebih unggul dibandingkan sayuran biasa.

Budidaya hidroponik merupakan hal baru bagi warga Taman Rivera Regency. Hidroponik memungkinkan warga bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah dan tanaman hidroponik dapat dipanen kapan saja.

Bpk. Made, selaku ketua RT setempat mengatakan bahwa "Hasil panen hidroponik diharapkan dapat menjadi sebuah fasilitas baru di Taman Rivera Regency yang dapat membantu menyediakan bahan pangan sayuran bagi warga setempat."

"Mengonsumsi sayuran hidroponik yang kita produksi sendiri tentu lebih hemat dan higienis bila dibandingkan dengan sayuran yang biasa kita beli di pasar, selain itu hasil panen hidroponik dapat dijual dan hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk program pembangunan perumahan"

Ketersediaan air dan listrik, serta kurangnya pengetahuan warga mengenai budidaya hidroponik menjadi sebuah hambatan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan taman hidroponik.

Program Kerja Mahasiswa UKDC Sosialisasi Pengelolaan Taman Bersama Pengurus RT Setempat Via Online, dilaksanakan pukul 20:00 WIB
Program Kerja Mahasiswa UKDC Sosialisasi Pengelolaan Taman Bersama Pengurus RT Setempat Via Online, dilaksanakan pukul 20:00 WIB
Selain melakukan budidaya hidroponik, mahasiswa UKDC juga mengadakan sosialisasi pengelolaan taman, pada saat pandemi taman memiliki peran yang penting. Menurut Nirwono Yoga, pengamat tata kota dari Kemitraan Kota Hijau dan Gerakan Ayo Ke Taman "Kota yang baik harus dirancang memiliki skenario antisipasi untuk situasi terburuk seperti lumpuh dan terisolasi, telekomunikasi lumpuh, infrastuktur jalan terputus, listrik padam, ketiadaan air bersih, dan sebagainya. Kota harus memiliki kemampuan antisipasi untuk pencegahan bencana termasuk pandemi yang bisa memetakan mitigasi dan pengurangan risiko dengan taman menjadi bagian diantaranya"

Pandemi mengharuskan kita menerapkan berbagai norma baru termasuk menjaga lingkungan tetap bersih untuk memutus penularan wabah, taman sangat penting dalam mekanisme perkotaan yang sehat tersebut. Hal ini karena taman bisa memberikan berbagai manfaat seperti suplai oksigen, area penangkap sinar matahari yang penting untuk meningkatkan imunitas tubuh, hingga suasana yang bisa mengendurkan tingkat stress

"Ada begitu banyak fungsi dan peran penting taman, jadi tinggal bagaimana kita mengatur saat pandemi ini supaya taman tidak justru menjadi klaster baru penularan wabah. Harus dibuat berbagai persyaratan sehingga masyarakat bisa tetap beraktivitas di taman. Misalnya selalu bermasker, menyediakan banyak tempat cuci tangan, jangan menggunakan dulu fasilitas seperti alat olah raga, arena bermain di taman, dan jangan berkerumun. Taman juga tidak perlu ada tempat parkir supaya yang datang benar-benar warga sekitar," beber Nirwono.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun