Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Funabashi, "Kota Belanja" untuk Turis yang Tidak Siap dengan Harga Mahal di Jepang

24 Januari 2018   11:57 Diperbarui: 24 Januari 2018   16:48 1468 3 0
Funabashi, "Kota Belanja" untuk Turis yang Tidak Siap dengan Harga Mahal di Jepang
Dokumen pribadi Kota Funabashi, Chiba, kota belanja yang nyaman

Untukku, Kota Funabashi cukup memberikan segalanya kebutugan hidup. Jika kita bicara tentang "kebutuhan hidup", kita tidak akan bicara tentang kebutuhan tersier, jalan-jalan, atau bersenang-senang. Cukup tentang akomodasi, makanan dan kebutuhan sehari-hari. Dan di Kota Funabashi, segalanya tercukupi.

Tentang akomodasi, ada beberapa hotel bintang 3 ke bawah, dan terletak tidak terlalu berjauhan. Juga dekat dengan pertokoan, shopping center dan kuliner. Dengan harga yang cukup bersahabat, sekitar 1 juta sampai 2 juta rupiah per malam, walaupun dimensi kamar sangat kecil, cukuplah untuk beristirahat.

Untuk kuliner, Kota Funabashi memang bukan kota wisata, sehingga kulinernya pun sebagian besar adalah kuliner lokal. Ramen, udon, soba, bento, sushi sashimi atau tempura bertebaran di resto-resto dan kedai-kedai makanan. Cita rasa dari masing-masing jenis makanan khas Jepang pun berbeda-beda.

Misal, ramen atau bento 1 kedai dengan kedai yang lain, cita rasanya berbeda. Ada yang kuah ramennya kental dan pekat, ada yang bening dan cair. Ada yang dicampur dengan bumbu-bumbu yang berbeda juga. Semua sesuai dengan selera masing-masing.

Minimart dan supermart

Minimart bena-benar2 "surga" bagi orang-orang yang tidak suka makan, tetapi tetap harus makan. Untuk sarapan tersedia mie instan cup, dan dengan tempat duduk tinggi model tempat duduk bar, serta disediakannya air panas untuk menyeduh mie instan serta teh atau kopi, warga lokal nyaman menyantap sarapannya sambil membaca buku atau sibuk dengan gadgetnya. Atau dengan bakpao panas-panas dan nugget pun enak untuk sarapan. Harganya bervariasi antara 100 sampai 300 per-item. Murah ......

Dokumen pribadi Kuliner makan pagi dan siang di minimart, dengan harga murah tetapi enak.Di semua kemasannya, terdapat pantauan kalori, sesuai dengan diet masing-masing
Dokumen pribadi Kuliner makan pagi dan siang di minimart, dengan harga murah tetapi enak.Di semua kemasannya, terdapat pantauan kalori, sesuai dengan diet masing-masing

Dokumen pribadi Kuliner makan pagi dan siang di minimart, dengan harga murah tetapi enak.Di semua kemasannya, terdapat pantauan kalori, sesuai dengan diet masing-masing
Dokumen pribadi Kuliner makan pagi dan siang di minimart, dengan harga murah tetapi enak.Di semua kemasannya, terdapat pantauan kalori, sesuai dengan diet masing-masing

Untuk makan siang, tersedia onigiri, inari, atau sandwich yang berbeda isinya. Sebenarnya, makanan ini pun sudah tersedia sejak pagi, tapi makanan ini dingin dari dalam kulkas, sehingga lebih enak untuk makan siang. Isi onigiri serta sandwich bernacam-macam dengan kalori yang dituliskan di kemasannya. Transparan. Enak dan kenyang.

Ada isi daging (biasanya sapi atau babi), ayam dan berbagai jenis ikan untuk onigiri. Dan untuk sandwich, isinya berlapis-lapis, ada telur, daging dan sayur! Sandwich biasanya 1 atau 2 tangkap roti tawar atau roti gandum, tetapi juga ada yang 3 tangkap roti tawar atau gandum. Inari hanya nasi Jepang dibungkus kulit tahu dengan cita rasa yang khas. Harganya pun cukup murah, antara 150 sampai 500 untuk sandwich besar dan yang berlapis-lapis.

Dokumen pribadi Ada bakpao hangat, berbagai macam onigiri dengan isian serta inari dan sandwich serta minuman seharga Cuma antara 100Y sampai 150Y saja
Dokumen pribadi Ada bakpao hangat, berbagai macam onigiri dengan isian serta inari dan sandwich serta minuman seharga Cuma antara 100Y sampai 150Y saja
Yang mau lebih "berat" ada 1 boks berisi nasi plus lauk pauk siap makan. Atau 1 set sushi setara nasi plus lauk pauk. Atau nasi plus ayam saja atau sayuran saja, salad dengan berbagai jenis sayur dan buah serta dressingnya dan sebagainya. Harganya sekitar 400 sampai 850. Juga tidak terlalu mahal, kan?

Dokumen pribadi Siapa yang bisa menahan air liur, ketika kita melewat booth makanan yang terbuka, dan masih hangat ini??? Tempura, daging, sosis, yummyyyy ......
Dokumen pribadi Siapa yang bisa menahan air liur, ketika kita melewat booth makanan yang terbuka, dan masih hangat ini??? Tempura, daging, sosis, yummyyyy ......
Dokumen pribadi. Makanan2 siap saji khas Jepang, sangat menggugah selera, murah dan enak!
Dokumen pribadi. Makanan2 siap saji khas Jepang, sangat menggugah selera, murah dan enak!
Lain lagi makanan-makanan "kaki lima", ini lebih murah lagi. Di beberapa titik berada di depan toko, ada jualan makanan homemade. Ada 1 boks isi 8 buah inari seharga hanya 200. Berarti masing-masing Cuma sekitar 25Yen saja. Atau onigiri 8 buah hanya 300. Atau makanan-makanan enak yang aku tidak tahu namanya karena tulisan kanji. Murah dan enak!
Dokumentasi pribadi. Makanan "jajan pasar" di kaki lima, 1 paket sampai 10 buah dengan harga antara 200Y sampai 300Y saja. Jika ditotal hanya sekitar 25Y saja, untuk 1 buah 1 jenis makanan
Dokumentasi pribadi. Makanan "jajan pasar" di kaki lima, 1 paket sampai 10 buah dengan harga antara 200Y sampai 300Y saja. Jika ditotal hanya sekitar 25Y saja, untuk 1 buah 1 jenis makanan
Kesemuanya ini untuk warga lokal yang tidak suka makan di resto atau kedai. Hanya sekedar makan karena harus makan, seperti Michelle, anakku yang tinggal di Funabashi Hoten, hihi .....

Kebutuhan sehari-hari ada supermarket yang menyediakan semuanya, juga termasuk makanan siap saji dalam boks transparan. Seperti yang ada di minimart, tetapi lebih banyak dan lengkap. Jika supermart hanya 1 saja, minimart ada belasan di sana dengan berbagai merk.

Klo supermart di sana hanya sekadar belanja dapur saja, beda dengan Donki Hote, sebuah toko kelontong besar dan lengkap. Mulai harga termurah bermerk lokal, sampai barang-barang bermerk internasional! Bahkan baju-baju kimono dan yukata pun tersedia .....

Donki Hote

Sebuah toko kelontong lokal, dengan logo "penguin". Penuh tulisan2 kanji yang tidak tahu artinya, adalah toko favoritku. Untuk jajan dan untuk beli oleh-oleh. Makanan-makanan kering lokal termasuk cumi-cumi dan gurita, sepertinya favorit di Jepang. Harganya lebih murah dari minimart. Bahkan sebuah onigiri hanya dihargai 59 berbagai isian, hampir separuh harga di minimart.

Dokumen pribadi. Onigiri berbagai isian rasa dari Donki Hote, hanya 59Y saja. Untuk 1x makan, Cuma 2 sampai 3 buah saja, itu sudah cukup kenyang
Dokumen pribadi. Onigiri berbagai isian rasa dari Donki Hote, hanya 59Y saja. Untuk 1x makan, Cuma 2 sampai 3 buah saja, itu sudah cukup kenyang

Dokumen pribadi Berbagai jenis cumi2, sotong atau urita, dari kemasan kecil sampai besar dan dalam toples, dengan harga murah. Tetapi awas, kolesterol tingg ..... dengan 12gr ini hanya sekitar 110Y saja
Dokumen pribadi Berbagai jenis cumi2, sotong atau urita, dari kemasan kecil sampai besar dan dalam toples, dengan harga murah. Tetapi awas, kolesterol tingg ..... dengan 12gr ini hanya sekitar 110Y saja
Di Donki Hote ini lah aku menemukan belasan rasa KitKat dengan harga murah. Hanya antara 225 sampai 295 tergantung rasa, kita bisa membeli 20 buah KitKat dalam 1 kantung plastik. Atau Pocky yang juga sampai belasan rasa. Anak-anakku gembira ria jika kami ke Donki Hote .....
Dokumen pribadi "Rice crackers" favoriteku, dengan berbagai rasa. Ini sekitar 40 bungkus hanya sekitar 265Y
Dokumen pribadi "Rice crackers" favoriteku, dengan berbagai rasa. Ini sekitar 40 bungkus hanya sekitar 265Y
Sepatu-sepatu buatan lokal kualitas Jepang dan desain keren, hanya dihargai di bawah 2500. Dari sepatu sandal sampai boot besar. Walau ada sepatu2 merk internasional dan ternama juga.
Dokumen pribadi Kimono dengan Obi ini aku beli di Donki Hote, hanya sekitar 4000Y, sementara di toko bisa lebih dari 6000Y. Tetapi tergantung desain dan jenis kainnya
Dokumen pribadi Kimono dengan Obi ini aku beli di Donki Hote, hanya sekitar 4000Y, sementara di toko bisa lebih dari 6000Y. Tetapi tergantung desain dan jenis kainnya
Di Donki Hote semuanya ada. Yang terbesar yang aku tahu di sekitar Tokyo adalah di Nishi Funabashi. Tempatnya luas. Kalau di Funabashi, tidak terlalu luas tetapi bertingkat. Selasarnya kecil, susah untuk kursi rodaku. Jadi, aku memilih belanja di Nishi Funabashi, beda 1 stasiun dengan Funabashi, naik kereta.
Dokumen pribadi Donki Hote dengan logo penguin, toko kelontong dari berharga murah merk local sampai barang2 branded internasional
Dokumen pribadi Donki Hote dengan logo penguin, toko kelontong dari berharga murah merk local sampai barang2 branded internasional
Daiso

Daiso di Jakarta juga ada, tetapi hanha kebutuhan standar saja, tanpa pernak-pernik barang khas Jepang yang tidak ada di Indonesia. Sangat berbeda dengan Daiso di Funabashi atau Daiso di berbagai distrik di Tokyo

Dokumen pribadi Daiso, toko "100Y"murah dengan kualitas bagus khas Jepang
Dokumen pribadi Daiso, toko "100Y"murah dengan kualitas bagus khas Jepang
Daiso di sana benar-benar memanjakan warga lokal. Hanya dengan 100 saja, Daiso menyediakan hampir semua jenis barang kebutuhan pokok kita dengan kualitas Jepang. Termasuk suvenir seharga sama, yaitu 100! Aku bisa gila belanja disana, karena apa yang aku suka dan aku butuhkan, ada di sana dengan barga super murah! Kaos kaki tebal berbagai desain, topi, scarf dan syal, sampai baju dalam, berbagai alat tulis, peralatan dapur ... waaahhhh ..... anakku dan teman-temannya pasti ke Daiso jika memerlukan barang-barang kebutuhannya untuk di apartemennya!

Ya ... jika Daiso di Jakarta harga sama adalah 25 ribu Rupiah, di Jepang 100 setara dengan 12,5 ribu Rupiah. Harga yang sangat murah sebagai barang impor kualitas Jepang untuk kita ......

Seibu, Tobu dan Shapo

Adalah 3 raksasa retail Jepang yang ada di Funabashi. Seibu bahkan sudah mencanangkan namanya di berbagai negara termasuk di Indonesia walau tidak terlalu "laku", karena memang ini retail dengan berbagai merk terkenal berharga mahal. Seibu ada di titik lokasi yang sangat strategis dekat dengan Stasiun Funabashi, dengan bangunan banyak lapis. Harga dan merk yang ditawarkan memang yang tertinggi, yang ditawarkan oleh saingannya, karena memang sebagian besar adalah barang-barang bermerek dan internasional.

Dokumen pribadi 3 retail raksasa jepang, Seibu, Tobu dan Shapo, yang bisa memuaskan hasrat belanja
Dokumen pribadi 3 retail raksasa jepang, Seibu, Tobu dan Shapo, yang bisa memuaskan hasrat belanja
Dari Seibu melangkah ke Shapo. Retail ini yang "terendah" menurutku. Dengan merk-merk lokal yang cantik-cantik, menggelar barang dagangannya dengan menawan. Aku cukup sering berbelanja di Shapo karena harganya sangat wajar sebagai barang-barang lokal Jepang di kelas menengah. Merk2 yang tidak pernah terdengar di dunia internasional. Bahkan, jika kita googling pun, merk-merk itu hanya berbahasa kanji. Tetapi bermutu dan sangat berkualitas.

Beralih ke Tobu, yang berada di atas Stasiun Funabashi. Barang-barangnya lebih di kelas tetapi masih di bawah Seibu. Sebagian merk lokal dan sebagian merk internasional. Sepertinya, lebih banyak pasarnya mengarah ke orang-orang tua Jepang, terutama perempuan. Jika Seibu memang bertaraf internasional dan Shapo lebih mengarah untuk pasar orang2 muda, berjiwa muda dan remaja, Tobu banyak berseliweran perempuan-perempuan tua Jepang yang berdandan ciamik, bertopi dan memakai syal serta tas2 bermerk lokal Jepang ......

***
Jadi, apa yang masih dibutuhkan untuk kebutuhan hidup dan belanja?

Funabashi bisa menyediakan semuanya. Jika kita para turis berbondong-bondong belanja di Ginza, Shibuya atau Shinjuku, menurutku lebih enak belanja di Funabashi. Merk-merk terkenal pun ada di Funabashi, yang memang betebaran di Ginza, Shibuya dan Shinjuku yang lebih elit serta berkelas, dibandingkan nama Kota Funabashi, yang tidak pernah terdengar di dunia internasional.

Bedanya adalah dengan beberapa keadaan. Di Funabashi, kita bisa memilih belanja merk terkenal tetapi juga bisa belanja merk-merk lokal yang murah dalam 1 kota. Juga, tidak penuh dan padat orang-orang yang datang. Bisa santai tanpa bertabrakan dengan orang yang lalu-lalang.

Sedangkan di 3 distrik besar di Tokyo, kita harus siap "ditabrak", antre bahkan siap "hilang", hihihi ..... dan semuanya mahal. Di Funabashi bisa makan santai di kedai kuliner tanpa harus menguras kocek yang berlebihan, tetapi jika kita belanja di Ginza, Shibuya atau Shinjuku, bahkan kedai kulinernya pun harganya di atas 1000Yen, bahkan jika makan di mal, pasti lebih baik membayar dengan kartu kredit, jika tidak mau kehabisan uang cash ......

Funabashi memang juga siap sebagai "kota belanja", terutama bagi turis asing yang tidak siap dengan harga mahal Jepang, tetapi ingin memborong, termasuk Indonesia .....

By Christie Damayanti

Sebelumnya :